tirto.id -
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep memperoleh penghargaan “Excellent Junior High School with Zero Waste Economic System and Food Security of The Year 2026”. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan sekolah menerapkan sistem ekonomi berbasis zero waste yang terintegrasi dengan program ketahanan pangan.
Sementara itu, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan meraih penghargaan “The Most Highly Recommended Junior High School With Excellent Literacy Digital Program Of The Year 2026”. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas pengembangan budaya literasi digital yang dijalankan sekolah melalui berbagai program pembelajaran.
Adapun Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 25 Lamongan menerima penghargaan “The Most Inspiring School in Studentpreneurship and Sustainable Food Innovation of The Year 2026”. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan sekolah menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa melalui berbagai inovasi produk pangan.
Kepala SRMA 25 Lamongan, Anis Al Aminatuf, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mengembangkan inovasi dan memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkembang,” kata Anis.
Menurut Anis, pengembangan kewirausahaan di sekolah dilakukan melalui program Ketahanan Pangan dan Kewirausahaan Sremala (Kepak Sremala). Melalui program itu, siswa diajak mengolah berbagai produk berbahan dasar rosela, minuman kunyit asam, camilan khas Lamongan, hingga batik ciprat.
Siswa tidak hanya mempelajari proses produksi, tetapi juga terlibat dalam pemasaran produk serta belajar menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual. Sejumlah produk bahkan telah menerima pesanan berulang dari konsumen dan tengah diproses untuk memperoleh sertifikat halal serta izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Di SRMP 29 Pamekasan, pengembangan literasi digital dilakukan melalui program Gerakan Literasi Membaca Menulis (Grasimanis). Program tersebut mendorong siswa untuk membiasakan membaca dan menulis dengan pendampingan guru dan pustakawan.
Kepala SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, mengatakan antusiasme siswa terlihat dari terbitnya buku berjudul “Dari Terlantar Menuju Bersinar” yang menghimpun puluhan karya tulis siswa. Buku tersebut juga telah disajikan dalam format digital agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Selain penghargaan yang diraih tiga Sekolah Rakyat tersebut, prestasi juga datang dari SRMA 24 Kediri. Salah satu siswanya, Mohammad Rifai, berhasil meraih medali emas dalam ajang Lomba Keilmuan Sains.
Ajang TOP 100 BUMD, Education, Leader, BPR Excellence Award 2026 merupakan penghargaan yang diberikan kepada lembaga, institusi pendidikan, badan usaha, dan pemimpin yang dinilai memiliki kontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan dan pembangunan masyarakat.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id






























