tirto.id - Terjadinya gunung meletus merupakan salah satu bencana alam yang wajib diwaspadai. Fenomena alam gunung meletus tidak hanya berupa semburan lava dan asap, tetapi juga hasil dari proses geologi yang panjang dan kompleks.
Lantas, bagaimana proses terjadinya gunung meletus? Bagaimana proses gunung api erupsi?
Proses terjadinya gunung meletus dipengaruhi oleh aktivitas magma di dalam perut bumi dan ditandai dengan gejala-gejala tertentu hingga akhirnya terjadi letusan. Melansir laman Sigap Kabupaten Sidoarjo, terjadinya gunung meletus adalah ketika gunung memuntahkan materi-materi dari dalam bumi seperti debu, awan panas, asap, kerikil, batu-batuan, lahar panas, lahar dingin, magma, dan lain sebagainya.
Peristiwa gunung meletus dapat diprediksi waktunya sehingga dapat diantisipasi dampak luasnya. Ada beberapa tipe gunung berapi, yakni gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano), gunung berapi perisai (shield volcano), dan gunung berapi maar.
Artikel ini menjelaskan terkait bagaimana proses terjadinya gunung meletus, dampak gunung meletus, hingga tanda-tanda gunung meletus.
Faktor-Faktor Penyebab Gunung Meletus

Gunung meletus secara umum disebabkan oleh faktor geologi alami. Namun, beberapa aktivitas manusia juga berpotensi memperparah potensi letusan gunung meletus.
Bagaimana penjelasan faktor penyebab gunung meletus? Melansir laman DITSMP Kemendikdasmen, berikut penjelasannya:
1. Tekanan Gas di dalam Magma
Faktor penyebab gunung meletus yang pertama ialah disebabkan tekanan gas di dalam magma. Penyebab ini dapat memicu letusan gunung berapi. Magma memiliki kandungan gas vulkanik, seperti uap air, karbon dioksida, dan belerang dioksida.Kandungan berbagai gas tersebut terperangkap dalam magma yang berada di kedalaman bumi dan membentuk tekanan yang besar. Seiring dengan bertambahnya endapan magma, tekanan gas meningkat kemudian terus mendesak menuju permukaan.
Saat tekanan ini mencapai titik maksimal, gunung berapi akan meletus untuk melepaskan energi tersebut. Jenis letusan dan skala kerusakan yang ditimbulkan sangat dipengaruhi oleh kandungan gas di dalam magma tersebut.
2. Kekentalan atau Viskositas Magma
Faktor penyebab gunung berapi meletus selanjutnya ialah sifat magma. Apakah magma lebih kental atau lebih cair. Faktor ini berpengaruh pada jenis letusan yang dihasilkan.Magma yang mengandung silika tinggi cenderung lebih kental sehingga gas yang terjebak di dalamnya menjadi sulit keluar. Keadaan ini dapat memicu letusan eksplosif yang lebih dahsyat.
Begitu pula sebaliknya, jika magma lebih cair, seperti basaltik, maka memungkinkan gas untuk keluar lebih mudah. Dengan demikian, letusannya cenderung lebih tenang dan lambat dengan aliran lava yang stabil.
3. Interaksi dengan Air
Faktor penyebab gunung berapi meletus selanjutnya ialah interaksi dengan air. Adanya interaksi antara magma dan air bawah tanah atau air laut mampu memicu letusan yang sangat kuat.Saat magma panas bertemu dengan air, air itu dapat berubah menjadi uap dalam jumlah besar. Proses perubahan air menjadi uap menciptakan tekanan yang begitu tinggi dalam waktu singkat.
Alhasil magma terdorong keluar dengan cepat. Fenomena demikian dikenal juga sebagai letusan freatik, yang sering kali menghasilkan ledakan keras dan abu yang menyebar luas.
Selain faktor penyebab di atas, gunung berapi meletus juga bisa disebabkan oleh ulah manusia. Mulai dari pengeboran bumi, eksploitasi sumber panas bumi, atau pembangunan di sekitar area rawan sehingga memicu ketidakstabilan sistem vulkanik.
Tanda-Tanda Gunung Meletus

Tanda-tanda gunung meletus dapat dipelajari untuk diwaspadai. Sebelum gunung meletus, ada beberapa tanda alam yang dapat diamati masyarakat. Apa saja tanda-tanda gunung meletus?
1. Gempa Vulkanik
Gempa vulkanik menjadi salah satu tanda gunung meletus. Aktivitas gempa ringan hingga sedang menjadi salah satu indikasi adanya pergerakan magma di dalam gunung.2. Peningkatan Suhu Tanah
Tanda gunung meletus selanjutnya adalah peningkatan suhu tanah. Kenaikan suhu di sekitar kawah ini dapat dirasakan atau diukur dengan alat.3. Kemunculan Asap atau Gas
Tanda gunung meletus berikutnya ialah munculnya asap atau gas dari kawah. Aktivitas fumarol atau embusan gas meningkat menjadi salah satu tanda gunung meletus.4. Perubahan Bentuk Gunung
Perubahan bentuk gunung menjadi salah satu tanda gunung meletus. Ketika gunung akan meletus, bentuknya akan tampak berubah menjadi mengembang karena ada tekanan dari dalam.5. Perubahan Perilaku Hewan
Perilaku hewan menjadi salah satu tanda gunung meletus. Ini terlihat dari tingkah laku hewan yang tidak biasa. Jika hewan mulai turun dari gunung, maka ini bisa diwaspadai sebagai tanda gunung meletus. Hewan merasa tidak nyaman atau terganggu oleh aktivitas vulkanik sehingga turun dari gunung.Bagaimana Proses Terjadinya Gunung Meletus?

Tahapan atau proses terjadinya gunung meletus dapat dijelaskan berdasarkan poin-poin tertentu supaya bisa lebih mudah dipahami. Bagaimana proses terjadinya gunung meletus?
1. Akumulasi Magma
Proses terjadinya gunung meletus diawali dari akumulasi magma. Magma merupakan batuan cair yang berada di dalam perut bumi.Gunung meletus diawali dengan adanya endapan magma di perut bumi. Pembentukan magma terjadi akibat panasnya suhu di dalam bumi. Faktor ini kemudian memicu terjadinya letusan gunung berapi.
Magma terbentuk di dalam bumi, tekanan dan panasnya terus meningkat hingga membuat magma naik ke permukaan melalui retakan atau lubang dalam kerak bumi. Alhasil magma mengalir keluar sebagai lava yang panas dan cair.
2. Peningkatan Tekanan
Proses selanjutnya ialah peningkatan tekanan. Semakin banyak magma yang tertampung, semakin besar juga tekanan dalam dapur magma.Tekanan ini dapat menyebabkan retakan pada batuan di sekitarnya. Jika batuan meleleh, maka akan menghasilkan gas yang kemudian bercampur dengan magma.
3. Pergerakan Magma ke Permukaan
Proses berikutnya ialah pergerakan magma ke permukaan. Magma akan mencari jalan ke atas melalui retakan atau celah di kerak bumi.Selama pergerakan berlangsung, gas-gas vulkanik juga dilepaskan dan menambah tekanan semakin kuat. Magma sedikit demi sedikit naik ke permukaan bumi.
Setelah itu, gunung akan menjadi semakin panas dan mendapat tekanan sehingga magma meletus. Kondisi ini disebut dengan erupsi gunung berapi atau gunung meletus.
Dampak Terjadinya Gunung Meletus

Terjadinya gunung meletus membawa berbagai dampak yang sangat berpengaruh bagi masyarakat secara luas. Berikut dampak gunung meletus:
1. Kerusakan Lingkungan
Dampak gunung meletus yang pertama ialah kerusakan lingkungan. Ini ditunjukkan dengan berbagai dampak, seperti hutan menjadi terbakar, sungai tercemar, dan lahan pertanian rusak.2. Korban Jiwa dan Pengungsian
Dampak gunung meletus yang sangat dirasakan selanjutnya ialah adanya korban jiwa. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung akan rawan terkena dampak.Mulai dari lahar panas, awan panas, hingga jatuhan material vulkanik. Peran pemerintah sangatlah penting dalam menginformasikan dan mengantisipasi, serta melakukan evakuasi pada masyarakat sekitar gunung.
3. Gangguan Transportasi dan Ekonomi
Gunung meletus menyebabkan dampak luas untuk transportasi dan ekonomi. Bahkan berbagai aspek kehidupan akan terdampak akibat gunung meletus.Abu vulkanik dari gunung meletus bisa mengganggu penerbangan. Selain itu, aktivitas ekonomi juga menjadi terdampak, terutama di kawasan sekitar gunung yang meletus. Ini tentunya mengganggu stabilitas masyarakat.
Proses terjadinya gunung meletus diawali dari akumulasi magma di bawah permukaan bumi lalu peningkatan tekanan, hingga kemudian terjadi erupsi. Meskipun letusan gunung api membawa kerusakan, tetapi gunung berapi menjadi bagian penting dalam dinamika geologi bumi.
Berbagai informasi tentang fenomena alam, termasuk terjadinya gunung meletus dapat menambah khazanah ilmu bagi masyarakat secara luas. Informasi ini juga menjadi langkah edukasi bagi masyarakat untuk menyadari proses hingga tanda gunung meletus.
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id







































