Menuju konten utama

Mengenal Tradisi Ramadhan dari Berbagai Daerah dan Negara

Tradisi Ramadhan di berbagai daerah memiliki keunikan tersendiri, dari ritual penyucian diri hingga perayaan meriah yang sarat makna spiritual.

Mengenal Tradisi Ramadhan dari Berbagai Daerah dan Negara
Sejumlah peserta menampilkan visualisasi tradisi 'dandangan' di Kudus, Jawa Tengah, Rabu (16/5/2018). ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

tirto.id - Di berbagai daerah, tradisi di bulan Ramadhan memiliki ciri khas masing-masing. Mulai dari ritual pembersihan diri, membersihkan makam, hingga perayaan yang meriah, setiap tradisi bulan Ramadhan mencerminkan kearifan lokal dengan nilai-nilai spiritual yang diwariskan secara turun temurun.

Tidak hanya di Indonesia, tradisi Ramadhan di berbagai negara juga memiliki keunikan tersendiri, menunjukkan betapa bulan suci ini disambut dengan penuh kegembiraan dan kebersamaan di seluruh dunia.

Tradisi Menjelang dan Selama Ramadhan

Saat tradisi menjelang Ramadhan, masyarakat di berbagai daerah menyiapkan diri dengan ritual yang sarat makna. Tradisi Ramadhan tidak hanya bertujuan untuk menyucikan fisik, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan spiritual.

Di Indonesia, keragaman budaya melahirkan tradisi unik Ramadhan di Indonesia yang tetap lestari hingga kini. Berikut ini beberapa tradisi bulan Ramadhan di Indonesia dari berbagai daerah:

1. Tradisi Nyadran, Jogja dan Jawa Tengah

Masyarakat Jawa memiliki tradisi di bulan Ramadhan bernama Tradisi Nyadran, yakni membersihkan makam leluhur dan berdoa bersama sebelum puasa. Tradisi menjelang Ramadhan ini juga mencakup kenduri dengan kue apem sebagai simbol permohonan ampun, sekaligus merangkul tradisi ruwahan dalam budaya Jawa.

2. Tradisi Nyorong, Betawi (Jakarta)

Di Jakarta, masyarakat Betawi menjalankan tradisi di bulan Ramadhan bernama Nyorong, yaitu mengantarkan bingkisan bahan makanan ke keluarga atau tetangga. Tradisi sebelum puasa di Indonesia ini bertujuan mempererat silaturahmi dan berbagi rezeki jelang ibadah puasa.

3. Tradisi Munggahan, Jawa Barat

Tradisi Ramadhan di Indonesia yang khas di Jawa Barat adalah Munggahan, di mana keluarga berkumpul, makan bersama, dan saling memaafkan. Tradisi munggahan sebelum Ramadhan ini juga sering diiringi ziarah makam untuk mengingatkan pentingnya kesucian hati.

4. Tradisi Dugderan, Semarang

Dugderan adalah tradisi unik Ramadhan di Indonesia yang digelar di Semarang. Festival ini menandai awal puasa dengan arak-arakan Warak Ngendog dan tabuh bedug. Tradisi di bulan Ramadhan ini menjadi simbol kegembiraan menyambut bulan suci.

5. Tradisi Meugang, Aceh

Di Aceh, tradisi menjelang Ramadhan disebut Meugang, di mana masyarakat menyembelih hewan ternak untuk dibagikan ke kaum dhuafa. Tradisi bulan Ramadhan di Indonesia ini mencerminkan semangat berbagi dan syukur atas datangnya bulan puasa.

6. Tradisi Malamang, Sumatera Barat

Malamang merupakan tradisi di bulan Ramadhan yang dilakukan masyarakat Minang dengan memasak lemang secara gotong royong. Tradisi Ramadhan di Indonesia ini sarat makna kebersamaan dan sedekah.

7. Tradisi Padusan, Jawa Tengah dan Jogjakarta

Sebelum puasa, masyarakat Jawa menjalani Padusan. Tradisi padusan dalam budaya Jawa yang melibatkan mandi di sumber air alami. Tradisi di bulan Ramadhan ini diyakini menyucikan fisik dan rohani.

8. Tradisi Megengan, Jawa Timur

Megengan adalah tradisi menjelang Ramadhan di Jawa Timur dengan membagikan kue apem sebagai simbol permintaan maaf. Tradisi Ramadhan di Indonesia ini juga diiringi doa bersama untuk kelancaran ibadah.

TRADISI TAKJIL MASJID JOGOKARIYAN YOGYAKARTA

Petugas menyiapkan takjil untuk berbuka puasa di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Kamis (23/3/2023). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/YU

9. Tradisi Ronjok Poso, Lampung

Di Lampung, tradisi di bulan Ramadhan Ronjok Poso ditandai dengan memasang lampu minyak di depan rumah. Tradisi unik Ramadhan di Indonesia ini melambangkan penerangan hati selama bulan suci.

10. Tradisi Pukul Sapu, Maluku

Pukul Sapu adalah tradisi bulan Ramadhan di Maluku untuk membersihkan desa dengan memukul tanah sambil berzikir. Tradisi di bulan Ramadhan ini bertujuan mengusir energi negatif sebelum puasa.

11. Tradisi Batamat, Kalimantan Selatan

Batamat adalah tradisi Ramadhan di Indonesia berupa khatam Al-Qur’an yang dilakukan anak-anak. Tradisi di bulan Ramadhan ini menekankan pentingnya pendidikan agama sejak dini.

12. Tradisi Tumbilotohe, Gorontalo

Tumbilotohe adalah tradisi unik Ramadhan di Indonesia dengan menyalakan ribuan lampu minyak di malam akhir Ramadhan. Tradisi di bulan Ramadhan ini menyimbolkan cahaya kebijaksanaan.

13. Tradisi Balimau Kasai, Riau

Balimau Kasai adalah tradisi sebelum puasa di Indonesia di Riau, di mana masyarakat mandi dengan air jeruk dan bunga. Tradisi di bulan Ramadhan ini mirip dengan tradisi Padusan di Jawa.

14. Tradisi Dandangan, Kudus

Dandangan adalah pasar malam yang menjadi bagian tradisi Ramadhan di Indonesia sejak era Sunan Kudus. Tradisi di bulan Ramadhan ini menjadi ajang silaturahmi dan belanja kebutuhan puasa.

15. Tradisi Ruwahan, Pura Mangkunegaran (Solo)

Tradisi ruwahan adalah tradisi menjelang Ramadhan di Solo dengan mengirim doa untuk leluhur. Tradisi sebelum puasa di Indonesia ini masih dilestarikan keluarga kerajaan Jawa.

16. Ziarah Kubro, Palembang

Ziarah Kubro adalah tradisi di bulan Ramadhan di Palembang dengan mengunjungi makam ulama. Tradisi Ramadhan di Indonesia ini menjadi momen introspeksi diri.

17. Tradisi Bangsawan Sunda

Tradisi bangsawan Sunda pada zaman kolonial saat Ramadhan dikenal dengan nama malam salikur untuk menyambut lailatulqadar. Tradisi Ramadhan ini biasanya dilakukan para keluarga kaya dengan mendatangkan orang-orang miskin untuk menyantap hidangan berbuka di setiap tanggal ganjil.

18. Tradisi Nyadran dan Ngikis, Priangan

Di Priangan, tradisi Nyadran dan Ngikis di Priangan menggabungkan ziarah makam dengan memotong rambut (ngikis) sebagai simbol penyucian. Tradisi unik Ramadhan di Indonesia ini adalah warisan budaya Menak Sunda.

Tradisi di bulan Ramadhan beragam di setiap daerah, mencerminkan kekayaan budaya dan cara unik masyarakat dalam menyambut bulan suci. Mulai dari tradisi nyadran, tradisi padusan dalam budaya Jawa, hingga tradisi munggahan sebelum Ramadhan, semua tradisi ini memiliki makna mendalam yang terus dijaga dan dilestarikan.

Ilustrasi buka puasa

Ilustrasi buka puasa. FOTO/iStockphoto

Tradisi Ramadhan di Berbagai Negara

Setiap negara dan daerah memiliki cara tersendiri dalam menyambut bulan suci. Berikut ini beberapa tradisi Ramadhan di berbagai negara, meliputi:

1. Tradisi Haq Al Laila di Uni Emirat Arab

Dua minggu sebelum Ramadhan, masyarakat Uni Emirat Arab merayakan Haq Al Laila. Anak-anak berkeliling lingkungan mereka, mengetuk pintu rumah sambil menyanyikan lagu-lagu tradisional, dan menerima permen serta kacang sebagai balasannya. Tradisi ini mirip dengan perayaan Halloween di beberapa negara Barat.

2. Tradisi Chaand Raat di Pakistan

Menjelang akhir Ramadhan, masyarakat Pakistan merayakan tradisi Ramadhan Chaand Raat, malam penampakan bulan sabit yang menandai datangnya Idul Fitri. Pada malam ini, perempuan mengenakan pakaian terbaik, menghias tangan dengan henna, dan berbelanja perhiasan serta aksesoris. Sementara itu, laki-laki sering memberikan hadiah kepada anggota keluarga dan teman-teman.

3. Tradisi Khatm Al-Qur'an di Iran

Tradisi Khatm Al-Qur'an adalah tradisi Ramadhan di Iran, yaitu membaca seluruh Al-Qur'an selama bulan suci. Selain itu, mereka juga mengadakan acara doa bersama dan ceramah agama di masjid-masjid untuk memperdalam pemahaman spiritual.

4. Tradisi Al-Mesaharati di Mesir

Tradisi puasa Ramadhan di Mesir dikenal dengan nama tradisi Al-Mesaharati, di mana seseorang berkeliling kampung atau kota pada dini hari sambil memukul drum kecil untuk membangunkan masyarakat agar bersantap sahur. Meskipun teknologi modern telah menggantikan peran ini, beberapa komunitas masih mempertahankan tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya mereka.

5. Tradisi Iftar Jama'i di Arab Saudi

Di Arab Saudi, selama bulan Ramadhan, masyarakat sering mengadakan Iftar Jama'i, yaitu acara buka puasa bersama di masjid-masjid atau tempat umum. Dalam tradisi Ramadhan ini, makanan dan minuman disediakan secara gratis oleh donatur, dan semua orang, termasuk musafir dan kaum dhuafa, diundang untuk berbuka puasa bersama.

6. Tradisi Garangao di Qatar

Tradisi Ramadhan di Qatar bernama Garangao yang dirayakan pada malam pertengahan Ramadhan. Anak-anak mengenakan pakaian tradisional dan berkeliling lingkungan sambil menyanyikan lagu-lagu khas, mengumpulkan permen dan kacang-kacangan dari tetangga. Tradisi ini mirip dengan perayaan Hag Al Laila di Uni Emirat Arab.

7. Tradisi Bazar Ramadhan di Malaysia

Di Malaysia, Bazar Ramadhan menjadi salah satu tradisi yang dinantikan selama bulan puasa. Pasar sementara ini menjual berbagai jenis makanan dan minuman untuk berbuka puasa, serta pakaian dan pernak-pernik lainnya. Masyarakat berbondong-bondong mengunjungi bazar ini menjelang waktu berbuka untuk membeli hidangan favorit mereka.

Warga Palestina

Warga Palestina yang mengungsi akibat pemboman Israel di Jalur Gaza menyiapkan roti di tenda kamp yang disediakan UNDP di Khan Younis, Rabu, 15 November 2023. (AP Photo/Fatima Shbair)

Dampak Konflik terhadap Tradisi Ramadhan di Timur Tengah

Sayangnya, konflik dan perang yang melanda beberapa negara di Timur Tengah telah mengubah tradisi Ramadhan. Di wilayah-wilayah yang terdampak perang, seperti Suriah dan Yaman, masyarakat menghadapi kesulitan dalam menjalankan ibadah puasa secara normal.

Kekurangan pangan, kerusakan infrastruktur, dan ancaman keamanan membuat tradisi seperti buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah sulit dilaksanakan. Meskipun demikian, semangat dan keteguhan umat Muslim di daerah-daerah tersebut tetap tinggi dalam menjalankan ibadah di tengah keterbatasan.

Tradisi unik Ramadhan di berbagai negara ini mencerminkan keragaman budaya dan cara unik masyarakat dalam menyambut serta menjalani bulan suci. Meskipun berbeda dalam pelaksanaannya, esensi dari tradisi-tradisi ini adalah mempererat kebersamaan, meningkatkan spiritualitas, dan menumbuhkan rasa syukur.

Baca juga artikel terkait TRADISI RAMADHAN DI INDONESIA atau tulisan lainnya dari Robiatul Kamelia

tirto.id - Edusains
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Yulaika Ramadhani