tirto.id - Ceramah kultum Ramadhan hari ke-25 bisa mengangkat tema tentang memakmurkan masjid seperti bulan puasa. Simak referensi contoh teks kultum memakmurkan masjid di dalam artikel ini.
Pada dasarnya, umat Islam bisa melaksanakan berbagai kegiatan selama bulan Ramadan. Saat memasuki hari ke-25, organisasi, pengurus masjid, maupun lembaga keagamaan tertentu dapat mengadakan kegiatan kultum.
Ceramah singkat Ramadhan hari ke-25 pun menjadi salah satu referensi yang dibutuhkan para penceramah. Pemberi materi bisa mengingatkan jemaah dengan kultum memakmurkan masjid seperti bulan puasa karena Ramadan hanya tersisa 5 hari lagi.
Ceramah Kultum Ramadhan Hari ke-25
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Sudah menjadi kondisi umum bahwa ketika bulan Ramadan hampir semua masjid dan musala terlihat penuh, terutama pada awal-awal melaksanakan ibadah puasa. Jemaah dari berbagai kalangan biasanya hadir, mulai dari yang lansia sampai balita.
Bahkan, tidak jarang terlihat banyak masjid yang menggelar saf salat sampai ke halaman. Kondisi ini terjadi jika bagian dalam masjid sudah tidak cukup menampung para jemaah.
Bukan hanya salat wajib lima waktu dan tarawih, tetapi juga berbagai ibadah lainnya. Di antaranya salat sunah, tadarus, kajian, iktikaf, dan buka puasa di masjid.
Kendati demikian, keadaan ini akan berangsur-angsur berkurang setelah bulan puasa Ramadan. Kegiatan-kegiatan keagamaan di masjid kembali berkurang dan saf salat pun akan terlihat menyusut.
Tidak terlihat lagi warga yang tadarus, tidak ada lagi salat malam, kajian Islam berkurang, uang infak, dan zakat pun menipis. Memang menyedihkan jika kita harus membandingkan kondisi masjid di bulan puasa Ramadan dengan kondisi di bulan-bulan selain Ramadan.
Mengapa ini bisa terjadi? Padahal, masjid bagi umat Islam itu sendiri bagaikan air dalam pandangan ikan. Ikan tidak akan bisa bertahan lama dalam hidupnya jika dipisahkan dari air.
Artinya, jiwa atau ruh Islami seorang muslim tidak akan kokoh jika tidak suka ke masjid atau tidak memperoleh pembinaan dari masjid. Seperti dikutip dari laman Kemenag, masjid punya kedudukan yang sangat penting bagi kaum muslimin dalam rangka menguatkan dan memantapkan ruh keislaman.
Dengan begitu, masjid harus dikembangkan ke arah pengokohan jiwa keislaman dari kaum muslimin. Jika kita memakmuran masjid, Allah SWT akan memberikan kehidupan dunia yang lebih baik dan penuh berkah.
Perihal memakmurkan masjid, Allah SWT berfirman:
اِنَّمَا يَعۡمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنۡ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَاَ قَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمۡ يَخۡشَ اِلَّا اللّٰهَ فَعَسٰٓى اُولٰۤٮِٕكَ اَنۡ يَّكُوۡنُوۡا مِنَ الۡمُهۡتَدِيۡنَ
Innamaa ya'muru masaa jidal laahi man aamana billaahi wal yawmil aakhiri wa aqoomas salaata wa aataz zakaata wa lam yakkhsa illal laaha fa'asaaa ulaaa'ika ai yakuunuu minal muhtadiin.
Artinya:
"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk," (QS At-Taubah: 18).
Ayat ini menjelaskan bahwa yang patut memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah. Orang-orang tersebut termasuk kaum yang berserah diri kepada-Nya serta percaya akan datangnya hari akhirat tempat pembalasan segala amal perbuatan.
Di antaranya juga ada orang yang melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Orang-orang ini menjadi golongan hamba yang mendapat petunjuk untuk memakmurkan masjid-Nya.
Banyak hadis yang menjelaskan tentang keutamaan memakmurkan masjid, antara lain sabda Rasulullah SAW berikut.
"Barang siapa membangun masjid bagi Allah untuk mengharapkan keridaan-Nya, niscaya Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah dalam surga," (Riwayat al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi dari 'Utsman bin Affan).
Kemudian, Rasulullah SAW juga bersabda:
"Apabila kamu melihat seseorang membiasakan diri (beribadah) di masjid, maka bersaksilah bahwa ia orang yang beriman," (Riwayat Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-hakim dari Abi Said al-Khudri).
Sesuai penjelasan tersebut, semoga kita semua termasuk golongan kaum dan orang-orang yang suka memakmurkan masjid. Bukan hanya di bulan Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan selain Ramadan.
Aamiin allahumma aamiin.
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Demikian contoh kultum Ramadhan hari ke-25 tentang memakmurkan masjid seperti bulan puasa. Semoga ceramah singkat ini dapat mengingatkan umat Islam agar memakmurkan masjid juga pada bulan selain Ramadan.
Pastikan juga untuk membaca beberapa contoh kultum Ramadhan hari ke-1 hingga ke-30 di laman berikut.
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id

































