Menuju konten utama

Waktu Sholat Rabu Wekasan Safar 2026 Jam Berapa & Tata Caranya?

Jadwal waktu sholat Rabu Wekasan bulan Safar 2026 dapat menjadi rujukan masyarakat. Ketahui tata cara sholat Rabu Wekasan berikut.

Waktu Sholat Rabu Wekasan Safar 2026 Jam Berapa & Tata Caranya?
Ilustrasi Salat. foto/istockphto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Waktu sholat Rabu Wekasan bulan Safar 2026 dilaksanakan jam berapa? Simak jadwal lengkap dan tata cara melaksanakan sholat Rabu Wekasan 2026 serta pandangan ulama tentang Rabu Wekasan.

Rabu Wekasan 2026 merujuk pada hari Rabu terakhir di bulan Safar 1448 Hijriah. Menurut kalender Masehi dan Hijriah, Rabu Wekasan bertepatan dengan hari Rabu, 12 Agustus 2026 atau 28 Safar 1448 Hijriah.

Pada hari tersebut, diyakini bahwa Allah menurunkan ratusan ribu penyakit ke dunia. Sebab itu, masyarakat menyambut Rabu Wekasan dengan mengerjakan beragam amalan. Salah satunya adalah sholat tolak bala, sholat lidaf'il bala, atau sholat Rebo Wekasan.

Jadwal Sholat Rabu Wekasan 2026

Sejumlah ulama menganjurkan umat Islam untuk meminta perlindungan kepada Allah saat Rabu Wekasan. Salah satunya dengan mengerjakan sholat saat Rabu Wekasan. Sholat ini juga bagian dari taqorrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Mengingat Rabu Wekasan jatuh pada 12 Agustus 2026, masyarakat yang memiliki kepercayaan terhadap Rabu Wekasan dapat memulai sejumlah amalan dan tradisi pada Selasa, 11 Agustus 2026, setelah matahari terbenam.

Artinya, sholat Rabu Wekasan bisa saja mulai dilakukan setelah waktu magrib alias kurang lebih sekitar jam 18.00 WIB atau waktu setempat.

Amalan ini merupakan sholat sunah mutlak, maka perlu dikerjakan di luar Awwqatul Nahy atau waktu-waktu terlarang. Mengutip tulisan "Lima Waktu yang Diharamkan" karya Yazid Muttakin dikutip via NU Online, Syekh Muhammad Nawawi Banten dalam kitabnya Kâsyifatus Sajâ menjelaskan kelima waktu-waktu terlarang.

Pertama, rentang waktu mulai terbitnya matahari sampai dengan meninggi sekira ukuran satu tombak.

Kedua, ketika waktu istiwa di mana posisi matahari tepat di atas kepala, sampai dengan tergelincirnya matahari selain pada hari Jumat.

Ketiga, ketika matahari berwarna kekuning-kuningan sampai dengan tenggelam.

Keempat, setelah melakukan shalat subuh sampai dengan terbitnya matahari.

Kelima, setelah melakukan shalat ashar sampai dengan tenggelamnya matahari. Selain waktu-waktu terlarang di atas, maka sholat sunah mutlak Rabu Wekasan boleh dokerjakan.

Dalam hal ini, para ulama memiliki pandangan yang berbeda tentang sholat Rabu Wekasan. Menukil tulisan "Amalan Shalat Sunnah pada Rabu Wekasan dan Doanya Dilengkapi Artinya" karya Annisa Rahma via NU Online, Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH M Djamaluddin Ahmad menganjurkan pelaksanaan shalat sunah mutlak saat Rabu Wekasan.

Keterangan ini termuat dalam kitab Al-Risalah Al-Badi'ah halaman 83. Shalat mutlak tersebut, dikerjakan sebagaimana shalat-shalat sunah lainnya.

Hal senada juga diterangkan oleh Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Makki dalam kitab Kanz an-Najah wa al-Surur. Sholat Rebu Wekasan boleh dikerjakan dengan catatan tidak boleh diniatkan untuk Rabu Wekasan. Namun, salat Rabu Wekasan dapat diniatkan sebagai salat sunah mutlak.

Sementara, KH Hasyim Asy'ari pendiri Nahdlatul Ulama menyatakan hukum salat Rabu Wekasan adalah haram. Terlepas dari perbedaan pendapat para ulama, kaum muslim yang menjalankan salat tolak bala Rabu Wekasan semata-semata meminta keselamatan kepada Allah Swt.

Tata Cara Sholat Rabu Wekasan 2026

Sholat sunah mutlak Rabu Wekasan 2026 dikerjakan 4 rakaat dengan formasi 2 rakaat 1 salam. Setelah sholat, umat Islam diajurkan untuk melafalkan doa yang berisi memohon perlindungan kepada Allah.

Adapun tata cara sholat Rabu Wekasan 2026 perlu dicermati oleh masyarakat. Secara umum, pelaksanaan sholat Rabu Wekasan seperti salat sunah 2 rakaat pada umumnya.

Berikut tata cara sholat sunah mutlak Rabu Wekasan 2026:

A. Rakaat Pertama

1. Membaca niat salat tolak bala Rabu wekasan.

أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab Latinnya:

Ushallî sunnatan rak’ataini lillâhi ta’âla.

Artinya:

"Saya niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah ta’ala".

2. Melakukan takbiratulihram seraya mengucapkan niat di atas dalam hati.

3. Membaca Surah Al-Fatihah.

4. Membaca surah pendek meliputi Surah Al-Kautsar 17 kali, Surah Al-Ikhlas 5 kali, Surah Al-Falaq 1 kali, dan Surah An-Nas 1 kali.

5. Rukun dengan tumakninah seraya membaca bacaan:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ

Arab Latinnya:

Subhaana rabbiyal ‘adzhiimi. Subhaana rabbiyal ‘adzhiimi. Subhaana rabbiyal ‘adzhiimi.

Artinya:

“Maha Suci Allah Rabbku Yang Maha Agung, Maha Suci Allah Rabbku Yang Maha Agung, Maha Suci Allah Rabbku Yang Maha Agung.”

6. Iktidal dengan tumakninah seraya membaca bacaan berikut:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Arab Latinnya:

Sami'allahu liman hamidah.

Artinya: "Allah SWT mendengar orang yang memujinya".

7. Sujud pertama dengan membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎

Bacaan Latinnya:

Subhaana rabbiyal a'la wa bihamdihi. Subhaana rabbiyal a'la wa bihamdihi. Subhaana rabbiyal a'la wa bihamdihi.

Artinya:

"Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya".

8. Duduk di antara dua sujud sembari membaca:

رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى

Bacaan Latinnya:

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya:

"Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku"

9. Sujud kedua.

10. Duduk sejak atau duduk istirahat sebelum mengerjakan rakaat kedua.

B. Rakaat Kedua

1. Membaca Surah Al-Fatihah.

2. Membaca surah pendek meliputi Surah Al-Kautsar 17 kali, Surah Al-Ikhlas 5 kali, Surah Al-Falaq 1 kali, dan Surah An-Nas 1 kali.

3. Rukuk dengan tumakninah seraya membaca bacaan:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ

Arab Latinnya:

Subhaana rabbiyal ‘adzhiimi. Subhaana rabbiyal ‘adzhiimi. Subhaana rabbiyal ‘adzhiimi.

Artinya:

“Maha Suci Allah Rabbku Yang Maha Agung, Maha Suci Allah Rabbku Yang Maha Agung, Maha Suci Allah Rabbku Yang Maha Agung.”

4. Iktidal dengan tumakninah seraya membaca bacaan berikut:

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Arab Latinnya:

Sami'allahu liman hamidah.

Artinya: "Allah SWT mendengar orang yang memujinya".

5. Sujud pertama dengan membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎ سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎

Bacaan Latinnya:

Subhaana rabbiyal a'la wa bihamdihi. Subhaana rabbiyal a'la wa bihamdihi. Subhaana rabbiyal a'la wa bihamdihi.

Artinya:

"Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya".

6. Duduk di antara dua sujud sembari membaca:

رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى

Bacaan Latinnya:

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii.

Artinya:

"Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku"

7. Sujud kedua.

8. Tasyahud akhir dan salam.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Arab Latinnya:

At-tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. As-salaamu’ alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu’ alaina wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.

Allaahumma shalli’alaa muhammad, wa’alaa aali muhammad kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. Wabaarik ’alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad. Kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil’aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya:

Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad.Seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya.

Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.

C. Berdiri kembali untuk mendirikan shalat sunah mutlak rabu wekasan kedua seperti tata cara rakaat pertama hingga rakaat keempat.

D. Doa Shalat Sunah Mutlak Rabu Wekasan

اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

Arab Latinnya:

Allȃhummaftah lanȃ abwȃbal khair, wa abwȃbal barakah, wa abwȃban ni‘mah, wa abwȃbar rizqi, wa abwȃbal quwwah, wa abwȃbas shihhah, wa abwȃbas salȃmah, wa abwȃbal ‘ȃfiyah, wa abwȃbal jannah. Allȃhumma ‘ȃfinȃ min kulli balȃ’id dunyȃ wa ‘adzȃbil ȃkhirah, washrif ‘annȃ bi haqqil Qur’ȃnil ‘azhȋm wa nabiyyikal karȋm syarrad dunyȃ wa ‘adzȃbal ȃkhirah. Ghafarallȃhu lanȃ wa lahum bi rahmatika yȃ arhamar rȃhimȋn. Subhȃna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mȃ yashifūn, wa salȃmun ‘alal mursalȋn, walhamdulillȃhi rabbil ‘ȃlamȋn.

Artinya:

“Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Zat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam”.

Info lebih lanjut tentang Rabu Wekasan dapat diakses pembaca melalui tautan di bawah ini:

Artikel Rabu Wekasan

Baca juga artikel terkait REBO WEKASAN atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo