tirto.id - Per hari ini, Jumat, 28 November 2025, wilayah Aceh masih terdampak banjir, yang salah salah satunya merupakan imbas cuaca ekstrem. Puluhan orang meninggal, kabar orang hilang juga disiarkan.
Pada Kamis (27/11), Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor selama 14 hari.
Penetapan status tanggap darurat bencana dilakukan setelah 20 dari 23 kabupaten/kota di Aceh terendam banjir. Akses jalan raya dan aliran listrik di sejumlah wilayah juga terputus.
Beberapa wilayah seperti Aceh Utara dan Aceh Tamiang dinyatakan sebagai wilayah terisolir usai akses jalan menuju ke sana terputus akibat banjir.
Menukil keterangan BMKG melalui kanal Instagram resminya, situasi tersebut terjadi di tengah Ex-Siklon Tropis Senyar yang kini melanda wilayah Aceh, yang diprakirakan masih terus terjadi hingga Sabtu (29/11).
Sebelumnya, cuaca ekstrem terpengaruh Bibit Siklon Tropis 95B yang teridentifikasi pada Sabtu (21/11/2025), lalu sempat berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar.
Berita Terbaru Banjir di Aceh, Penanganan, & Update Korban
Berdasarkan update terbaru pada Jumat, Kabupaten Aceh Utara menjadi salah satu yang paling parah terdampak banjir. Mayoritas infrastruktur publik di sana lumpuh akibat banjir.
"Hampir seluruh Kabupaten Aceh Utara lumpuh total akibat bencana banjir," tutur Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli, dikutip dari Antara.
Akibat banjir tersebut, infrastruktur, lahan pertanian, tambah, dan perkebunan di Aceh Utara lumpuh. Area pemukiman juga tergenang air. Jaringan internet juga terputus.
Lumpuhnya akses jalan raya juga terjadi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Akses jalan raya ke dua kabupaten itu dilaporkan putus total akibat tanah longsor.
"Semua tidak bisa lagi dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Sehingga Aceh Tengah hari ini betul-betul terkepung [terputusnya] akses masuk," tutur Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, dikutip dari Antara.
Sementara itu, dari Aceh Timur hingga Bireuen, akses listrik terputus akibat rusaknya 12 tower SUTT 150 kV, 9 di antaranya roboh karena banjir.
Telkom Group juga melaporkan sebanyak 14 STO di Aceh terganggu akibat banjir per Kamis (27/11). STO merupakan pusat operasi perangkat layanan komunikasi, infrastruktur fiber optic, tower, dan BTS.
Sejumlah sekolah di Aceh juga terpaksa memberhentikan kegiatan belajar mengajar usai infrastruktur sekolah rusak karena banjir dan tanah longsor.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terdampak agar kegiatan belajar mengajar bisa kembali dimulai.
"Kami terus berkoordinasi agar proses pembelajaran bagi siswa tetap terjamin," kata Suharti pada Jumat, dikutip dari Antara.
Per Jumat pagi, korban meninggal di Provinsi Aceh telah tercatat sebanyak 22 jiwa. Dari total korban yang sudah teridentifikasi itu, 15 jiwa di antara berasal dari Aceh Tengah, 4 di antaranya dari Aceh Utara, 1 jiwa dari Bener Meriah, dan 2 lainnya merupakan warga Aceh Tenggara.
Salah satu korban meninggal dari Aceh Utara tersebut terkonfirmasi merupakan warga Gampong Jrat Manyang bernama M Afdalil (27). Ia meninggal dua setelah terseret arus banjir dan ditemukan 50 meter dari tempat ia pertama hanyut.
"Korban sempat hendak ditolong warga lain, namun [karena] derasnya arus korban tidak tertolong," kata Kapolsek Tanah Jambo Aye, Iptu Agus Alfian Halomoan, dikutip dari Antara.
Jumlah korban jiwa akibat banjir tersebut dapat bertambah seiring proses evakuasi yang kini terus dilakukan.
Banjir dan tanah longsor yang melanda mayoritas wilayah Aceh juga menyebabkan 3.817 kepala keluarga (KK) atau 119.988 jiwa terdampak. Sebanyak 20.759 di antaranya telah mengungsi.
Tim evakuasi gabungan hingga kini terus melakukan proses evakuasi dan mitigasi bencana di berbagai daerah.
"Walaupun dengan minimnya personel yang kami miliki dan luasnya wilayah yang terdampak banjir di Provinsi Aceh, kami seluruh tim SAR gabungan akan berupaya semaksimal mungkin untuk menjangkau dan mengevakuasi seluruh masyarakat," tulis keterangan Kantor SAR Kelas A Banda Aceh di Instagram pada Kamis.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id





























