tirto.id - Banjir bandang di Sibolga dan Tapanuli Tengah (Tapteng) masih terjadi hingga hari ini, Jumat, 28 November 2025. Simak update terbaru korban bencana banjir.
Sibolga dan Tapteng termasuk dalam daftar wilayah terparah yang terdampak banjir dan longsor. Berdasarkan data sementara yang dirilis BPBD Sumut pada Kamis malam (27/11), 17 orang dilaporkan meninggal di Sibolga. Sementara, empat orang dilaporkan meninggal di Tapteng.
Pemerintah mendirikan posko nasional dalam rangka percepatan penanganan bencana banjir Sumut dan longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara pada Kamis malam(27/11).
Guna menangani bencana banjir dan longsor, Polda Sumatera utara melalui unggahan instagram @poldasumaterautara tengah mengerahkan 1.030 personel. Adapun fokus utama penanganan bencana mencakup evakuasi, pencarian korban, buka akses terputus, dan distribusi bantuan.
Polda Sumut mencatat 221 titik lokasi kejadian bencana banjir dan longsor. Bencana tersebut menyebabkan 1.168 jiwa mengungsi dan 88 orang masih dicari.
Update Terbaru Korban Banjir Sibolga
Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut, 47 orang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi. Data ini diperbarui pada Kamis malam (27/11).
Dari total jumlah tersebut, 17 korban meninggal merupakan warga Sibolga yang mayoritas berasal dari Kecamatan Sibolga Selatan.
Melansir unggahan @poldasumaterautara, Sat Brimob Polda Sumut beserta tim gabungan melakukan pembersihan material longsor di 23 titi dari Desa Lobupining menuju Desa Adiankoting Julu, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara atau di jalan lintas Tarutung - Sibolga).
Kota Sibolga termasuk dalam daftar wilayah yang diterjang banjir bandang dan tanah longsor di provinsi Sumatera Utara. Selain banjir Sibolga, tiga wilayah lainnya yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, banjir di Kota Sibolga mengalir cukup deras dan menghantam rumah, menyeret kendaraan hingga infrastruktur lain yang dilewatinya. Arus banjir juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan dan sampah rumah tangga.
Selain banjir, Sibolga juga mengalami longsor di sejumlah titik yang mencakup Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga dan Sibual-buali di Kecamatan Sibolga Utara.
Berikutnya Kelurahan Parombunan dan Aek Mani di Kecamatan Sibolga Selatan, Kelurahan Pancuran Bambu, Pancuran Dewa dan Pancuran Kerambil di Kecamatan Sibolga Sambas. Selanjutnya Kelurahan Pasar Belakang, Pasar Baru dan Pancuran Gerobak di Kecamatan Sibolga Kota.
Update Terbaru Korban Banjir Tapteng
Hingga Kamis siang (27/11) banjir dan longsor masih terus terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang meliputi Kecamatan Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, Kolang, Tapian Nauli, Sitahuis, Pinangsori, dan Pandan.
Per Kamis malam (27/11), data BPBD Sumut menyebutkan 4 orang meninggal dunia di Tapteng. Selain korban jiwa, banjir juga berdampak pada infrastruktur jalan gangguan komunikasi.
Di wilayah Tapanuli Utara, terdapat 3 orang yang dilaporkan meninggal dan 5 warga dilaporkan hilang.
Sementara itu, 11 kecamatan di Tapanuli Selatan mengalami bencana banjir dan longsor. Wilayah tersebut mencakup Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tano Tombangan Angkola, Angkola Muaratais.
Seturut laporan Antaranews, BPBD Tapanuli Selatan per Jumat (28/11) melaporkan 20 orang meninggal dunia, dengan rincian: 1 orang di Kecamatan Sipirok, 1 orang di Kecamatan Angkola Barat, 18 orang di Kecamatan Batangtoru.
Kemudian, korban luka-luka tercatat 1 orang luka berat di Sipirok, 1 luka berat di Angkola Barat, dan 36 luka ringan hingga berat di Batang Toru dan sekitarnya. Kemudian, 3000 orang juga dilaporkan mengungsi ke tempat aman.
Kemudian, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendirikan posko nasional dalam rangka percepatan penanganan bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara pada Kamis malam(27/11).
BPBD menjadwalkan pengangkutan logistik melalui helikopter ke daerah bencana dapat dilakukan mulai Jumat pagi (28/11). Tim gabungan dari TNI-Polri, BPBD, dan Satpol PP juga dikerahkan untuk membuka akses ke lokasi bencana.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id

































