Menuju konten utama

Titik Banjir Sumatera Barat Hari Ini & Update Situasi 28 Nov

Pantauan terbaru titik banjir di Sumatera Barat hari ini, 28 November. Update kondisi cuaca, wilayah terdampak dan jumlah korban di sini.

Titik Banjir Sumatera Barat Hari Ini & Update Situasi 28 Nov
Warga melihat dua unit mobil yang terseret banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). BPBD Padang mencatat, sebanyak lima orang tewas akibat banjir bandang di Sungai Lubuk Minturun itu, sementara sejumlah rumah dilaporkan hanyut dan sejumlah kendaraan rusak terseret banjir. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.

tirto.id - Titik banjir Sumatera Barat hari ini, Jumat (28/11) terpantau masih tersebar di beberapa tempat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberi peringatan dini cuaca ekstrem untuk daerah Sumbar hingga 29 November besok.

Terhitung hingga Kamis (27/11/2025) siang pukul 13.05 WIB ada sembilan orang yang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah di provinsi tersebut.

Pemerintah Provinsi Sumbar telah menetapkan status Tanggap Darurat bencana hingga 8 Desember 2025.

Titik Banjir Sumatera Barat Hari Ini & Update Situasi 28 Nov

Sembilan meninggal dunia akibat banjir di Sumatera Barat, yaitu satu orang di Kabupaten Pasaman Barat, tiga di Kabupaten Agam, dan lima lainnya di Kota Padang.

Menurut BPBD Sumbar ada 13 titik banjir di Sumbar, yaitu:

  1. Kabupaten Padang Pariaman
  2. Kota Padang
  3. Tanah Datar
  4. Agam
  5. Pesisir Selatan
  6. Kabupaten Solok
  7. Kota Pariaman
  8. Pasaman Barat
  9. Kota Bukittinggi
  10. Kota Solok
  11. Padang Panjang
  12. Limapuluh Kota
  13. Pasaman
Dari 13 daerah itu, daerah yang paling parah terdampak banjir adalah Padang Pariaman, sedangkan Kabupaten Agam terparah dampak longsor. Daerah lainnya yang tergolong parah adalah Kota Padang, yang mengalami banjir di 7 kecamatan.

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat, Ilham Wahab menyebut jumlah korban berpotensi bertambah mengingat proses pencarian masih berlangsung di berbagai lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

"Hingga siang ini tercatat sembilan orang meninggal di beberapa titik. Dari catatan kami, angka ini ada kecenderungan bertambah walaupun kita berharap jangan ada lagi korban," terang Ilham dikutip Antara (27/11).

Tim gabungan dari BPBD provinsi, kabupaten dan kota, Basarnas Padang, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat terus berupaya mengevakuasi dan mencari warga yang dilaporkan hilang, meski jumlah pasti korban hilang belum dapat dipastikan.

Di Kota Solok, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 598 kepala keluarga atau 3.362 warga terdampak banjir akibat meningkatnya debit air Sungai Batang Lembang dan Batang Gawan sejak 26 November 2025.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menyebut 224 rumah terdampak dan 11 warga telah dievakuasi. Ia mengimbau warga agar tetap waspada, menghindari aktivitas di sekitar sungai, dan menyiapkan dokumen serta kebutuhan darurat mengingat debit air masih terus meningkat.

Di Kota Padang, curah hujan tinggi sejak 24 November turut memicu berbagai bencana, termasuk pohon tumbang di 13 lokasi, tanah longsor di enam lokasi, banjir di 18 titik, serta banjir bandang di satu wilayah yang tersebar di 11 kecamatan.

BPBD Kota Padang melaporkan sejumlah kerusakan, di antaranya dua rumah rusak berat, 61 rusak sedang, 17 rusak ringan, satu mushola rusak berat, serta kerusakan dua petak sawah.

Akses transportasi juga terganggu akibat jalan putus sepanjang 60 meter. Selain itu, delapan intake PDAM mengalami kerusakan sehingga 100.000 pelanggan kehilangan suplai air bersih. Total warga terdampak di Kota Padang mencapai 27.138 jiwa atau 10.811 kepala keluarga.

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota Padang telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, mulai 25 November hingga 8 Desember 2025.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa banjir bandang yang terjadi merupakan fenomena tidak biasa karena membawa material lumpur, kayu, dan batu dengan arus yang sangat deras.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Sumbar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih terjadi hingga 29 November 2025.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh keberadaan bibit siklon tropis 95B yang terdeteksi di Selat Malaka sejak 21 November 2025, serta pengaruh Indeks Dipole Samudra Hindia (IOD) bernilai negatif yang meningkatkan suplai uap air dan membuat atmosfer menjadi lebih labil.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra