tirto.id - Baru satu tahun Sekolah Rakyat berdiri, sudah banyak prestasi diraih oleh peserta didiknya. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan ada ratusan prestasi level nasional hingga internasional yang sudah diraih murid-murid Sekolah Rakyat dari seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah selama satu tahun beroperasi, sudah ratusan prestasi yang ditorehkan oleh siswa Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul dalam acara Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/2026).
"Ada prestasi tingkat daerah, tingkat provinsi, tingkat nasional, dan ada juga prestasi di tingkat internasional," tambahnya.
Dia mencatat, murid-murid Sekolah Rakyat sudah berhasil menorehkan 4 prestasi di tingkat internasional, 71 tingkat regional, dan 674 tingkat nasional. Tak hanya itu, mereka juga meraih 513 prestasi tingkat provinsi, 842 tingkat kabupaten/kota, 89 tingkat kecamatan, dan 1.347 tingkat sekolah.
"Banyak sekali Bapak-Ibu sekalian dari anak-anak yang sebelumnya putus harapan dan sekarang mereka sudah berprestasi," ujar Gus Ipul.
Karakter murid-murid Sekolah Rakyat juga berkembang siginifikan usai setahun menjalani pendidikan. Gus Ipul melihat perubahan itu pada tingginya kepercayaan diri, kedisiplinan, dan optimisme mereka.
Perubahan prositif itu pun terlihat dari penampilan para peserta didik tahun pertama dalam acara Open House Sekolah Rakyat Sukoharjo. Di depan para hadirin, mereka tampil percaya diri di atas panggung, mempersembahkan beragam pertunjukan. Ada baris variasi, silat, drama musikal, paduan suara, deklamasi puisi, hingga penyampaian pidato dengan bahasa Inggris, Arab, Mandarin, dan Korea.
Gus Ipul dan sejumlah hadirin bahkan tak kuasa menahan air mata, saat salah seorang siswa membacakan puisi bertajuk "Dari Jamu Nguter dan Gamelan Wirun Kami Belajar".
Para orang tua maupun peserta didik pun bertambah optimistis memandang Sekolah Rakyat sebagai jalan yang tepat guna meraih cita-cita di masa depan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.
Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Mulyadi, orang tua Khustimah, murid Sekolah Rakyat Sukoharjo yang menempuh pendidikan tingkat SMA.
Mulyadi mengaku amat bersyukur putrinya bisa melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Apalagi Khustimah sempat terpaksa berhenti sekolah selama satu tahun akibat kendala ekonomi.
Mencari nafkah dari bekerja sebagai juru kunci makam sejak 2002 lalu, Mulyadi kini hanya memiliki penghasilan Rp350 ribu per bulan. Tambahan pendapatan baru ada saat ia melayani keluarga yang berziarah.
Penghasilan Mulyadi benar-benar terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Khustimah bahkan sempat harus membantu sang ayah bekerja membersihkan makam untuk mencari tambahan penghasilan.
"Ya anak saya biar bisa masuk sekolah sini kan, biar bisa neruskan sekolahnya, biar bisa bantu. Besok kalau sudah lulus, [harapan saya] biar membantu orang tuanya gitu," kata Mulyadi.
Banyak keluarga lain memiliki nasib tidak jauh berbeda dari Mulyadi dan anaknya. Mereka belum menerima manfaat maksimal dari pembangunan, kelompok yang oleh Gus Ipul disebut sebagai the invisible people dan hendak dijangkau oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Sekolah Rakyat.
Keberadaan Sekolah Rakyat Sukoharjo tak hanya mendapat sambutan positif dari orang tua murid, tapi juga pemerintah daerah. Plt. Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Kemensos yang memilih daerahnya sebagai salah satu kabupaten lokasi Sekolah Rakyat permanen.
"Kepercayaan ini menjadi amanah yang akan kami jaga sebaik-baiknya melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, tenaga pendidik, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan," kata Eko.
Dia menilai Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak Indonesia yang sempat kesulitan mendapatkannya.
"Masa depan adalah hak bagi setiap anak bangsa tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi," tegasnya.
Sebagai informasi, Gus Ipul mengunjungi Sekolah Rakyat Sukoharjo bersama sejumlah pejabat pusat dan daerah. Di antaranya Wamensos Agus Jabo, Sekjen Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Kadinsos Jawa Tengah Imam Maskur, unsur-unsur Forkopimda Kabupaten Sukoharjo, dan lain sebagainya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id





























