Menuju konten utama

Situasi Terkini Banjir Sibolga & Tapanuli 27 November 2025

Laporan terbaru banjir Sibolga & Tapanuli 27 November 2025. Cek data korban, kerusakan, kawasan terdampak, serta analisis cuaca dari BMKG.

Situasi Terkini Banjir Sibolga & Tapanuli 27 November 2025
Evakuasi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. tirto.id/Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Banjir terjadi di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli, Sumatera Utara. Situasi terkini yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat empat wilayah yang masih terendam banjir dan tanah longsor.

Empat wilayah di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, dilanda bencana banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem yang terjadi berturut-turut pada Senin (24/11) dan Selasa (25/11).

Update Banjir Sibolga & Tapanuli Hari Ini, 8 Orang Meninggal Dunia

Untuk update hari ini, pemerintah akan menggelar rapat terbatas lintas kementerian untuk membahas percepatan penanganan kondisi darurat bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso membenarkan bahwa rapat tingkat menteri akan digelar pada siang nanti dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

“Betul, kita akan rapat tingkat menteri membahas bencana di beberapa wilayah, khususnya Sumatera, dengan beberapa gubernur dan bupati yang terdampak,” ujarnya, dikutip Antaranews.

Dia menjelaskan rapat dijadwalkan berlangsung pukul 13.00 WIB nanti di Ruang Pusdalops Graha BNPB, Jakarta Timur, dan diikuti jajaran kementerian teknis bersama pimpinan Basarnas, BNPB, BMKG, TNI/Polri, serta gubernur bupati dan wali kota.

Forum tersebut digelar untuk mengevaluasi langkah darurat dan mempercepat dukungan logistik, evakuasi, serta pemulihan awal di wilayah terdampak bencana cuaca hujan ekstrem dalam sepekan terakhir.

Dampak Banjir per Rabu 26 November 2025 Malam

Data sementara per Rabu (26/11) malam mencatat lebih dari 1.902 keluarga terdampak, dengan jumlah terbesar berada di Kecamatan Kolang sebanyak 1.261 keluarga. Basarnas mengkonfirmasi satu keluarga beranggotakan empat orang di daerah itu meninggal akibat tertimbun longsor.

Kemudian di Kabupaten Tapanuli Selatan, banjir bandang dan longsor melanda wilayah Aek Ngadol, Hutagodang, Garoga, Batuhoring, dan Hapesong Baru di Kecamatan Batang Toru. Basarnas mencatat ada enam warga meninggal akibat banjir bandang dan tujuh warga terdampak longsor di Parsariran, Hapesong Baru.

Sementara itu, di Kota Sibolga, dampak paling signifikan terjadi di Kecamatan Sibolga Selatan. Delapan warga dinyatakan meninggal dunia dan 21 orang dilaporkan hilang berdasarkan laporan yang diterima posko SAR hingga Rabu malam.

Untuk mendukung penanganan pengungsi, Kantor SAR Nias memastikan sedikitnya tiga lokasi pengungsian telah beroperasi, yaitu GOR Pandan di Tapanuli Tengah, gedung SMPN 5 Parombunan di Kota Sibolga, serta RS Bhayangkara Batang Toru dan titik pengungsian desa setempat di Tapanuli Selatan.

Daerah yang Terdampak Banjir per Rabu Malam

Banjir merendam beberapa kelurahan, termasuk Angin Nauli, Aek Muara Pinang, Aek Habil, Pasar Belakang, dan Pasar Baru, dengan arus kuat yang menyeret rumah, kendaraan, serta membawa material lumpur, batang pohon, dan puing bangunan.

Longsor juga terjadi di sejumlah titik seperti Angin Nauli, Simare-mare, Hutabarangan, Huta Tonga, Sibual-buali, dan beberapa kelurahan lain yang tersebar di empat kecamatan. Satu warga dilaporkan luka-luka dan tiga rumah, serta satu ruko mengalami kerusakan.

Situasi lebih parah terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan. Banjir dan tanah longsor menelan delapan korban jiwa, melukai 58 orang, dan memaksa 2.851 warga mengungsi.

Bencana ini berdampak pada 11 kecamatan, termasuk Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, hingga Angkola Muaratais.

Di Tapanuli Utara, sedikitnya 50 rumah terdampak dan dua jembatan putus akibat longsor. Tim BPBD di wilayah tersebut telah merekomendasikan jalur alternatif Pangaribuan–Silantom bagi warga untuk menunjang mobilitas sementara.

Di Tapanuli Tengah, banjir melanda 1.902 rumah di sembilan kecamatan, termasuk Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, dan Barus. BPBD setempat bersama tim gabungan telah mendirikan tenda pengungsian dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga.

Apa Penyebab Banjir Sibolga dan Tapanuli?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta menjelaskan bahwa bencana ini dipengaruhi oleh dua sistem cuaca signifikan, yaitu Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka.

Keduanya mempengaruhi peningkatan pembentukan awan konvektif dan penarikan massa udara basah sehingga memicu hujan ekstrem di wilayah Aceh hingga Sumatera Utara.

Kondisi ini turut berdampak pada gelombang tinggi 1,25–4 meter di beberapa perairan, termasuk Selat Malaka bagian utara dan timur wilayah Sumatera, serta Samudra Hindia barat Aceh–Nias.

BNPB menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau situasi di seluruh wilayah Tapanuli Raya dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan darurat.

Masyarakat diminta lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di daerah rawan, terutama di sekitar lereng perbukitan, bantaran sungai, atau zona rentan longsor, diimbau untuk segera mengungsi ke tempat aman apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam.

Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra