tirto.id - Gunung Semeru di Jawa Timur telah mengalami erupsi sejak hari Rabu (19/11/2025). Update kondisi aktivitas vulkanik erupsi Semeru hari ini masih dalam level IV (Awas). Lantas, bagaimana status dan evakuasi pendakinya?
Menurut laporan Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, erupsi Semeru awalnya terjadi pukul 14.13 WIB. Awan panas secara beruntun meluncur dengan amplitudo 37 mm tanpa diketahui jaraknya.
Kondisi awal bencana tersebut menyebabkan status aktivitas Gunung Semeru berubah dari level III (Siaga) ke level IV (Awas). Dikutip dari laman ESDM, masyarakat pun tak boleh beraktivitas di sepanjang Sungai Besuk Kobokan sejauh 20 kilometer dari pusat erupsi.
Data kegempaan dalam peristiwa erupsi Semeru terbaru per 19-20 November 2025 mencatat adanya 179 kali gempa letusan. Berikut keterangan lengkap mengenai update Semeru hari ini, Jumat (21/11/2025).
Update Erupsi Semeru Hari Ini
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan informasi bahwa tingkat kegempaan dan intensitas erupsi Semeru hari ini masih tergolong tinggi. Cuaca di sekitarnya pun mayoritas ditutupi oleh kabut serta diselimuti awan mendung.
Data di atas mencakup aktivitas erupsi Semeru per Jumat, 21 November 2025, pukul 00.00-06.00 WIB. Penampakan Gunung Semeru saat ini bisa dipantau secara langsung melalui laman berikut:
Gambaran Kondisi Erupsi Semeru Terbaru di MAGMA
Selama enam jam, tercatat bahwa tidak ada asap dari kawah Jonggring Saloko dalam pengamatan. Kondisi ini memiliki kemungkinan terjadi lantaran awan mendung dan hujan yang berlangsung pada Kamis (20/11) malam.
Pihak terkait menerangkan bahwa atmosfer di sekitar lokasi lembap karena curah hujan. Dengan suhu udara stabil sekitar 23-23,7 derajat celcius, Gunung Semeru masih dalam kondisi erupsi aktif.
Berdasarkan data terbaru, mulai pukul 00.00-06.00 WIB, ada 45 kali erupsi maupun letusan. Seismograf memperlihatkan angka amplitudo kisaran 10 sampai 22 mm dengan durasi 58 hingga 184 detik.
Ada juga 6 kali gempa guguran (2-4 mm) selama 40-74 detik dan 8 kali gempa hembusan (2-4 mm) selama 34-69 detik. Terdapat pula 5 gempa tektonik dengan amplitudo 4-8 mm yang memiliki selisih 14-16 detik dan durasi 25-53 detik.
Status dan Evakuasi Pendaki Semeru
Data terbaru memperlihatkan status erupsi Semeru masih belum memasuki kondisi stabil. Aktivitas kegempaan hingga suplai magma masih terjadi sehingga statusnya level IV (Awas).
Peristiwa ini menyebabkan aktivitas pendakian Gunung Semeru ditutup. Menurut pihak BBTN Bromo Tengger Semeru di akun Instagram, langkah ini diterapkan untuk menjaga keselamatan bersama.
Di sisi lain, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, memastikan bahwa 129 pendaki dari Ranu Kumbolo sudah diarahkan ke Ranupani pada Kamis (20/11).
Ia menyampaikan bahwa total evakuasi mencakup 187 orang, termasuk orang yang bukan pendaki. Di antaranya ada petugas TNBTS, penyelamat, Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST), dan porter.
"Saat ini mereka sedang perjalanan menuju Ranupani," ujar Rudijanta Tjahja dalam video, seperti dikutip dari Antara.
Selain itu, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan adanya evakuasi 300 warga Kabupaten Lumajang pada Rabu (19/11) malam. Mereka adalah masyarakat Desa Supit Urang, Desa Penanggal, dan Desa Oro-Oro Ombo.
Jumlah tersebut kemungkinan bertambah pada hari ini, mengingat pendataan masih dilakukan oleh pihak tim lapangan. BNPB turut memonitor aktivitas erupsi dan membantu pemerintah untuk penanganan dampak daruratnya.
Ingin membaca berita terbaru lainnya seputar Gunung Semeru dan aktivitas erupsi yang belakangan ini terjadi? Pastikan untuk terus memantau berita aktualnya di laman berikut.
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Indyra Yasmin
Masuk tirto.id





























