Mengenal Seismometer/Seismograf: Pengertian, Sejarah & Kegunaannya

Penulis: Maria Ulfa - 2 Mar 2022 09:52 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Seismometer juga disebut sebagai seismograf, yang mana seismograf umumnya mengacu pada seismometer dan alat perekamnya sebagai satu kesatuan.
tirto.id - Aktivitas gempa dapat direkam menggunakan alat yang bernama seismometer atau seismograf. Seismometer berasal dari bahasa Yunani yaitu seismos artinya gempa bumi dan metero artinya mengukur.

Dengan demikian, seismometer adalah alat atau sensor getaran yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah.

Hasil rekaman dari alat ini disebut seismogram. Seismograf umumnya mengacu pada seismometer dan alat perekamnya sebagai satu kesatuan.

Mengutip modul Gempa dan Mitigasinya SMP Kelas VIII, prinsip kerja seismograf mengembangkan kerja dari bandul sederhana. Ketika mendapatkan usikan atau gangguan dari luar seperti gelombang seismik maka bandul akan bergetar dan merekam datanya seperti grafik.

Ada pola yang sama menyerupai gerakan bolak-balik dari grafik yang terekam dalam seismograf. Gerakan bolak-balik tersebut dinamakan getaran.

Sejarah Seismometer atau Seismograf


Pada pertengahan abad ke-18, gempa bumi diukur dengan instrumen yang bernama seismokop.
Seismokop adalah peralatan perekam gempa yang paling primitif.

Seismokop terdiri dari sebuah kontainer sederhana berisi air atau air raksa. Ketika terjadi gempa, cairan tersebut akan bergerak naik-turun akibat getaran gempa yang terjadi.

Namun, seismoskop tidak mencatat waktu osilasi tanah tetapi hanya menunjukkan bahwa guncangan telah terjadi. Seorang sarjana Cina,Zhang Heng, menemukan alat semacam itu sejak 132 M.

Alat itu berbentuk silindris dengan delapan kepala naga yang diatur di sekitar lingkar atasnya, masing-masing dengan bola di mulutnya.

Di sekitar lingkar bawah ada delapan katak, masing-masing tepat di bawah kepala naga. Ketika gempa bumi terjadi, bola dikeluarkan dari mulut naga, mungkin oleh pendulum internal yang bergerak maju mundur sesuai dengan arah getaran, dan ditangkap oleh mulut katak, yang menghasilkan suara.

kemudian, terobosan besar untuk pengukuran gempa bumi datang pada tahun 1920, ketika dua ilmuwan Amerika mengembangkan alat yang disebut Wood-Anderson seismograf.

Alat ini lebih sensitif dibandingkan seismograf yang ada pada masa itu, sehingga langsung banyak digunakan di seluruh dunia dan menjadi cikal bakal seismograf yang sekarang ada dan berkembang.

Saat ini, seismograf banyak digunakan oleh seismologist dalam mempelajari sesar dan gempa bumi.

Kegunaan Seismoeter atau Seismograf


Seismograf ada yang horizontal dan vertikal. Masing-masing mempunyai tugas masing-masing.

Seismograf horizontal bertugas untuk mengukur atau mencatat getaran bumi pada arah horizontal. Sedangkan seismograf vertikal untuk mencatat getaran bumi pada vertikal.

Seismograf modern menggunakan elektromagnetik seismographer untuk memindahkan volatilitas sistem kawat tarik ke suatu daerah magnetik.

Dengan begitu, dapat diketahui kekuatan dan arah gempa lewat gambaran gerakan bumi yang dicatat dalam bentuk rekaman atau disebut juga seismogram.

Saat ini, seismograf banyak digunakan oleh seismologist dalam mempelajari gempa bumi. Alat ini juga digunakan oleh BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika).


Baca juga artikel terkait SEISMOMETER atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Maria Ulfa
Editor: Addi M Idhom

DarkLight