Menuju konten utama

Anjing K9 Polri Temukan 1 Korban Gempa Myanmar Tertimpa Bangunan

Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Myanmar bertambah menjadi lebih dari 2.800 orang.

Anjing K9 Polri Temukan 1 Korban Gempa Myanmar Tertimpa Bangunan
Kondisi tim K9 saat melakukan pencarian korban hilang dalam gempa Myanmar. (FOTO/Dokumentasi Polri)

tirto.id - Tim K9 Polri yang tergabung dalam Tim INASAR 1 Operasi Kemanusiaan Myanmar 2025 menemukan satu korban tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Myanmar pekan lalu.

Korban ditemukan saat salah satu anjing pelacak Polri menemukan sumber bau di salah satu titik perumahan warga daerah Naypyidaw, Rabu (2/4/2025) kemarin waktu setempat.

“Setelah K9 Walet menemukan titik bau di Site I, kami segera melakukan eksekusi dan berhasil menemukan satu korban perempuan yang sudah meninggal dunia,” kata K9 officer, Iptu Erasmus, dalam keterangan tertulis, Kamis (3/3/2025).

Dia menjelaskan, dalam evakuasi kali ini dikerahkan dua anjing pelacak dan empat personel Polri. Pencarian pun sudah dilakukan sejak pukul 12.30 waktu setempat.

Erasmus menerangkan anjing pelacak juga menemukan sumber bau yang diduga dari korban lainnya pada pukul 14.00 waktu setempat.

"Kami langsung menginformasikan temuan ini kepada tim penyelamat INASAR untuk segera melakukan evakuasi di lokasi tersebut,” ungkap Erasmus.

Tim K9 Polri

Kondisi tim K9 saat melakukan pencarian korban hilang dalam gempa Myanmar. (FOTO/Dokumentasi Polri)

Disampaikan Erasmus, hingga saat ini pencarian masih akan terus dilakukan. Kondisi anjing pelacak pun terus dijaga agar tetap sehat dan siap melanjutkan pencarian.

"Tim K9 INASAR 1 akan terus melanjutkan pencarian untuk memberikan pertolongan kepada korban yang masih terjebak dan memastikan bantuan yang maksimal dapat diberikan," tutur Erasmus.

Operasi ini, kata dia, merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara sahabat. Selain itu, sebagai bukti nyata dari peran serta Indonesia dalam misi kemanusiaan internasional.

Hingga hari ini, Jumlah korban meninggal akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Myanmar pekan lalu bertambah menjadi lebih dari 2.800 orang, dengan 4.600 lebih lainnya mengalami luka-luka.

Hal itu disampaikan pemerintah militer Myanmar pada Rabu (3/4), lima hari setelah bencana yang semakin memperparah krisis kemanusiaan di negara yang dilanda perang saudara tersebut.

Jumlah korban akibat gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah tengah Myanmar dikhawatirkan terus bertambah, karena ratusan orang masih terjebak di bawah reruntuhan di Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu yang berdekatan dengan pusat gempa, di tengah keterbatasan alat berat.

Baca juga artikel terkait GEMPA atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Bayu Septianto