tirto.id - Korban meninggal akibat gempa dahsyat yang mengguncang Myanmar bertambah menjadi 2.719 orang. Sementara, 4.521 korban luka dan lebih dari 400 lainnya dinyatakan hilang.
Myanmar sendiri telah mengumumkan masa berkabung nasional selama tujuh hari pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang negara tersebut.
Bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang sebagai bagian dari masa berkabung. Demikian dikutip Antara, Selasa.
Jumlah korban tewas akibat gempa bumi yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) itu telah melampaui 1.700 jiwa. Sementara, 3.400 orang terluka dan 300 orang lainnya masih belum ditemukan.
Pemimpin Junta Myanmar, Min Aung Hlaing, telah melakukan pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, guna membahas dampak bencana dan upaya penyelamatan serta bantuan.
Gempa 7,7 magnitudo menguncang Myanmar Jumat (28/3/2025) siang, menyebabkan hingga 1.700 orang tewas dan 3.408 lainnya terluka.
Otoritas setempat memperingatkan bahwa jumlah korban tewas dapat meningkat, mengingat puluhan korban di berbagai wilayah masih dinyatakan hilang.
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama