Menuju konten utama

Rano soal Prediksi Pendatang Jakarta: 15 Ribu Itu Kecil Sekali

Rano Karno memperkirakan, jumlah pendatang akan lebih dari 50 ribu orang dan memastikan semua pendatang akan didata oleh Pemprov Jakarta.

Rano soal Prediksi Pendatang Jakarta: 15 Ribu Itu Kecil Sekali
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan sambutan pada acara Andilan Potong Kebo di Agro Edukasi Wisata Ragunan, Jakarta, Sabtu (29/3/2025).ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa.

tirto.id - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, tidak sepakat dengan prediksi data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipol (Disdukcapil) bahwa perkiraan jumlah pendatang baru ke Jakarta setelah periode libur Lebaran 2025 mencapai 10.000-15.000 orang. Rano menilai, angka tersebut masih terlalu kecil. Ia malah memprediksi akan ada 50.000 pendatang baru ke Jakarta nantinya.

"Tadi Anda bilang 15.000 [pendatang baru], kalau 15.000 itu kecil sekali, sangat kecil. Mungkin bisa di atas, prediksi kita di atas 50.000-an [pendatang baru]," ucapnya di Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025).

Di satu sisi, mantan Plt. Gubernur Banten ini menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi pada tahun ini. Rano menilai Jakarta menjadi kawasan yang dapat didatangi masyarakat se-Tanah Air.

Akan tetapi, politikus PDIP itu menegaskan pendatang baru harus memiliki kemampuan agar dapat bertahan hidup di Ibu Kota. Ia mengaku, kompetisi mencari pekerjaan di Jakarta yang tergolong sulit.

"Memang saran kita harus punya ketampilan, harus punya skill karena kalau kosong-kosong saja nanti akan bersaing dengan masyarakat Jakarta," ujarnya.

Rano mengatakan, Pemprov Jakarta tetap akan mendata para pendatang baru yang mencari peruntungan di Jakarta setelah periode libur Lebaran 2025 yang bekerja di Ibu Kota.

Ia mengatakan, pendataan akan menyasar semua pihak yang mencari peruntungan di Jakarta meski tinggal di daerah penyangga seperti Bekasi, Tangerang, dan Depok. Sebab, Rano mengakui biaya hidup di daerah penyangga tergolong lebih terjangkau daripada biaya hidup di pusat Ibu Kota sehingga bisa saja tinggal di daerah penyangga, tetapi bekerja di Jakarta.

"Kalau Jakarta kan sewaannya lebih mahal daripada di pinggir. Nah, itu yang terjadi. Karena itu, tentu setiap kunjungan akan kita data. Data itu bukan untuk melarang, supaya kita hitung berapa sih jumlahnya [pendatang baru]," tutur dia.

Sebelumnya, Kepala Disdukcapil Jakarta, Budi Awaluddin, memperkirakan jumlah pendatang baru ke Jakarta usai periode libur Lebaran 2025 lebih sedikit daripada pendatang usai periode Lebaran 2024.

"Berdasarkan perhitungan kami, Disdukcapil DKI Jakarta, sekitar 10.000-15.000 jiwa pendatang baru akan datang ke Jakarta pada musim pasca hari raya tahun ini," ucap Budi kepada awak media, Jumat.

Menurut dia, penurunan jumlah pendatang baru terjadi karena beberapa hal. Pertama, Disdukcapil Jakarta telah menyosialisasikan program penataan administrasi kependudukan sesuai domisili.

Lalu, persaingan mencari lapangan pekerjaan di Ibu Kota yang semakin ketat. Alasan terakhir, Jakarta bukan satu-satunya kota besar di Indonesia.

"Itu jadi opsi atau pilihan bagi para urban untuk menjadi kota tujuan baru," tuturnya.

Baca juga artikel terkait PENDATANG JAKARTA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher