tirto.id - Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan berhasil menemukan sepuluh korban tanah longsor yang terjadi di jalur Cangar-Pacet Kabupaten Mojokerto Jawa Timur dalam kondisi meninggal dunia.
"Dari jumlah tersebut, tujuh korban adalah penumpang mobil minibus, sedangkan tiga korban lainnya merupakan penumpang jenis pikap," kata Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator, Nanang Sigit, saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (4/4/2025) sebagaimana dikutip Antara.
Ia menjelaskan, dalam operasi pencarian itu, pada pukul 09.30 WIB, ditemukan satu korban yang belum teridentifikasi dan selanjutnya dibawa Ambulan Welirang.
Kemudian, pada pukul 09.38 WIB ditemukan satu korban balita berusia 3,5 tahun bernama Mikaila, yang merupakan penumpang mobil pikap, dan selanjutnya dilakukan evakuasi.
Selanjutnya, pada pukul 09.48 WIB ditemukan satu korban perempuan belum teridentifikasi, dan pada pukul 11.00 WIB seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.
Para korban tersebut yakni sebanyak enam orang merupakan penumpang kendaraan minibus dibawa ke Rumah Sakit Hasta Brata Kota Batu.
Sementara itu, empat korban lain, di mana tiga orang merupakan penumpang mobil pikap dan satu lainnya penumpang minibus, dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumberglagah Pacet untuk proses identifikasi oleh DVI Polda Jatim.
Korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut adalah Masjid Zatmo Setio, Rani Anggraeni (28), Syahrul Nugroho Rangga Setiawan (6), Putri Qiana Ramadhani (2), H. Wahyudi (71), Hj. Jainah (61), dan Saudah (70), mereka berasal dari Kloposepuluh Kecamatan Sukodono Sidoarjo, dan merupakan penumpang kendaraan minibus.
Sementara tiga korban lainnya adalah penumpang kendaraan pikap, yakni Mikaila F.Z (3,5), Ahmad Fiki Muzaki (28), Fitria Handayani (27), berasal dari Urung-Urung Jati Jejer Trawas Kabupaten Mojokerto.
Selanjutnya pada Pukul 12.00 WIB Tim SAR Gabungan melaksanakan briefing dan pelaksanaan operasi SAR dinyatakan selesai serta diusulkan untuk di tutup. Unsur SAR yang ikut terlibat kembali ke kesatuan masing-masing.
"Hingga saat ini seluruh korban telah teridentifikasi," katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan, kawasan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan pasca-peristiwa tanah longsor di Jalur Pacet-Cangar yang menelan sepuluh korban jiwa.
"Penutupan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Ini merupakan langkah mitigasi bencana dengan mempertimbangkan cuaca ekstrem, hujan deras, serta potensi longsor di sepanjang Jalan Raya Pacet-Cangar," kata Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Jumat.
Obyek wisata yang ditutup pascaperistiwa tanah longsor tersebut meliputi Pemandian Air Panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang, serta Wisata Panorama Petung Sewu.
Gubernur turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada Kamis (3/4) pukul 11.15 WIB itu. Ia juga mendoakan agar keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.
"Semoga keluarga diberi ketabahan, dan almarhum serta almarhumah mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT," ucapnya seraya membacakan doa.
Sebagaimana yang diketahui, kejadian tanah longsor di jalur Pacet-Cangar yang merupakan jalan penghubung antara Kabupaten Mojokerto-Kota Batu itu terjadi pada Kamis (3/4) sekitar pukul 11.27 WIB.
Berdasarkan dari unggahan video di salah satu akun media sosial Instagram memperlihatkan awal mula kejadian tanah longsor.
Video yang diduga berasal dari kamera di dashboard salah satu mobil memperlihatkan kondisi hujan yang mengguyur lokasi tersebut hingga pada akhirnya tanah di bagian tebing sisi kanan jalan secara tiba-tiba runtuh ke jalan.
Material longsor pun menutup ke seluruhan badan jalan. Kemudian dari unggahan video lainnya memperlihatkan beberapa petugas gabungan telah tiba di lokasi untuk meninjau dan mulai melakukan penanganan kejadian tersebut.
Adapun unsur yang tergabung dalam upaya pencarian dan evakuasi selain Basarnas antara lain BPBD Provinsi Jatim, BPB Kota Batu, BPBD Kota Mojokerto, dan BPBD Kabupaten Mojokerto.
Kemudian Dinas PU Kabupaten Mojokerto, Dinas PU Kota Batu, Polresta Batu, Polsek dan Koramil Pacet, Tahura, PMI, Tagana, KNDJH Malang, serta potensi SAR, dan warga sekitar.
Editor: Andrian Pratama Taher