Menuju konten utama

Arus Balik Lebaran 2025 Mulai Meningkat di Pelabuhan Ketapang

Puncak arus balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Ketapang diprediksi terjadi pada 5,6, dan 7 April 2025.

Arus Balik Lebaran 2025 Mulai Meningkat di Pelabuhan Ketapang
Kendaraan roda empat antre di dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. ANTARA/Novi Husdinariyanto

tirto.id - Arus balik pemudik dari Pulau Jawa ke Bali lewat Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali mulai meningkat.

Dalam siaran pers PT. ASDP Indonesia Ferry, Jumat (4/4/2025), menyebutkan pada H+1 total penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk mencapai 37.943 orang.

"Jumlah itu meningkat 24,3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin, dilansir dari Antara.

Dia mengatakan untuk melayani jasa penyeberangan di Selat Bali pihaknya mengerahkan 32 unit armada kapal.

Secara umum dia mengatakan, dengan sistem keberangkatan pemudik yang terjadwal, untuk Hari Raya Idulfitri tahun ini, kepadatan di pelabuhan relatif lebih bisa ditekan.

"Lewat pembelian tiket online, kedatangan pemudik di pelabuhan lebih terjadwal sehingga antisipasi pengaturan bisa dilakukan lebih baik," katanya.

Karena itu, sistem tersebut akan diterapkan saat arus balik, dengan penumpang menjadwalkan waktu keberangkatan saat membeli tiket kapal secara online.

Untuk menghindari semua kendaraan pemudik menumpuk ke arah pelabuhan, menurut dia, sudah disediakan lokasi-lokasi penampungan di Ketapang maupun Gilimanuk.

"Di seluruh pelabuhan diterapkan delaying sistem termasuk untuk penyeberangan Selat Bali. Di Ketapang sudah disiapkan sejumlah lokasi untuk menampung kendaraan, demikian juga di Gilimanuk," katanya.

Menurut Shelvy, di wilayah Ketapang kendaraan penumpang diarahkan masuk ke Grand Watudodol dan dermaga Bulusan, sementara kendaraan barang diarahkan ke Lapangan Sepak Bola Areba dan Terminal Sritanjung.

Sedangkan di Gilimanuk, kata Shelvy, lokasi untuk mendukung delaying system adalah Terminal Kargo dan Terminal Bus Gilimanuk untuk kendaraan penumpang dan Jembatan Timbang Cekik untuk kendaraan barang.

"Untuk kelancaran arus balik, kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Kami memastikan ketersediaan kapal, optimalisasi operasional, serta pengelolaan antrean kendaraan agar perjalanan arus balik berjalan lancar," katanya.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rama Samtama Putra, memprediksi puncak arus balik Lebaran di Pelabuhan Ketapang terjadi pada 5,6, dan 7 April 2025.

Rama mengatakan diperkirakan sekira 25.000 kendaraan roda empat dan roda dua akan menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk pada 3 hari tersebut.

Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di pelabuhan pada puncak arus balik, pihaknya telah melakukan simulasi rekayasa lalu lintas, dengan mengalihkan kendaraan dari arah Banyuwangi kota melalui jalan lingkar, termasuk kendaraan dari arah Situbondo ke Banyuwangi.

"Tadi kami sudah melaksanakan simulasi, pintu keluar pelabuhan kendaraan bisa langsung ke arah Situbondo maupun ke Banyuwangi kota," kata Rama kepada wartawan usai memantau arus balik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Kamis (3/4/2025) malam, dilansir dari Antara.

Baca juga artikel terkait LEBARAN 2025

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto