tirto.id - Novalliandy siap menempuh perjalanan jalur darat menuju kampung halamannya di Kota Padang, Sumatra Barat. Pria berusia 40 tahun itu, mengaku sudah mempersiapkan segala hal, termasuk melakukan service dan pengecekan seluruh item kendaraan roda empatnya. Ini menjadi ‘ritual wajib’ agar kendaraannya tetap prima ketika menempuh jarak sekitar 1.400 kilometer dari tempatnya tinggal di daerah Summarecon Bekasi, Jawa Barat.
“Servis saat akan mudik lebaran ini lebih kepada mempersiapkan kondisi kendaraan agar tetap sehat,” kata Noval kepada Tirto, Selasa (25/3/2025).
Sejak pertengahan Ramadhan, Noval sudah membawa kendaraan Toyota Fortuner Diesel ke bengkel langganan yang ada di Jalan Bawang Raya, Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Untuk menjaga kondisi kesehatan kendaraan miliknya itu, ia rela merogoh kantong sekitar Rp1,64 juta.
Harga tersebut meliputi paket penggantian oli mesin tujuh liter Rp900 ribu, filter solar Rp150 ribu, filter oli Rp60.000, dan spooring ban Rp130 ribu. Pengerjaan tune up (pembersihan filter udara, saluran pembakaran, sistem bahan bakar, filter AC di luar harga sparepart) Rp250 ribu. Serta pengecekan 20 item kendaraan, mulai dari lampu, rem, wiper, tekanan angin, sensor-sensor, kelistrikan dan lainnya Rp150 ribu.
Sama halnya dengan Noval, Rizky juga membawa kendaraannya ke bengkel yang tak jauh dari rumahnya di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Tapi, bukan karena ingin mudik lebaran, melainkan memperbaiki kerusakan sistem dan komponen kendaraan yang rusak akibat bencana banjir yang merendam perumahannya pada awal Ramadhan.
Kabupaten Bekasi sendiri turut dilanda banjir parah, sehingga menetapkan status tanggap darurat sejak Rabu (5/3/2025). BPBD Kabupaten Bekasi mencatat, sekitar 61.648 jiwa terdampak banjir. Ada 16 kecamatan yang terendam banjir di Kabupaten Bekasi: seperti Babelan, Sukawangi, Tambun Utara, Cibitung, dan belasan lainnya.
“Namanya musibah enggak ada yang tahu. Ini lumayan menguras kantong juga buat service dan lain-lain,” ucap pria berusia 36 tahun tersebut kepada Tirto.
Rizky mengaku, biaya keseluruhan pengerjaan kendaraannya lebih di atas Rp5 juta, kendati tak menyebut angka pasti. Biaya pengerjaan itu, kata dia, meliputi beberapa penggantian sistem yang rusak, termasuk membersihkan seluruh kendaraan yang dipenuhi sisa-sisa lumpur saat itu.
“Lumayan (harganya), tadinya malah lebih besar. Ini karena kenalan aja bengkelnya,” imbuh dia.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, bengkel-bengkel mobil di berbagai daerah tampak mulai terlihat sibuk. Peningkatan permintaan layanan servis kendaraan ini sudah menjadi fenomena tahunan yang tak bisa dihindari. Berkah ini pun dirasakan oleh Yealdi (56), salah satu pemilik bengkel mobil di perumahan BTP, Setiamekar, Tambun Selatan, Kecamatan Bekasi.
Sejak dua minggu menjelang Lebaran, pria yang akrab disapa Edi itu mengaku terjadi lonjakan kendaraan yang ingin service di tempatnya. Kenaikan ini bahkan lebih dari 40 persen dibandingkan bulan biasa. “Hampir 50 persen ada ya [kenaikan,” ujar dia saat dihubungi Tirto, Rabu (26/3/2025).
Hampir setiap harinya, kata Edi, ada saja kendaraan yang masuk. Dalam sehari, ia bahkan bisa melayani 7-10 kendaraan. Mereka, kata Edi, datang dengan keluhan beragam. Mulai dari service ringan hingga berat. “Mobil-mobil bekas banjir ada juga kemarin dapat. Tapi memang lama pengerjaanya,” imbuh dia.
Edi sendiri mengaku bersyukur, momentum Ramadhan ini menjadi berkah bagi usahanya. Dalam sehari, ia mengaku bisa mendapat hitungan kotor di atas Rp10 juta. Angka ini namun tidak melulu tetap, karena tergantung dengan paket pengerjaan kendaraan setiap harinya yang masuk.
Berkah lainnya juga dirasakan oleh Novrian, salah satu pemilik bengkel kendaraan di daerah Bulak Kapal Permai, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pada Ramadhan kali ini bengkel miliknya mengalami peningkatan luar biasa. Dalam sehari sedikitnya lima kendaraan masuk ke bengkelnya untuk dilakukan pengecekan atau service.
“Paling banyak bisa 10, itu juga tidak bisa kepegang semua,” ujarnya saat dihubungi Tirto, Rabu (26/3/2025).
Dari segi omzet, kata Novrian, jauh meningkat dibandingkan bulan biasa dan lebaran tahun lalu. Bila dibandingkan bulan biasa peningkatan bisa mencapai di atas 40 persen. Sedangkan dibandingkan pada Ramadhan tahun lalu terjadi kenaikan 20 persen.
Belakangan, kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara semakin meningkat. Banyak pemudik yang kini lebih memperhatikan kesiapan kendaraan mereka sebelum melakukan perjalanan jauh. Hal ini menjadi berkah bagi bengkel-bengkel yang bisa meraih keuntungan tambahan dari layanan yang mereka berikan.
Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengamini setiap tahun industri otomotif menghadapi lonjakan permintaan servis kendaraan menjelang mudik lebaran. Data yang ada menunjukkan volume kunjungan ke bengkel meningkat signifikan, dengan angka lonjakan mencapai 40-60 persen dibandingkan bulan biasa.
“Puncak lonjakan kunjungan biasanya terjadi sekitar 2-3 minggu sebelum H-7 Lebaran,” kata dia kepada Tirto, Rabu (26/3/2025).
Menurut dia, lonjakan ini terjadi secara konsisten setiap tahun. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kondisi kendaraan agar tetap prima untuk perjalanan jauh. Terlebih, banyak pemudik yang mempersiapkan kendaraan mereka untuk perjalanan lintas kota, yang seringkali menempuh jarak ratusan hingga ribuan kilometer.
Untuk menyikapi tren ini, maka tak heran banyak bengkel resmi yang dikelola oleh Agen Pemegang Merek (APM) maupun bengkel tidak resmi menawarkan berbagai promo menarik. Paket servis dan penggantian parts dengan harga lebih terjangkau menjadi daya tarik utama, selain layanan express 24 jam yang memungkinkan pemilik kendaraan mendapatkan perawatan cepat tanpa harus menunggu lama.
“Ini tentu untuk menarik konsumen di samping menjaga loyalitas mereka terhadap brand,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Yannes memberikan tips bagi pemilik kendaraan untuk memilih bengkel service. Pertama yang harus dilakukan adalah memilih bengkel terpercaya. Sebaiknya, kata dia, pilih bengkel resmi yang ditunjuk oleh dealer kendaraan. Jika bengkel resmi tidak tersedia, maka pastikan untuk memilih bengkel besar yang resmi, memiliki fasilitas lengkap, dan dapat direkomendasikan oleh kenalan atau teman dekat.
Dalam mempersiapkan kendaraan, kata Yanes, ada beberapa komponen penting juga yang harus diperiksa untuk memastikan kendaraan dalam kondisi optimal saat digunakan mudik. Pertama, sistem pengereman harus dipastikan dalam kondisi baik. Periksa ketebalan kampas rem, cairan rem, dan fungsi rem tangan.
Kedua, tidak kalah penting yakni pengecekan suspensi dan ban. Pastikan tekanan angin ban sesuai dengan rekomendasi pabrik. Periksa juga alur ban dan keseimbangan roda untuk menghindari risiko kecelakaan saat perjalanan jauh.
Terakhir yakni pengecekan oli mesin dan filter. Menurutnya oli mesin sangat penting untuk menjaga performa mesin tetap maksimal. Pemilik kendaraan harus periksa kondisi oli serta pastikan filter udara dan radiator dalam keadaan bersih dan berfungsi dengan baik. Jangan lupa juga untuk memeriksa timing belt, terutama jika sudah waktunya diganti.
“Periksa kondisi lampu utama, sein, klakson, dan aki juga. Lalu, demi kenyaman, pastikan kondisinya optimal untuk AC, wiper, dan jangan lupa membawa pemadam api ringan serta peralatan kunci-kunci standar dari dealer,” pungkas dia.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Abdul Aziz