tirto.id - Dusun Sumbersari dan Dusun Gumukmas di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diterjang banjir erupsi Gunung Semeru. Material pasir dan batu menutup jalanan desa serta merusak bangunan rumah warga.
Kondisi tersebut diungkapkan Husen (31), warga Dusun Gumukmas RT 05 RW 02, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Dia menjelaskan, material pasir dan batu terbawa arus usai hujan yang mengguyur kawasan itu pada Rabu (20/11/2025) malam.
“Habis erupsi Gunung Semeru kemarin sore, malam hujan lebat, akhirnya membawa material pasir dan batu masuk ke rumah warga,” ujarnya saat dihubungi Tirto lewat pesan WA, Kamis (20/11/2025).
Ayah dua anak ini mengatakan, lokasi rumahnya berjarak sekitar satu kilometer dari aliran banjir erupsi. Rumahnya tergolong aman, tapi jalanan di sekitar rumahnya tertutup material pasir. Material tersebut masih basah sehingga membahayakan pengguna jalan.
Husen mengaku telah mengungsi bersama empat anggota keluarganya. Dia sengaja menyempatkan diri pulang untuk menilik keadaan rumahnya.
Dalam kesempatan pulang itu, dia juga menilik keadaan dusun sebelahnya, Sumbersari. “Saya enggak ngitung [jumlah rumah terdampak]. Tapi di dusun sebelah [Sumbersari] ada yang sampai hilang rumah [tertutup material erupsi],” ungkapnya.
Terkait korban, kata Husen, semalam ada satu warga yang terjebak lava. Korban tersebut bermaksud pulang ke rumah untuk mengambil pakaian saat erupsi mereda.
“Warga sudah mengungsi. Warga aman. Tapi tadi malam ada yang kejebak kena lava. Malam pulang. Mau ambil pakaian melewati aliran panas. Terus kakinya masuk ke material pasir,” paparnya.
Kini, warga tersebut masih dalam kondisi kritis dan dalam perawatan.
Kondisi di Desa Supiturang menarik sejumlah relawan untuk mendatangi lokasi. Salah satunya adalah Silum dari Pejalan Adventure.
“Ada beberapa pemukiman yang rusak diterjang lahar dingin Semeru di Supiturang. Saya dan beberapa rekan sedang menuju ke lokasi,” kata Silum.
Silum pun membeberkan, lokasi yang juga mengalami dampak banjir material erupsi Semeru adalah Curah Kobokan. “Ini saya masih menunggu informasi dari taman-teman yang lain,” kata dia.
Penulis: Siti Fatimah
Editor: Abdul Aziz
Masuk tirto.id
































