Menuju konten utama

BYAN Bantah Rumor Diakuisisi Haji Isam, Saham Longsor 14,9%

Manajemen BYAN mengaku tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham oleh Jhonlin Grup.

BYAN Bantah Rumor Diakuisisi Haji Isam, Saham Longsor 14,9%
Ilustrasi PT Bayan Resources Tbk. Doc:BYAN
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berbalik arah setelah perseroan membantah rumor rencana pengambilalihan saham oleh Jhonlin Grup yang dikaitkan dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Pada perdagangan Rabu (19/8/2026), saham BYAN langsung ambrol 14,9 persen ke level Rp14.700 per saham pada pembukaan perdagangan. Meski sempat kembali melonjak hingga Rp18.650, emiten konglomerat Low Tuck Kwong tersebut kembali menrosot hingga parkir di level Rp16.075 pada penutupan sesi perdangan pertama hari ini—turun 6,95 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pergerakan tersebut berbanding terbalik dengan perdagangan sehari sebelumnya. Pada Selasa (18/8/2026), saham BYAN melonjak 19,97 persen ke level Rp17.275 dan menyentuh batas auto rejection atas (ARA) di tengah rumor bahwa Haji Isam akan mengambil alih sekitar 62,2 persen saham Bayan. Jumat (14/8/2026) pekan sebelumnya, harga saham BYAN juga telah menembus ARA dengan kenaikan 20 persen ke level Rp14.400.

Rumor tersebut kemudian mendapat klarifikasi dari manajemen Bayan Resources pada Selasa malam. Perseroan membantah mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham perseroan oleh Jhonlin Grup yang dikaitkan dengan Haji Isam.

Dalam surat tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI), Corporate Secretary BYAN, Jenny Quantero, mengatakan perseroan saat ini sejatinya tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar.

"Saat ini Perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham Perseroan sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar," tulisnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (19/8/2026).

Bayan juga tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,2 persen saham perseroan oleh Haji Isam maupun pihak yang terafiliasi dengannya, dan menegaskan tidak mengetahui adanya rencana transaksi dimaksud hingga keterbukaan informasi dibuat.

"Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan dan/atau akuisisi sekitar 62,2 persen saham Perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang terafiliasi dengan Haji Isam," tulis Bayan.

Terkait status rencana transaksi, Bayan mengaku tidak memiliki informasi mengenai transaksi tersebut. Perseroan juga tidak mengetahui pihak yang terlibat maupun struktur transaksi sebagaimana informasi yang beredar.

Perseroan juga tidak memiliki informasi mengenai porsi saham yang akan dialihkan dan/atau nilai transaksi terkait rumor pengambilalihan atau akuisisi saham tersebut.

Karena itu, Bayan menyatakan tidak dapat memberikan penjelasan mengenai dampaknya terhadap pengendalian perseroan karena tidak terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi oleh perseroan.

Bayan turut menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan perseroan sehubungan dengan informasi tersebut karena tidak terdapat transaksi yang dapat dikonfirmasi oleh perseroan.

"Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian material lainnya yang dapat diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan dan/atau harga saham Perseroan," tulis Bayan.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana