Menuju konten utama

Di Mana Letak Semeru & Daerah yang Terdampak Erupsi?

Cari tahu letak Gunung Semeru, wilayah administratifnya, serta daftar lengkap daerah yang terdampak erupsi terbaru di sini.

Di Mana Letak Semeru & Daerah yang Terdampak Erupsi?
Gunung Semeru tercatat mengalami 25 kali gempa erupsi dan 32 kali gempa guguran selama enam jam terakhir pada Kamis (20/11/2025) pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. ANTARA/HO-PVMBG
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gunung Semeru terpantau mengalami erupsi pada Rabu siang (19/11), sekitar pukul 14.13 WIB. Hanya selang beberapa jam, tepatnya pukul 17.00 WIB status Semeru telah meningkat menjadi Level IV atau Awas.

Kondisi Semeru pada hari ini, Kamis (20/11/2025) dalam pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB, menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi dengan 25 gempa letusan dan 32 gempa guguran.

⁠⁠Di Mana Letak Semeru?

Gunung Semeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Semeru juga termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Gunung ini berada di Provinsi Jawa Timur, dan secara administratif masuk ke dalam dua kabupaten, yaitu Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Di dalam kompleks Pegunungan Bromo Tengger Semeru terdapat enam danau kawah yang terbentuk akibat letusan masa lalu. Danau-danau ini tersebar di beberapa lokasi, yakni:

  • Ranu Pani
  • Ranu Regulo
  • Ranu Kumbolo
  • Ranu Darungan
  • Ranu Pakis / Ranu Kuning
  • Ranu Tompe

Daerah Mana Saja yang Terdampak Erupsi Semeru?

Data yang ditampilkan di laman resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat tiga desa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang terdampak akibat erupsi Semeru tahun ini.

Tiga desa tersebut adalah:

  1. Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo
  2. Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo
  3. Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro
Total 963 warga dari tiga desa tersebut telah berhasil dievakuasi dan ditempatkan di titik-titik evakuasi yang menyebar di dua kecamatan. Berikut lokasi pengungsian erupsi Semeru:

Kecamatan Candipuro:

  • Kantor Kecamatan Candipuro: 101 warga
  • Balai Desa Sumbermujur: 55 warga
Kecamatan Pronojiwo:

  • Balai Desa Oro-oro Ombo: 238 warga
  • Masjid Nurul Jadid: 169 warga
  • SDN Supiturang 04 & SDN Sumberurip 02: 235 warga
  • BUMDes Sumber Urip, Masjid Oro-oro Ombo, dan Pom Mini Supiturang: 107 warga
Akibat erupsi Semeru, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, terhitung mulai 19 November hingga 26 November 2025.

Pemkab Lumajang juga memastikan seluruh kebutuhan dasar warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru terpenuhi. Hingga Kamis pagi ini (20/11/2025), makanan siap saji telah tersalurkan ke semua titik pengungsian.

“Kami memastikan setiap warga, terutama anak-anak, lansia, dan ibu hamil, mendapatkan asupan yang layak dan aman,” ujar Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Lumajang, Indriono Krishna Murti.

Erupsi Semeru kemarin juga membuat para pendaki terjebak di Ranu Kumbolo. Karena situasi yang sudah gelap dan jalanan yang licin, mereka tidak segera dievakuasi kemarin.

Hingga Rabu malam (19/11/2025), tercatat 178 orang masih berada di kawasan Ranu Kumbolo, yang terdiri dari:

  • 137 pendaki
  • 1 petugas
  • 2 saver
  • 7 PPGST
  • 15 porter
  • 6 orang dari Kementerian Pariwisata
Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Septi Eka Wardhani, memastikan bahwa seluruh pendaki berada dalam kondisi aman dan selalu dipantau oleh tim berpengalaman.

“Keputusan untuk tetap bertahan di Ranu Kumbolo adalah langkah paling aman saat ini. Kami prioritaskan keselamatan jiwa dan akan melakukan evakuasi segera ketika kondisi memungkinkan,” jelas Septi.

Baca juga artikel terkait BENCANA atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra