Menuju konten utama

Warga di Zona Merah Gunung Semeru Diminta Segera Mengungsi

Pemkab Lumajang pantau mobilitas warga untuk pastikan tak ada yang beraktivitas di wilayah bahaya atau zona merah.

Warga di Zona Merah Gunung Semeru Diminta Segera Mengungsi
Warga melintasi lahar hujan Gunung Semeru yang meluap dari Sungai Regoyo di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (5/11/2025). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meminta warga yang berada di kawasan zona merah erupsi Gunung Semeru segera mengungsi ke tempat yang telah ditentukan demi keselamatan bersama.

"Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Evakuasi dilakukan agar setiap keluarga terlindungi, dan prosesnya sudah dirancang dengan aman dan tertib," kata Bupati yang biasa dipanggil Bunda Indah di Lumajang, Rabu (19/11/2025).

Menurut Indah, status Gunung Semeru saat ini berada pada Level IV (Awas) sejak Rabu pukul 17.00 WIB. Oleh sebab itu, warga diimbau untuk segera mengungsi. Imbauan ini khususnya bagi warga yang berada di zona merah, yakni di Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo.

BPBD Lumajang, kata Indah, telah menyiapkan lokasi evakuasi yang layak. Selain itu, telah melakukan koordinasi dengan aparat desa dan relawan untuk mempermudah mobilisasi warga.

Selama mengungsi, warga diimbau membawa perlengkapan penting secara sederhana, seperti masker, air minum, obat-obatan, dan dokumen penting.

"Langkah itu adalah langkah pencegahan, bukan tanda kepanikan. Dengan kesiapsiagaan yang tepat, kami menghadapi situasi ini dengan tenang. Pemerintah bersama masyarakat selalu siap mendukung dan menjaga keselamatan warga," tuturnya.

Ia mengatakan pemantauan mobilitas warga menjadi langkah krusial untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tetap beraktivitas di wilayah berpotensi bahaya atau zona merah. Aparat gabungan BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga perangkat desa telah ditempatkan di titik-titik strategis sebagai bagian dari operasi pengawasan dan pengamanan.

"Kami ingin memastikan semua warga mematuhi protokol evakuasi. Tidak boleh ada aktivitas di zona merah karena keselamatan adalah yang utama," katanya.

Pemkab Lumajang juga mengimbau warga yang masih bertahan di area rawan erupsi Semeru agar segera berpindah ke lokasi aman yang telah disiapkan karena pendampingan dilakukan secara persuasif. Edukasi dilakukan dengan penekanan pada pentingnya kepatuhan terhadap arahan petugas demi menghindari risiko ketika kondisi Semeru masih fluktuatif.

"Saya menekankan bahwa disiplin warga menjadi kunci dalam meminimalkan potensi korban jiwa, sehingga kerja sama antara masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan," ujarnya.

Pantauan di lapangan sejumlah balai desa menjadi posko pengungsian sementara seperti di Balai Desa Penanggal, Balai Desa Sumberwuluh, dan Balai Desa Oro-oro Ombo.

Dengan pengendalian ketat dan koordinasi semua unsur, Pemkab Lumajang memastikan setiap langkah penanganan diarahkan untuk menjaga keselamatan dan ketertiban warga selama masa kewaspadaan.

Baca juga artikel terkait DAMPAK ERUPSI GUNUNG SEMERU

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah