Menuju konten utama

Info Erupsi Gunung Semeru Hari Ini, Status, & Rekomendasi

Simak laporan erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu (19/11/2025) sore. Ketahui pula rekomendasi bagi masyarakat di sekitar Semeru.

Info Erupsi Gunung Semeru Hari Ini, Status, & Rekomendasi
Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru dari Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (14/11/2025). Berdasarkan data PVMBG selama periode pengamatan Rabu (13/11) Gunung Semeru tercatat mengalami 143 kali erupsi dengan amplitudo 12–22 mm selama 72–188 detik sehingga warga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari puncak serta 500 meter dari tepi sungai yang berhulu di Semeru. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gunung Semeru di Jawa Timur dilaporkan mengalami erupsi pada Rabu (19/11/2025) sore pukul 16.00 WIB. Erupsi Gunung Semeru tersebut disertai luncuran awan panas sejauh 7 km dari puncak.

“Erupsi berupa awan panas masih berlangsung, jarak luncur sudah mencapai 7 km dari puncak, dan erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, dikutip dari ANTARA, Rabu sore.

Berdasarkan laporan Mukdas Sofian di laman MAGMA Indonesia, erupsi Gunung Semeru terjadi dengan tinggi kolom teramati lebih dari 2 km di atas puncak (± 5676 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut.

Status Terbaru Erupsi Gunung Semeru & Rekomendasi

Erupsi Gunung Semeru pada Rabu sore terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sementara ini sekitar 16 menit 40 detik. Hingga erupsi itu terjadi, Gunung Semeru berstatus Level II atau Waspada.

Setelah adanya erupsi tersebut, MAGMA Indonesia mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Seperti, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 km dari pusat erupsi. Lalu juga tidak beraktivitas dalam radius 2,5 km dari kawah. Berikut ini rekomendasi erupsi Semeru pada Rabu (19/11/2025) sore:

  • Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.
  • Tidak beraktivitas dalam radius 2,5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
  • Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Selain pada Rabu sore pukul 16.00 WIB, erupsi Gunung Semeru sebelumnya juga terjadi hari ini pukul 06.05 WIB. Dalam erupsi pada Rabu pagi tersebut, Mukdas Sofian dari MAGMA Indonesia melaporkan kolom letusan teramati lebih dari 600 meter dari atas puncak (± 4276 m di atas permukaan laut).

Dalam erupsi Rabu pagi itu, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 137 detik.

Tercatat hingga pukul 16.00 WIB, Gunung Semeru mengalami erupsi 4 kali sepanjang Rabu hari ini. Erupsi Gunung Semeru lain pada Rabu dilaporkan melalui MAGMA Indonesia terjadi pukul 05.09 WIB dan pukul 04.10 WIB.

Erupsi pukul 05.09 WIB terjadi dengan tinggi kolom teramati lebih dari 600 meter dari atas puncak (± 4276 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 150 detik.

Sedangkan erupsi pukul 04.10 WIB, terjadi dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 142 detik.

Baca juga artikel terkait ERUPSI SEMERU atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Yantina Debora