Apa Itu Mitigasi Bencana dan Kapan Dilakukan?

Oleh: Ita Kunnisa Aniyavi - 29 Oktober 2020
Dibaca Normal 4 menit
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko akibat bencana. Masyarakat perlu mengetahui hal ini karena Indonesia rawan bencana.
tirto.id - Berdasarkan latar belakang bencana yang ada di Indonesia, mitigasi bencana adalah langkah yang perlu dilakukan sebagai upaya mengatasi dan menindaklanjuti adanya bencana.Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Bencana disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Berdasarkan sumbernya bencana dibagi menjadi tiga:

1. Bencana alam, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian peristiwa oleh alam

2. Bencana nonalam, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian peristiwa nonalam

3. Bencana sosial, adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa/serangkaian peristiwa oleh manusia

Kemudian untuk bencana alam dapat dikelompokkan menjadi:

1. Bencana alam meteorologi (hidrometeorologi). Berhubungan dengan iklim. Umumnya tidak terjadi pada suatu tempat yang khusus

2. Bencana alam geologi. Adalah bencana alam yang terjadi di permukaan bumi seperti gempa bumi, tsunami, dan longsor

Penyebab bencana alam di Indonesia adalah karena letak geografis yang diapit oleh dua samudera besar (Samudera Hindia dan Samudera Pasifik), letak geologisnya pada pertemuan lempeng utama dunia (Indo-Australia, Eurasia, Pasifik), dan relief wilayah Indonesia yang beragam.

Apa Itu Mitigasi Bencana?

Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana).

Mitigasi pada umumnya dilakukan dalam rangka mengurangi kerugian akibat kemungkinan terjadinya bencana, baik itu korban jiwa dan/atau kerugian harta benda yang akan berpengaruh pada kehidupan dan kegiatan manusia. Namun perlu diketahui bahwa kegiatan mitigasi ini seharusnya sudah dilakukan dalam periode jauh-jauh hari sebelum terjadinya bencana.

Tujuan mitigasi Bencana antara lain:

· Mengurangi resiko/dampak yang ditimbulkan oleh bencana khususnya bagi penduduk, seperti korban jiwa (kematian), kerugian ekonomi (economy costs) dan kerusakan sumber daya alam.

· Sebagai landasan (pedoman) untuk perencanaan pembangunan.

· Meningkatkan pengetahuan masyarakat (public awareness) dalam menghadapi serta mengurangi dampak/resiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman (safe).

Ada beberapa macam Mitigasi Bencana, yaitu:

Mitigasi Tsunami

· Pemantauan rutin

· Sistem yang dirancang untuk mendeteksi tsunami terdiri dari dua bagian:

- Jaringan sensor untuk mendeteksi tsunami serta infrastruktur

- Jaringan komunikasi untuk memberikan peringatan dini adanya bahaya tsunami kepada wilayah yang diancam bahaya agar proses evakuasi dapat dilakukan secepat mungkin

· Ada 2 jenis sistem peringatan dini tsunami yaitu:

- Sistem peringatan dini tsunami internasional

- Sistem peringatan dini tsunami regional

· Mengetahui gempa yang menyebabkan tsunami:

- Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 – 30 km)

- Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter

- Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

Mitigasi Gunung Berapi

· Pemantauan aktivitas gunung api. Data hasil pemantauan dikirim ke Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Bandung dengan radio komunikasi SSB.

· Tanggap darurat

· Pemetaan, peta kawasan rawan bencana gunung berapi dapat menjelaskan jenis dan sifat bahaya, daerah rawan bencana, arah penyelamatan diri, pengungsian, dan pos penanggulangan bencana gunung berapi.

· Penyelidikan gunung berapi menggukanan metode geologi, geofisika, dan geokimia

· Sosialisasi, yang dilakukan pada pemerintah daerah dan masyarakat

Mitigasi Gempa Bumi

Berikut hal-hal yang perlu Anda perhatikan ketika adanya gempa:

· Sebelum Gempa

- Mendirikan bangunan sesuai aturan baku (tahan gempa)

- Kenali lokasi bangunan tempat Anda tinggal

- Tempatkan perabotan pada tempat yang proporsional

- Siapkan peralatan seperti senter, P3K, makanan instan, dll

- Periksa penggunaan listrik dan gas

- Catat nomor telepon penting

- Kenali jalure evakuasi

- Ikuti kegiatan simulasi mitigasi bencana gempa

· Ketika Gempa

- Tetap tenang

- Hindari sesuatu yang kemungkinan akan roboh, kalau bisa ke tanah lapang

- Perhatikan tempat Anda berdiri, kemungkinan ada retakan tanah

- Turun dari kendaraan dan jauhi pantai

· Setelah Gempa

- Cepat keluar dari bangunan. Gunakan tangga biasa

- Periksa sekitar Anda. Jika ada yang terluka, lakukan pertolongan pertama

- Hindari banugnan yang berpotensi roboh



Mitigasi Tanah Longsor

· Hindari daerah rawan bencana untuk membangun pemukiman

· Mengurangi tingkat keterjalan lereng

· Terasering dengan sistem drainase yang tepat

· Penghijauan dengan tanaman berakar dalam

· Mendirikan bangunan berpondasi kuat

· Penutupan rekahan di atas lereng untuk mencegah air cepat masuk

· Relokasi (dalam beberapa kasus)

Mitigasi Banjir

· Sebelum Banjir

- Penataan daerah aliran sungai

- Pembangunan sistem pemantauan dan peringatan banjir

- Tidak membangun bangunan di bantaran sungai

- Buang sampah di tempat sampah

- Pengerukan sungai

- Penghijauan hulu sungai

· Saat Banjir

- Matikan listrik

- Mengungsi ke daerah aman

- Jangan berjalan dekat saluran air

- Hubungi instansi yang berhubungan dengan penanggulangan bencana

· Setelah Banjir

- Bersihkan rumah

- Siapkan air bersih untuk menghindari diare

- Waspada terhadap binatang berbisa atau penyebar penyakit yang mungkin ada

- Selalu waspada terhadap banjir susulan



Baca juga artikel terkait BENCANA atau tulisan menarik lainnya Ita Kunnisa Aniyavi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Ita Kunnisa Aniyavi
Penulis: Ita Kunnisa Aniyavi
Editor: Agung DH
DarkLight