tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengatakan, pemerintah bakal merelokasi korban longsor di Cilacap, Jawa Tengah. Rencana itu dilakukan setelah pemerintah melakukan langkah tanggap darurat.
"Akan ada upaya-upaya untuk membantu masyarakat yang terdampak, di antaranya adalah melakukan relokasi," sebutnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (19/11/2025).
Ia berujar, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta kementerian/lembaga telah menyatakan komitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap kejadian longsor Cilacap. Hal ini disebut selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden pasti tidak akan tinggal diam untuk membantu,” tuturnya.
Tito menyatakan, pemerintah akan terus memberikan pendampingan hingga tuntas, mulai dari dukungan kepada keluarga korban hingga penyiapan hunian bagi warga yang membutuhkan.
Ia juga mengingatkan pentingnya langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak menimbulkan dampak lebih besar di wilayah lain.
“Kita masih terus bekerja sampai maksimal dan kita akan mendukung, bantu keluarga korban sambil kita memitigasi, mengantisipasi mudah-mudahan tidak terjadi di tempat lain,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di Cilacap pada Kamis (13/11/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan total korban meninggal yang telah ditemukan menjadi 18 orang, sementara lima korban lainnya masih dalam pencarian. Data tersebut dihimpunnya berdasarkan hasil pencarian yang dilakukan hingga kemarin, Selasa (18/11/2025).
“Untuk Longsor Cilacap, upaya pencarian yang dilakukan hingga sore kemarin, itu di bagian sore hari menemukan dua jasad, sehingga total jasad korban yang sudah ditemukan berjumlah 18 jasad. Dan yang masih dalam pencarian sisa lima korban lagi,” ujar Abdul Muhari kepada Tirto, Rabu (19/11/2025).
Menurut Abdul, operasi pencarian di lokasi berlangsung relatif lancar karena kondisi cuaca yang cukup mendukung. Terlebih, BNPB juga disebutnya masih melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































