tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menemukan persoalan perbedaan tarif layanan lift-on lift-off (Lo-Lo) peti kemas di dalam dan luar pelabuhan saat sidang debottlenecking di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Perbedaan tarif tersebut dinilai membebani biaya logistik hingga triliunan rupiah.
Menurut dia, keluhan tersebut disampaikan pengusaha storage peti kemas dalam sidang. Tarif layanan di luar pelabuhan lebih mahal sekitar Rp300 ribu-Rp400 ribu dibandingkan di dalam pelabuhan.
"Tadi ada keluhan dari pengusaha storage peti kemas. Mereka bilang di dalam sama di luar, charge-nya lebih mahal di luar. Rp300 ribu-Rp400 ribu," kata Purbaya usai sidang di kantor Kemenkeu, Rabu.
Ia menyebutkan sebagian besar biaya tersebut juga mengalir kepada perusahaan asing. Persoalan utama itu disebut bukan hanya mengenai keuntungan perusahaan, tetapi juga penentuan tarif yang membuat pelaku usaha lokal tidak leluasa bergerak.
Purbaya memperkirakan persoalan tersebut berkontribusi terhadap kenaikan biaya logistik hingga sekitar Rp4 triliun. Dari nilai tersebut, sekitar 70 persen atau Rp2 triliun-Rp3 triliun diperkirakan mengalir ke luar negeri.
"Itu juga disetor sebagian besar ke perusahaan asing, tadi ada perusahaan asing," ujarnya.
"Menurut saya sih, saya sedang berpikir apakah itu kan 4 triliun naiknya biaya logistik gara-gara itu. 70 persen ke luar, itu, kan, sekitar 2 sampai 3 triliun kira-kira ke luar," lanjut Purbaya.
Purbaya meminta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mempelajari status perusahaan asing yang disebut memiliki bisnis penyimpanan sejenis dengan pelaku usaha lokal, termasuk apakah masuk kategori UMKM untuk mengatasi persoalan tersebut.
Ia juga meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai kembali kemungkinan penyamaan tarif layanan lift-on lift-off peti kemas di dalam dan luar pelabuhan.
"Saya minta BKPM pelajari itu, apakah itu UMKM atau bukan," ujarnya.
"Saya minta Perhubungan untuk melihat, menilai kembali atau meng-asses, bisa enggak disamakan tarif di luar sama di dalam pelabuhan untuk lift-on [dan] lift-off-nya," sambung Purbaya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





































