Menuju konten utama

PSI Akui Kenaikan Ambang Batas Parlemen Jadi Hambatan Lolos DPR

Grace membantah jika kenaikan ambang batas parlemen semata-mata dipandang sebagai upaya penjegalan atau untuk menghambat PSI masuk ke DPR.

PSI Akui Kenaikan Ambang Batas Parlemen Jadi Hambatan Lolos DPR
Staf Khusus Presiden, Grace Natalie di Komplek Istana Presiden, Selasa (3/9/2024). tirto.id/M. Irfan Al Amin
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, mengakui rencana kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) akan memperbesar tantangan bagi partai berlambang gajah itu untuk memperoleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat pada Pemilu 2029.

Grace tidak memungkiri, semakin tinggi ambang batas parlemen, semakin besar pula hambatan yang harus dilewati utamanya partai-partai politik kecil untuk mendapatkan kursi di Senayan. Meski begitu, Grace menyatakan PSI siap mengikuti berapapun angka ambang batas parlemen yang nantinya ditetapkan dalam revisi Undang-Undang Pemilu.

"Kalau PT kita semakin tinggi, realitanya kan adalah barrier to entry itu makin besar," kata Grace kepada awak media, di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2026) malam.

Sebelumnya, sejumlah partai politik di parlemen mengusulkan kenaikan ambang batas dari 4 persen menjadi 5 persen, bahkan terdapat pula usulan angka yang lebih tinggi. Ketua Komisi II DPR, Rifqinizamy Karsayuda, mengatakan kesepakatan para ketua umum partai politik terkait angka 5 persen akan menjadi salah satu acuan pembahasan revisi UU Pemilu.

Bagi PSI, persoalan tersebut menjadi tantangan tersendiri. Partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep itu belum pernah memperoleh kursi di DPR sejak mengikuti pemilu.

"PSI kan ini kami masih partai kecil, masih berjuang, belum pernah lolos ke Senayan," tambah Grace.

Meski begitu, Grace membantah jika kenaikan ambang batas parlemen semata-mata dipandang sebagai upaya penjegalan atau untuk menghambat PSI masuk ke DPR.

"Ya saya pikir sih kalau PT itu bukan soal jegal-menjegal," katanya.

Menurut Grace, persoalan kenaikan ambang batas parlemen lebih berkaitan dengan konsekuensi sistem pemilu. Semakin tinggi persentase suara nasional yang harus dipenuhi sebuah partai untuk memperoleh kursi DPR, semakin besar pula batas masuk yang harus dilewati partai tersebut.

Oleh karena itu, PSI lebih mendorong konsep fraksi threshold daripada ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. Menurut dia, model tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi suara pemilih yang tidak terkonversi menjadi kursi di parlemen.

"Kalau dari teman-teman bisa cek dari dulu-dulu, sebenarnya kami lebih setuju dengan konsep fraksi threshold, agar tidak ada suara yang terbuang," ujarnya.

Baca juga artikel terkait PARLIAMENTARY THRESHOLD atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher