Menuju konten utama

Sidang Tahunan MPR 2026 Batasi Putar Musik Picu Aksi Joget

Pemutaran musik akan ditempatkan di luar agenda resmi persidangan dan disesuaikan dengan ritmenya.

Sidang Tahunan MPR 2026 Batasi Putar Musik Picu Aksi Joget
Sejumlah anggota parlemen berfoto usai Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga/app/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penyelenggara Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI membatasi musik yang diputar pada lagu nasional dan daerah sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan sidang tahun sebelumnya.

Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Sekretariat Jenderal DPD RI, Mahyu Darma, mengatakan penyelenggara tidak akan memilih musik yang dapat mendorong hadirin untuk berjoget.

"Kami sudah mengevaluasi, mungkin tidak kita lakukan (musik yang mengundang berjoget)," kata Mahyu usai meninjau ruang utama sidang tahunan, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026) dilansir dari Antara.

Mahyu mengatakan musik yang disiapkan untuk rangkaian kegiatan berupa lagu nasional dan lagu daerah yang telah dipilih dengan mempertimbangkan ritmenya. Menurut dia, pemutaran musik juga ditempatkan di luar agenda resmi persidangan.

"Tidak di saat acara-acara resmi. Maka kita pilih lagu-lagu itu dimainkan di luar daripada agenda acara," katanya.

Mahyu mengatakan persiapan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang digelar Jumat (14/8/2026) telah dimatangkan agar rangkaian acara dapat berlangsung dengan khidmat.

Evaluasi terhadap pemilihan musik dilakukan setelah pada Sidang Tahunan MPR 2025 sejumlah anggota legislatif terlihat berjoget mengikuti musik seusai rangkaian acara.

Rekaman peristiwa tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan mendapat sorotan publik.

Sementara itu, Ketua DPR RI, Puan Maharani, berjanji Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama MPR-DPR-DPD RI 2026 kali ini berlangsung khidmat.

"Jadi insyaAllah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut," ujar Puan seusai gladi kotor.

Puan menilai aksi anggota dewan berjoget pada 2025 lalu terjadi secara spontan, tanpa ada maksud dan tujuan tertentu.

"Waktu itu kan sebenarnya itu secara spontan itu kita karena memang merasa gembira," kata Puan.

Baca juga artikel terkait SIDANG TAHUNAN MPR RI

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto