tirto.id - Bentrokan dilaporkan terjadi di atas kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln. Sebanyak 7 tentara AS disebut tewas dalam peristiwa itu. USS Abraham Lincoln merupakan kapal induk yang dikerahkan AS dalam perang melawan Iran sejak 28 Februari 2026 lalu.
Informasi terkait bentrokan ini semula dilaporkan oleh media Iran yang terafiliasi oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Tasnim. Media tersebut melaporkan berita terjadinya bentrokan pada 10 Agustus 2026.
Bentrokan berdarah itu disebut terjadi seiring meluasnya unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah tentara di kapal tersebut. Bentrokan muncul diduga karena situasi psikologis para awak USS Abraham Lincoln yang memanas.
Awak kapal militer berkekuatan nuklir itu disebut turut menggunakan senjata tajam ketika bentrok terjadi. Alhasil, 7 tentara terbunuh sementara banyak lainnya terluka.
USS Abraham Lincoln merupakan salah satu kapal induk yang jadi kekuatan tempur utama AS dalam perang melawan Iran. Kapal ini telah dipergunakan militer AS sebagai pengangkut pesawat tempur dan unit militer lainnya.
Salah satu kapal induk terbesar di dunia itu telah dikerahkan menuju Laut Arab sejak Januari 2026 lalu, sekitar sebulan sebelum AS dan Israel memecah perang dengan Iran pada 28 Februari. Kapal ini kemudian ikut serta dalam operasi “Epic Fury” yang menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei terbunuh pada hari pertama peperangan.
Penyebab dan Kronologi Bentrokan di Kapal Induk USS Abraham Lincoln
Lamanya waktu berdinas bagi tentara AS disebut telah menjadi salah satu penyebab bentrokan terjadi di kapal induk USS Abraham Lincoln. Media Tasnim melaporkan, bentrokan para awak kapal tersebut bermula dari rasa lelah para tentara yang ditugaskan di kapal tersebut.
Moral para tentara disebut sedang dalam posisi yang rendah seiring peperangan yang tak kunjung selesai dan ketidakjelasan waktu mereka kembali pulang. Di tengah situasi tersebut, para awak mengeluhkan situasi kapal yang tidak optimal.
“Awak kapal mengeluhkan makanan yang sangat sedikit, setengah cangkir nasi dan dua potong daging; penutupan fasilitas penatu selama dua pekan; dan lingkungan kamar mandi kapal yang berjamur, menyebabkan kontaminasi jamur pada awak kapal,” tulis Tasnim.
Komando Pusat AS (CENTCOM) sejauh ini tak memberikan keterangan terkait hal ini. Namun, salah satu penasihat komandan CENTCOM Brad Cooper disebut sampai harus datang langsung ke USS Lincoln untuk menenangkan situasi.
Akan tetapi, kedatangan penasihat ini tidak disambut baik. Selama pidato, ia dilempari botol air.
Menukil WANA Iran, peristiwa bentrok di atas kapal terjadi seiring protes yang juga sedang berlangsung di AS. Para keluarga tentara yang dikerahkan dalam perang melawan Iran disebut mulai mengeluhkan lamanya dan ketidakjelasan durasi operasi.
Sementara itu, Perang Iran-AS hingga kini belum selesai. Iran dan AS sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada April, namun eskalasi konflik kembali meningkat pada Juli lalu.
Kini, upaya diplomasi dilaporkan mengalami kemajuan. Iran dan Oman disebut tengah dalam pembicaraan yang positif untuk mengatur jalur pelayaran Selat Hormuz yang baru. Tercapainya kesepakatan ini disebut menjadi hal yang penting dalam upaya diplomasi penghentian perang.
Akan tetapi, tentara AS tetap disiagakan di perairan Arab kendati terdapat sinyal positif dalam upaya diplomasi penghentian perang. Mereka kini ditugaskan untuk melakukan blokade maritim terhadap pelabuhan Iran untuk menyetop paksa ekspor minyak Iran dan menekan ekonomi mereka.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































