tirto.id - Kondisi terkini Gunung Semeru masih berstatus Level IV atau Awas, berdasarkan laporan aktivitas terakhir oleh MAGMA Indonesia pada Kamis (20/11/2025) periode pukul 12.00-18.00 WIB. Sementara, penangan dampak erupsi Semeru masih terus dilakukan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Wahyu Wijayanto, melaporkan selama periode pukul 12.00-18.00 WIB, Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung, angin lemah ke arah barat daya.
Dilaporkan, terjadi 34 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 11-22 mm, dan lama gempa 93-139 detik. Lalu 15 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-18 mm dan lama gempa 29-133 detik.
“6 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3-8 mm, dan lama gempa 43-73 detik. 1 kali gempa Getaran Banjir dengan amplitudo 25 mm, dan lama gempa 6829 detik,” tulis laporan Wahyu Wijayanto di laman MAGMA Indonesia, Kamis.
Dilaporkan MAGMA Indonesia, Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pukul 19.20 WIB hari ini, dengan visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 300 detik.
Kondisi Terbaru Gunung Semeru & Penanganan Dampak Erupsi
Warga di sekitar Gunung Semeru terdampak erupsi yang sebelumnya sejak Rabu (19/11/2025). Letusan pada Rabu itu disertai luncuran awan panas sejauh sekitar 13 km yang mengarah ke tenggara hingga selatan.
Data pengungsi erupsi Gunung Semeru berubah-ubah terkait pembaruan laporan. Pada Kamis (20/11/2025) pukul 05.40 WIB, Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melaporkan total pengungsi yang tersebar di beberapa tempat baik di Kecamatan Pronojiwo maupun Candipuro berjumlah kurang lebih 346 jiwa.
Pada laporan Kamis siang, jumlah pengungsi berkisar 900-an orang. Data ini diketahui saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memberikan bantuan makanan di berbagai lokasi pengungsian.
Masing-masing pengungsi itu tersebar di Kecamatan Candipuro meliputi Kantor Kecamatan Candipuro (101 warga) dan Balai Desa Sumbermujur (55 warga), kemudian di Kecamatan Pronojiwo meliputi Balai Desa Oro-oro Ombo (238 warga), Masjid Nurul Jadid (169 warga), SDN Supiturang 04 dan SDN Sumberurip 02 (235 warga), serta BUMDes Sumberurip, Masjid Oro-oro Ombo, dan Pom Mini Supiturang (107 warga).
Sementara, laporan BPBD Lumajang mencatatkan jumlah pengungsi mencapai 956 warga dan pendataaan masih terus dilakukan. Dilaporkan Instagram Kantor SAR Surabaya pada Kamis malam, erupsi Semeru berdampak ke 2 kecamatan yakni Pronojiwo dan Candipuro.
"Sejumlah pihak terlibat dalam penanganan dampak erupsi ini, diantaranya PVMBG, PPGA Gunung Sawur, BB TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), BPBD Lumajang, Kantor SAR Kelas A Surabaya, Pos SAR Jember, unsur TNI–Polri, Lumajang Rescue, Vapor Ambulance Rescue, Saver, pemerintah desa terdampak, serta relawan berbagai unsur," tulis Kantor SAR Surabaya.
Terlepas dari hal tersebut, tidak ada korban jiwa sampai saat ini, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, Pengendalian Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) di Instagram pada Kamis malam.
Namun 3 orang dilaporkan mengalami luka berat. Sejauh ini, Dinkes-P2KB Lumajang mencatat ada puluhan penduduk kelompok rentan, di antaranya 38 balita, 27 anak-anak, 30 lansia, dan 2 disabilitas.
Selain warga sekitar, erupsi Gunung Semeru pada Rabu sempat mengancam sekitar 187 orang –termasuk 129 pendaki– yang terjebak di kawasan Ranu Kumbolo saat letusan terjadi. Akan tetapi, ratusan orang tersebut dipastikan dalam kondisi aman, lantaran Ranu Kumbolo –yang berada di sisi utara Semeru– tak terdampak langsung luncuran awan panas.
Seluruh pendaki tersebut juga secara bertahap telah diarahkan meninggalkan Ranu Kumbolo pada Kamis sekitar pukul 09.00-10.00 WIB. Mereka diarahkan kembali ke pos pendakian Semeru Ranupani.
Sebelumnya, evakuasi tidak bisa dilakukan pada Rabu malam, lantaran kawasan sekitar Ranu Kumbolo diterjang hujan ringan pada siang harinya, sehingga dikhawatirkan rute turun terlalu berisiko bagi pendaki.
“Setelah dilakukan pendataan ulang oleh petugas TNBTS, seluruh pendaki telah turun dari Ranu Kumbolo dalam kondisi sehat dan aman. Mereka tiba secara bertahap sejak pukul 12.14 WIB,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, pada Kamis.
Akibat erupsi ini, TNBTS telah menutup sementara pendakian Gunung Semeru. Penutupan ini tertuang dalam Pengumuman Nomor: PG.17/T.8/TU/HMS.01.08/B/11/2025 tentang Penutupan Pendakian Gunung Semeru.
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id
































