Menuju konten utama

Update Info Banjir di Sumbar Hari Ini 25 November & Dampaknya

Simak rangkuman laporan banjir di Sumatera Barat pada Selasa (25/11/2025). Banjir terjadi di Padang, Pasaman Barat, Agam, dan wilayah lainnya.

Update Info Banjir di Sumbar Hari Ini 25 November & Dampaknya
Arus lalu lintas di jalan nasional tepatnya di Nagari Aia Gadang Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat hingga Selasa (25/11) pagi masih terputus karena genangan air masih menutupi badan jalan akibat luapan air Sungai Batang Pasaman sejak Senin (23/11/2025) malam. ANTARA/Altas Maulana. (Arus lalu lintas terputus akibat banjir)

tirto.id - Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat setelah guyuran hujan dalam beberapa hari terakhir. Wilayah yang terdampak itu seperti Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Pasaman Barat, hingga Agam.

Sebelumnya, cuaca ekstrem menerpa Sumatera Barat setidaknya sejak Jumat (21/11/2025). Hal ini sudah diperingatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau melalui melalui rilis No. 3.B/ME.02.04/939.KPDG/XI/2025 tentang Potensi Kejadian Bencana Hidrometeorologi Sumatera Barat Berlaku Tanggal 21-27 November.

Selama periode itu, BMKG Minangkabau memperingatkan adanya potensi pertumbuhan awan hujan yang berdampak pada meningkatnya peluang kejadian ekstrem dan dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, petir, hingga jalan licin.

Kesiagaan bencana ditingkatkan di sejumlah wilayah seperti Padang Pariaman, Pariaman, Pesisir Selatan, Sijunjung, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, hingga Lima Puluh Kota. Simak laporan terbaru bencana banjir di Sumatera Barat.

Kabar Terbaru Bencana Banjir di Sumatera Barat dan Dampaknya

Hingga Selasa (25/11/2025), penangan dan pendataan dampak bencana banjir masih terus dilakukan di Sumatera Barat. Di Kota Padang misalnya, setidaknya 50 KK yang terdampak banjir di Batu Busuk, Kecamatan Pauh, telah dievakuasi ke tempat aman pada Selasa.

“Diperkirakan 50 KK terdampak dan sudah dievakuasi. Untuk korban jiwa tidak ada," kata Kepala BPBD Kota Padang Hendri Zulviton di Padang, Selasa, dikutip dari ANTARA.

Selain di Padang, evakuasi juga dilakukan untuk 40 KK di Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. Mereka sebelumnya terjebak banjir dengan genangan air mencapai 1 sampai 1,5 meter pada Senin (24/11/2025) malam.

"Saat ini warga terdampak banjir sudah berada di lokasi yang aman. Tim gabungan melakukan evakuasi menggunakan perahu pada Selasa (25/11) dini hari," kata Kapolres Pasaman, AKP Zulfikar, Selasa, dikutip dari ANTARA.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat mencatat, total 7 kecamatan di kabupaten tersebut yang terdampak banjir akibat hujan sejak Senin.

"Dari data sementara tujuh dari 11 kecamatan yang ada terdampak bencana alam hingga Selasa (25/11) pukul 10.00 WIB. Tim gabungan telah diturunkan dan memberikan bantuan sejak bencana terjadi," kata Kepala BPBD Pasaman Barat Jhon Edwar, dikutip dari ANTARA.

Selain itu, banjir juga berdampak ke sektor pertanian hingga pendidikan. Di Kabupaten Agam misalnya, sekitar 31,18 hektare lahan pertanian berupa sawah dan cabai terendam tanah longsor serta banjir bandang. Disebutkan, ini merupakan dampak dari hujan cukup tinggi sejak Sabtu-Selasa (22-25/11/2025).

Lahan itu tersebar masing-masing di Kecamatan Palembayan (5,40 hektare), Kecamatan Palupuh (6,28 hektare), Kecamatan Tanjung Raya (16,50 hektare), Kecamatan Ampek Koto (sekitar 1 hektare), dan lainnya.

"Ini merupakan data sementara dari petugas di lapangan setiap kecamatan," kata Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu, dikutip dari ANTARA, Selasa.

"Padi yang terdampak dengan usia satu minggu sampai dua bulan. Lahan cabai yang terdampak bencana tanah longsor dan banjir bandang sekitar 0,5 hektare," tambah dia.

Hal serupa terjadi di Pasaman Barat. Pemerintah kabupaten setempat mencatat, setidaknya lahan 121 hektare persawahan di 4 kecamatan rusak akibat banjir. Kerugian ditaksir mencapai Rp363 juta. Disebutkan, sawah dan tanaman padi tercatat sebagai komoditas yang paling terdampak oleh banjir.

"Kerusakan dan kerugian lahan pertanian terus kita data. Untuk sementara masih di angka 121 hektare lahan sawah yang terdampak," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Selasa, dikutip dari ANTARA.

"Banjir dipicu oleh intensitas hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung di wilayah Pasaman Barat," tambah dia.

Sedangkan di sektor pendidikan, sejumlah sekolah dilaporkan terendam banjir hingga membuat aktivitas belajar-mengajar terganggu. Di Pasaman Barat misalnya, total ada 23 sekolah yang terendam banjir hingga Selasa (25/11/2025).

Meski terdampak banjir, tidak ada kewajiban bagi sekolah untuk meliburkan kegiatannya. Hal ini juga tergantung situasi di lapangan. Terlebih, saat ini para murid sedang bersiap menjalani ujian semester.

"Untuk data sementara ada 23 sekolah terdampak banjir. Kita terus melakukan pendataan di lapangan," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat Imter Pedri, Selasa, dikutip dari ANTARA.

"Pada umumnya sekolah yang terdampak digenangi air di bagian luarnya tetapi ada juga yang masuk ke dalam kelas sampai merendam kursi dan meja," imbuh Imter Pedri.

Baca juga artikel terkait BANJIR atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Yantina Debora