Menuju konten utama

Dino Patti Djalal Ingatkan Deforestasi Papua Ancam Target Emisi

Dino Patti Djalal mengingatkan deforestasi besar di Papua berpotensi menghapus capaian pengurangan emisi Indonesia serta memicu dampak ekonomi dan iklim.

Dino Patti Djalal Ingatkan Deforestasi Papua Ancam Target Emisi
Batas-batas hutan yang telah dibuka dan akan dibuka untuk penanaman kelapa sawit di area konsesi milik PT Papua Agro Lestari, anak usaha Korindo Group, di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Foto diambil 2016. FOTO/Dokumentasi Yayasan Pusaka
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal mengingatkan agar pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dapat menjaga upaya penurunan laju deforestasi yang sudah berhasil dicapai pemerintahan sebelumnya.

Sebab, menurutnya jika deforestasi kembali terjadi dalam skala besar, khususnya di Papua, seluruh upaya pengurangan emisi yang telah dilakukan selama ini akan hilang begitu saja.

“Jika deforestasi kembali terjadi dalam skala besar di Papua, maka seluruh penghematan emisi yang kita capai dari sektor energi, industri, maupun transportasi akan hilang begitu saja,” katanya dalam Indonesia Net Zero Summit 2026, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (1/8/2026).

Lebih lanjut Dino menjelaskan, deforestasi di Papua bukan hanya berbahaya bagi lingkungan, namun juga akan membawa dampak besar pada perekonomian nasional, tatanan sosial serta kondisi iklim di Indonesia.

“Deforestasi di Papua bukan hanya berbahaya bagi lingkungan, tetapi juga akan membawa konsekuensi ekonomi, sosial, dan iklim yang sangat besar. Karena itu, jangan sampai hal tersebut terjadi,” tegas Dino.

Selain hutan, ia juga meminta agar pemerintah lebih kuat dalam melindungi lahan gambut dan ekosistem mangrove yang masih banyak tersebar di seluruh alam Indonesia.

“Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia berhasil mencatatkan penurunan laju deforestasi hingga sekitar 85 persen. Pencapaian ini mendapat pengakuan dari komunitas internasional. Karena itu, momentum tersebut harus terus dijaga,” sambungnya.

Sebagai informasi tambahan, deforestasi di Papua ini telah beberapa kali menjadi perhatian dan diteliti. Salah satunya dalam jurnal yang diterbitkan di GREAT (Global Research and Inovation Journal) dan ditulis Laurents, & Sadina. (2025) berjudul Deforestasi di Papua: Dampak Lingkungan dan Implikasinya Terhadap Hak Asasi Manusia yang diterbitkan.

Menurut jurnal tersebut, alam Papua wajib dilindungi karena wilayah itu merupakan benteng pertahanan ekologis terakhir Indonesia yang menyimpan miliaran ton karbon, rumah bagi keanekaragaman hayati unik, serta ruang hidup masyarakat adat.

Baca juga artikel terkait DEFORESTASI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dipna Videlia Putsanra