Menuju konten utama

Maestro Seni Rupa Nasirun Meninggal Dunia

Rencananya jenazah Nasirun akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Seniman di Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY.

Maestro Seni Rupa Nasirun Meninggal Dunia
Maestro seni rupa Indonesia Nasirun (kanan) dan pelukis kontemporer asal Jepang Bunta Inoue (kiri). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kabar duka datang dari dunia seni rupa Indonesia. Pelukis Nasirun tutup usia pada Sabtu (1/8/2026) pukul 05.58 WIB di RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta.

Maestro seni rupa kelahiran Cilacap ini tutup usia diumur 60 tahun. Kabar meninggalnya Nasirun ini beredar di lini masa media sosial. Ucapan duka, belasungkawa dan kehilangan pun disampaikan oleh para sahabat, kerabat dan kolega Nasirun di media sosial.

Salah satu yang menyampaikan belasungkawa adalah sastrawan dan budayawan Agus Noor melalui akun Instagramnya @agusnoor_. Agus menuliskan dirinya mendapatkan kabar meninggalnya Nasirun pada hari Sabtu (1/8/2026).

"Mendapat kabar, pelukis Nasirun meninggal dunia, sekitar jam 05.30 an, pagi tadi, 1 Agustus 2026. Alfatikhah buat Almarhum. Saya bersaksi ia orang yang baik," kata Agus.

Agus mengenang sosok Nasirun sebagai yang memiliki kedermawanan yang tinggi. Nasirun semasa hidup dikenalnya sebagai sosok penyabar yang luar biasa dan juga sosok yang jenaka.

Sementara itu tetangga Nasirun, Bimo Aditya, membenarkan kabar duka tersebut. Bimo menuturkan kepergian Nasirun ini dinilainya cukup mendadak.

"Benar (meninggal). Pak Nasirun nggak ada riwayat (sakit). Kemarin sore masih ngobrol sama aku. Cuma akhir-akhir ini mengeluh dada sakit dan asam lambung. Selama ini sehat-sehat saja," tutur Bimo.

Rencananya jenazah Nasirun akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Seniman di Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY. Nasirun akan dikebumikan pada pukul 14.00 WIB. Semasa hidupnya Nasirun meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Baca juga artikel terkait KABAR DUKA atau tulisan lainnya dari Cahyo PE

tirto.id - Flash News
Kontributor: Cahyo PE
Penulis: Cahyo PE
Editor: Anggun P Situmorang