Menuju konten utama

Titik Banjir Aceh Hari Ini & Kabar Terkini Usai Listrik Putus

Informasi terkini titik banjir di Aceh hari ini pasca listrik putus. Ini wilayah terdampak yang dilaporkan BPBA. Cek update lengkapnya di sini.

Titik Banjir Aceh Hari Ini & Kabar Terkini Usai Listrik Putus
bencana alam banjir di Aceh dan longsor di Sumatera Barat. foto/Dok. TNI AD

tirto.id - Usai listrik putus, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir masih melanda sembilan kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Simak titik banjir Aceh hari ini, Kamis, 27 November 2025 berikut.

Dilansir dari laman resmi BPBA, titik banjir di Aceh hingga hari ini ada 9 yaitu Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.

Sembilan kabupaten/kota di Aceh tersebut telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi. Plt Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, menjelaskan bahwa penetapan status tersebut dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing wilayah yang terus memburuk akibat hujan ekstrem.

"Kabupaten yang telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi yaitu Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Singkil, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat," ujar Fadmi dikutip laman resmi BPBA.

BPBA mencatat, dalam periode 18 November 2025 pukul 07.00 WIB hingga 26 November 2025 pukul 12.00 WIB, bencana ini telah berdampak pada 14.235 kepala keluarga atau 46.893 jiwa. Ada 455 kepala keluarga atau 1.497 jiwa terpaksa mengungsi.

BPBA menyebut, banjir yang terjadi secara meluas ini dipicu oleh curah hujan tinggi berhari-hari, angin kencang, serta kondisi geologi labil yang memicu banjir, tanah bergerak, dan tanah longsor di berbagai wilayah.

Update Titik Banjir Aceh Hari Ini

Di Kabupaten Bireuen, hujan intensitas sedang hingga tinggi terjadi sejak Minggu (23/11/2025) dini hari. Hal ini menyebabkan banjir luapan di tujuh kecamatan.

Saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air membuat air meluap ke permukiman, merendam ratusan rumah warga, antara lain di Kecamatan Gandapura, Jangka, Juli, Kuta Blang, Makmur, Peudada, dan Peusangan. Hingga laporan terakhir, air di sejumlah lokasi masih belum surut.

Di Kota Lhokseumawe, banjir dan longsor terjadi pada Rabu (26/11/2025) setelah hujan dan angin kencang mengguyur wilayah tersebut sejak 20 November. Empat kecamatan terdampak, meliputi Banda Sakti, Blang Mangat, Muara Dua, dan Muara Satu.

Kondisi serupa juga melanda Aceh Timur pada Sabtu (22/11/2025). Hujan lebat dan angin kencang menyebabkan banjir di sedikitnya sebelas kecamatan, termasuk Banda Alam, Birem Bayeun, Darul Ihsan, Idi Timur, Indra Makmur, Julok, Madat, Nurussalam, dan Pante Bidari.

Di Kota Langsa, banjir genangan yang dipicu hujan tiga hari berturut-turut serta air kiriman dari lahan perkebunan sawit menenggelamkan sedikitnya 110 rumah di Desa Paya Bujok Seulemak.

Di Kabupaten Bener Meriah, hujan deras memicu longsor di Desa Pantai Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, serta banjir yang merendam sepuluh kecamatan.

Di Gayo Lues, banjir pada 18 November menyebabkan sebelas kecamatan terdampak, dan hingga kini air masih belum surut.

Di Aceh Singkil, meluapnya Sungai Lae Cinedang menenggelamkan sejumlah kecamatan dengan ketinggian air mencapai 50–80 cm. Ribuan keluarga terdampak, terutama di Kecamatan Singkil, Simpang Kanan, dan Gunung Meriah.

Banjir juga meluas di Aceh Utara, dengan ketinggian air 30–50 cm di puluhan kecamatan. Banjir di Aceh Selatan terpantau mulai berangsur surut setelah melanda wilayah tersebut sejak 22 November.

Baca juga artikel terkait BANJIR ACEH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra