tirto.id - Sejumlah daerah menetapkan kebencanaan menyusul serangkaian kejadian bencana hidrometeorologi yang melanda wilayahnya. Kota Lhokseumawe menetapkan status siaga bencana, sementara Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) telah menetapkan wilayahnya berstatus tanggap darurat bencana.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menetapkan status tanggap darurat bencana terhitung 25 November hingga 8 Desember 2025. Status ini disebut dapat diperpanjang sesuai kebutuhan penanganan darurat bencana di lapangan.
"Pemerintah Provinsi Sumbar resmi menetapkan status tanggap darurat bencana alam imbas cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar Arry Yuswandi di Kota Padang, Rabu (26/11/2025).
Penetapan status tanggap darurat tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Nomor: 360-761-2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Kencang di Provinsi Sumbar 2025.
"Dengan adanya 13 kabupaten/kota di Sumbar yang terdampak, kondisi ini menjadi dasar kuat bagi pemerintah provinsi untuk menetapkan status tanggap darurat bencana di tingkat provinsi," ujar Arry.
Sebelumnya, lima daerah terdampak paling signifikan yakni Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Pesisir Selatan serta Kota Bukittinggi telah menetapkan status tanggap darurat di wilayahnya masing-masing.
Penetapan status tanggap darurat provinsi untuk memastikan seluruh perangkat daerah dapat bekerja lebih cepat, terkoordinasi dan fleksibel terutama dalam mobilisasi logistik, alat berat serta sumber daya manusia. Selain itu, penetapan status ini juga menjadi dasar pengusulan bantuan dana siap pakai dari BNPB.
Selama masa tanggap darurat Sumbar memprioritaskan tujuh langkah penanganan yakni kaji cepat situasi dan kebutuhan penanganan darurat bencana, aktivasi sistem komando penanganan darurat bencana, termasuk penyusunan rencana operasi dengan memperhatikan rencana kontingensi yang pernah dibuat.
Prioritas selanjutnya evakuasi masyarakat terancam, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terancam, perlindungan kelompok rentan, pengendalian terhadap sumber ancaman bencana dan penyiapan serta pendistribusian bantuan logistik.

Pemerintah Kota (Pemkot) Lhokseumawe, Aceh, menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor menyusul tingginya curah hujan yang melanda wilayah itu dalam sepekan terakhir.
“Penetapan status ini tidak terlepas dari perkembangan terkini banjir yang menggenangi permukiman warga dengan ketinggian 30 hingga 70 centimeter,” kata Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, di Lhokseumawe, Rabu.
Sayuti menjelaskan masa status siaga bencana tersebut akan berlangsung selama 53 hari sejak ditetapkan pada 24 November 2025 sampai dengan 15 Januari 2026. Status tersebut dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Sebanyak 68 gampong/desa yang tersebar dalam empat kecamatan dalam kota itu terendam banjir menyusul tingginya curah hujan dan ombak laut yang mencapai dua hingga tiga meter yang masuk ke permukiman warga," ujarnya.
Sayuti mengatakan saat ini masyarakat masih memilih tetap berada di rumah masing-masing dan belum ada titik pengungsian akibat bencana banjir yang melanda kawasan tersebut.
"Kami juga telah menginstruksikan pembuatan dapur umum di setiap gampong guna memenuhi kebutuhan makanan masyarakat yang terdampak banjir," katanya.
Pemerintah melalui Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan masa panik kepada korban terdampak bencana yang disalurkan melalui kantor keuchik/kepala desa setempat.
Pihaknya juga akan akan terus memantau perkembangan terkini dan meminta instansi terkait untuk terus melakukan penanganan secara cepat dan tepat serta membangun koordinasi lintas instansi guna mengoptimalkan penanganan bencana.
Sayuti juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tetap waspada serta menghindari bepergian ke lokasi banjir sebagai bagian meminimalisir jatuhnya korban jiwa.
“Jika ada kendala atau membutuhkan pertolongan kesehatan dan evakuasi dapat segera menghubungi petugas agar dapat dilakukan penanganan secara cepat,” katanya.
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































