tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) siap menjalin kerja sama dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk menangani para pengungsi yang terdampak konflik di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah.
Rencana kerja sama itu disepakati saat Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian di Kantor Kemensos, Jakarta, pada Senin (10/8/2026).
"Sekarang ini kami bersama-sama menyepakati bahwa fokus kami yang harus secepatnya kami respons adalah para pengungsi yang ada di Kabupaten Puncak," kata Agus Jabo.
Dia menegaskan, keselamatan dan kenyamanan para pengungsi mesti menjadi prioritas utama. Maka dari itu, perlu ada kolaborasi lintas kementerian/lembaga yang didukung oleh pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penanganan pengungsi di Papua Tengah.
Untuk penanganan pengungsi yang terdampak konflik di Papua Tengah, Kemensos sejauh ini sudah mengirimkan bantuan kedaruratan kepada sekitar 1.000 warga yang mengungsi secara mandiri di berbagai titik.
Jenis bantuan Kemensos itu meliputi barang sembako dan sandang seperti beras, minyak goreng, biskuit, mie instan, gula pasir, kopi bubuk, selimut, pakaian dewasa, hingga pakaian anak.
"Jadi, untuk Kabupaten Puncak, sebetulnya kami juga sudah melakukan respons dengan memberikan bantuan-bantuan kedaruratan di sejumlah titik pengungsi yang sampai sekarang ini kami identifikasi para pengungsi ini pengungsi mandiri, tidak ada di shelter," ujarnya.
Selain bantuan logistik untuk situasi darurat, Kemensos juga bisa memberikan santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia dan korban luka berat. Menurut Agus Jabo, bantuan itu bisa disalurkan berdasarkan data yang diusulkan pemerintah daerah kepada Kemensos.
Komnas HAM Perkirakan Ada 5.000 Lebih Pengungsi
Berdasarkan data yang dihimpun Komnas HAM, terdapat lebih dari 5.000 pengungsi yang terdampak konflik kekerasan di Kabupaten Puncak. Menurut Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P. Siagian, angka itu masih mungkin berubah.
"Versi pemerintah provinsi ada 2.239 (jiwa), versi moderat menurut kami memang bisa lebih dari 5 ribuan (jiwa). Nah ini dinamis terus tentunya dan berpencar ke berbagai tempat, keluar dari Kabupaten Puncak," jelasnya.
Saurlin menambahkan, ribuan pengungsi itu membutuhkan bantuan seperti pakaian layak pakai, makanan pokok (sagu, telur, minyak goreng, beras, dan lainnya), penunjang kesehatan (obat dan pemeriksaan medis), hingga hunian sementara.
"Setidaknya para pengungsi ini, ribuan pengungsi ini, membutuhkan makanan instan siap saji. Dalam kondisi darurat, saya kira makanan instan ini penting," kata dia.
Menyikapi kondisi ini, Agus Jabo memastikan Kemensos akan memberikan dukungan untuk membantu pengungsi di Kabupaten Puncak. Dia berharap pemerintah daerah bisa segera mendata korban dan mengusulkannya kepada Kemensos.
"Karena ini konflik yang baru terjadi di Kabupaten Puncak, ini butuh sinergi pendataan antar-instansi. Yang kemudian dari pendataan ini kita meminta supaya ada usulan dari Kepala Daerah yang ditujukan ke Kemensos," kata Agus Jabo.
Dalam pertemuan yang sama, hadir pula Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Masryani Mansyur, Kepala Biro Dukungan Penegakan HAM Komnas HAM Imelda Saragih, Kepala Biro Perencanaan dan Pengawasan Internal Komnas HAM Noviati Listiyasningsih, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id

































