Menuju konten utama

Info Banjir Sumatera Barat Hari Ini 27 November & Update Korban

Simak rangkuman laporan banjir terbaru di Sumatra Barat pada Kamis (27/11/2025) hari ini. Simak pula laporan korban jiwa dan pencarian orang hilang.

Info Banjir Sumatera Barat Hari Ini 27 November & Update Korban
Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban longsor di Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Agam, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Longsor yang terjadi karena tingginya intensitas hujan di daerah perbukan pada Rabu (26/11/2025) tersebut mengakibatkan puluhan rumah rusak dan sedikitnya tujuh korban meninggal dunia, belasan lainnya hilang, dan akses menuju lokasi putus total. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU

tirto.id - Penanganan bencana hidrometeorologi termasuk banjir di Sumatera Barat (Sumbar) terus dilakukan hingga Kamis (27/11/2025). Berdasarkan laporan terbaru, bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan dalam beberapa terakhir, telah menelan 9 korban jiwa.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam akibat cuaca ekstrem di daerah tersebut selama 2 pekan, yaitu sepanjang Rabu (25/11/2025) hingga Senin (8/12/2025).

Hal ini juga sejalan dengan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau, yang memperpanjang periode potensi kejadian bencana hidrometeorologi menjadi sampai Sabtu (29/11/2025), dari sebelumnya hanya hingga Kamis (27/11/2025).

Pemprov Sumatera Barat memprioritaskan 7 langkah penanganan, yaitu pengkajian cepat situasi dan kebutuhan penanganan darurat bencana, aktivasi sistem komando penanganan darurat bencana, termasuk penyusunan rencana operasi dengan memperhatikan rencana kontijensi yang pernah dibuat.

Berikutnya evakuasi masyarakat terancam, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terancam, perlindungan kelompok rentan, pengendalian terhadap sumber ancaman bencana, serta penyiapan dan pendistribusian bantuan logistik.

Hingga kini, bencana hidrometeorologi telah berdampak ke sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Barat, seperti Padang, Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi, Pasaman Barat, dan sejumlah wilayah lain.

Selain status Tanggap Darurat Bencana Alam, pemprov setempat meliburkan sekolah selama Kamis-Sabtu (27-29/11/2025). Sehingga, pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh melalui berbagai platform digital. Simak laporan terbaru banjir di Sumatera Barat.

Update Banjir Sumatera Barat & Jumlah Korban Terbaru 27 November 2025

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat menyebut saat ini total korban akibat bencana hidrometeorologi seperti banjir, telah menelan 9 korban jiwa. Data ini terakhir diperbarui pada Kamis (27/11/2025) pukul 13.05 WIB.

Juru Bicara BPBD Provinsi Sumbar Ilham Wahab mengatakan, data ini masih bersifat sementara. Untuk data lebih akurat, akan mempertimbangkan laporan berikutnya. Hingga data terbaru, laporan 5 orang meninggal berasal dari Kota Padang.

"Dari catatan kami, angka ini ada kecenderungan bertambah walaupun kita berharap jangan ada lagi korban," ujar Ilham Wahab dikutip dari ANTARA, Kamis.

"Untuk data pasti orang yang hilang kita belum dapatkan, tapi khusus di Kota Padang sudah ada 5 yang meninggal dunia dan beberapa lagi masih kita cari," tambah dia.

Pencarian korban hilang terus dilakukan. Di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, 4 orang dilaporkan tertimbun longsor. Namun satu orang korban berhasil diselamatkan oleh warga setempat pada Kamis (27/11/2025) siang. Sedangkan 3 korban lainnya masih tertimbun material tanah longsor

"Korban [selamat] langsung dibawa ke RSUD Lubuk Basung untuk perawatan secara intensif," kata Camat Tanjung Raya, Al Hafid di Lubuk Basung, dikutip dari ANTARA, Kamis.

Pun pencarian pada Kamis juga dilakukan oleh tim SAR gabungan di Nagari (desa) Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, setelah sejumlah orang dilaporkan hanyut akibat banjir pada Rabu (26/11/2025).

Dari data terkini, 2 orang dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dan 3 orang luka-luka. Korban yang masih selamat, kini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan intensif.

"Tadi sudah ada dua orang korban yang kita evakuasi dalam kondisi meninggal dunia dengan jenis kelamin laki-laki," kata salah seorang personel Basarnas Padang Tomi di Kabupaten Agam pada Kamis, dikutip dari ANTARA.

Sejauh ini, penanganan bencana banjir dan tanah longsor terus dilakukan BPBD setempat bersama Polri, TNI, stakeholder lainnya, dan relawan terkait. Terlebih bagi korban bencana yang saat ini masih terjebak.

Personel Polsek Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, misalnya, mengevakuasi sekitar 100 orang yang terjebak banjir di wilayah tersebut pada Kamis. Evakuasi dilakukan di Kampung Nelayan Kecamatan Sasak Ranah Pasisia. Mereka mayoritas terjebak banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

"Saat ini warga yang dievakuasi ke posko dapur umum yang ada di Pondok dan tempat yang aman lainnya," kata Kapolsek Pasaman, AKP Zulfikar, Kamis dikutip dari ANTARA.

Di Pasaman Barat sendiri, berdasarkan data BPBD setempat, banjir dan tanah longsor telah berdampak ke 10 kecamatan.

Selain korban yang terjebak banjir, beberapa warga yang belum terdampak langsung mulai dievakuasi. Pemerintah Kota Pariaman misalnya, mengevakuasi sejumlah warga yang terancam luapan Sungai Batang Mangor. Mereka dibawa ke tempat aman, seperti ruko-ruko terdekat.

"Kami memaksa warga untuk dievakusi karena masih ada warga yang masih ingin bertahan di rumahnya," kata Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Ashar, Kamis, dikutip dari ANTARA.

Tidak hanya mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan membuat warga mengungsi, banjir di Sumatera Barat hingga Kamis juga berdampak pada rusaknya lahan pertanian, perikanan, hingga rusaknya akses jalan.

Pada Kamis pagi, jembatan Lubuk Alung Padang Pariaman ambruk karena tingginya debit air sungai. Kemudian jalan nasional Padang - Padang Panjang tertimbun material akibat luapan air, dan sejumlah akses lainnya masih terhambat.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Iswara N Raditya