tirto.id - Banjir melanda sejumlah kabupaten/kota di wilayah pesisir Sumatera Utara dan Barat hingga Kamis (27/11). Tak hanya banjir, wilayah-wilayah itu juga terkena longsor. Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu penyebab bencana ini.
Di mana saja lokasi banjir di Sumatera? Menurut informasi terbaru dari BNPB, banjir berdampak pada 12 kabupaten/kota di Utara (Sumut) dan 13 kabupaten/kota di Barat (Sumbar). Simak situasi terkini dari dua provinsi di tersebut.
Daftar Wilayah di Sumut yang Terdampak Bencana
Menurut data BPBD Sumut, ada 12 kabupaten/kota yang terkena dampak banjir, tanah longsor, puting beliung, dan pohon tumbang, hingga Kamis (27/11) hari ini:
- Kota Medan
- Kabupaten Tapanuli Selatan
- Kabupaten Tapanuli Tengah
- Kabupaten Tapanuli Utara
- Kabupaten Humbang Hasundutan
- Kota Sibolga
- Kabupaten Mandailing Natal
- Kabupaten Deli Serdang
- Kabupaten Pakpak Bharat
- Kabupaten Serdang Bedagai
- Kota Padang Sidempuan
- Kabupaten Nias
"Bantuan berupa makanan siap saji, selimut, logistik kebutuhan dasar, obat-obatan hingga perlengkapan evakuasi," tutur Ferry.
Mengantisipasi bencana susulan, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang bermukim di daerah rawan longsor dan bantaran sungai.
Daftar Wilayah di Sumbar yang Terkena Bencana
Sementara itu di Sumbar, ada 13 kabupaten/kota yang terkena banjir dan tanah longsor menurut data hingga hari ini, Kamis (27/11).
- Kota Padang
- Kabupaten Padang Pariaman
- Kota Solok
- Kabupaten Agam
- Kota Pariaman
- Kota Bukittinggi
- Kota Padang Panjang
- Kabupaten Tanah Datar
- Kabupaten Pesisir Selatan
- Kabupaten Solok
- Kabupaten Pasaman
- Kabupaten Pasaman Barat
- Kabupaten Limapuluh Kota
Status tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur nomor : 360-761-2025 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir, Banjir Bandang, Tanah Lonsor, dan Angin Kencang di Wilayah Provinsi Sumbar Tahun 2025. Keputusan ini mulai berlaku sejak 25 November sampai 8 Desember 2025.
Ada lima daerah terdampak paling parah, yakni Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan, serta Kota Bukittinggi, juga telah menetapkan status tanggap darurat di wilayahnya masing-masing.
Untuk memudahkan koordinasi, Pemprov juga menetapkan Kantor BPBD Sumbar sebagai Posko Tanggap Darurat sekaligus Command Center Provinsi. Di lokasi ini seluruh informasi, koordinasi operasi lapangan, hingga pelaporan kejadian bencana akan dihimpun dan disinkronkan.
“Posko di BPBD akan menjadi titik kendali utama. Semua perkembangan situasi akan dikoordinasikan dari sana agar penanganan berjalan lebih cepat, terarah, dan satu komando,” ujar Arry.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id





























