Menuju konten utama

Penyebab Banjir Sibolga, Info Terkini, & Update Korban Hari Ini

Delapan orang meninggal dunia akibat banjir Sibolga. Simak info terkini banjir Sibolga, dampak dan jumlah korban.

Penyebab Banjir Sibolga, Info Terkini, & Update Korban Hari Ini
Ilustrasi Banjir. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Banjir di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) masih terjadi hingga hari ini, Kamis, 27 November 2025. Simak info terkini banjir Sibolga, penyebab banjir, hingga jumlah korban akibat bencana banjir.

Kota Sibolga termasuk dalam daftar wilayah yang diterjang banjir bandang dan tanah longsor di provinsi Sumatera Utara. Selain banjir Sibolga, tiga wilayah lainnya yaitu Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal.

Berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang dirilis pada Rabu (26/11), sebanyak delapan orang meninggal dunia yang mayoritas korban berada di Kecamatan Sibolga Selatan.

Penyebab Banjir Sibolga

Seturut laman BNPB, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan hujan deras dalam durasi lebih dari dua hari (24-25 November 2025) telah memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Kota Sibolga.

Kemudian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan penyebab banjir yang terjadi di wilayah Kota Sibolga.

Banjir tersebut disebabkan oleh cuaca ekstrem pada Selasa (25/11) yang dipicu Siklon Tropis KOTO yang berkembang di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B yang terpantau di Selat Malaka.

Dua sistem cuaca yang signifikan ini memengaruhi peningkatan curah hujan dan angin kencang di Sumatera bagian utara. Bibit Siklon 95B memengaruhi pembentukan awan konvektif yang meluas di atas Aceh hingga Sumatera Utara.

Sementara itu, Siklon Tropis KOTO meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah barat Indonesia, termasuk Sumatera Utara, sehingga memperkuat hujan lebat di wilayah terkait.

Bibit Siklon 95B berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau, disertai angin kencang di Aceh dan Sumatera Utara. Akibat intensitas hujan dan cuaca ekstrem tersebut, wilayah Kota Sibolga dilanda banjir dan tanah longsor.

Info Terkini Banjir Sibolga

Hingga Rabu petang (26/11), beberapa wilayah di kota Sibolga yang masih terendam banjir meliputi Kelurahan Angin Nauli di Kecamatan Sibolga Utara, Kelurahan Aek Muara Pinang dan Aek Habil di Kecamatan Sibolga Selatan, Kelurahan Pasar Belakang dan Pasar Baru.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, banjir di Kota Sibolga mengalir cukup deras dan menghantam rumah, menyeret kendaraan hingga infrastruktur lain yang dilewatinya. Arus banjir juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan dan sampah rumah tangga.

Kemudian, wilayah terdampak tanah longsor meliputi Kelurahan Angin Nauli, Simare-mare, Sibolga Hilir, Hutabarangan, Huta Tonga dan Sibual-buali di Kecamatan Sibolga Utara.

Berikutnya Kelurahan Parombunan dan Aek Mani di Kecamatan Sibolga Selatan, Kelurahan Pancuran Bambu, Pancuran Dewa dan Pancuran Kerambil di Kecamatan Sibolga Sambas. Selanjutnya Kelurahan Pasar Belakang, Pasar Baru dan Pancuran Gerobak di Kecamatan Sibolga Kota.

Hingga hari ini, Basarnas kembali meningkatkan intensitas pencarian korban banjir dan longsor yang melanda wilayah Kota Sibolga. Tim SAR gabungan telah dikerahkan secara penuh dalam 24 jam terakhir ke seluruh titik prioritas untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir maupun tertimbun material longsor mulai Rabu malam (26/11).

Melansir laporan Antaranews, Rabu, 26 November 2025, operasi SAR melibatkan tim sar gabungan dari Pos SAR Sibolga, TNI/Polri, BPBD, Polairud, serta unsur relawan di Sumatera Utara.

Masing-masing unsur dilengkapi peralatan lengkap dan profesional. Di antaranya meliputi armada kendaraan SAR darat dan air, peralatan medis, alat komunikasi, serta drone thermal.

Dampak dan Korban Banjir Sibolga

Hingga Rabu malam (26/11), Basarnas mencatat delapan orang meninggal dunia dan 21 orang dilaporkan hilang akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sibolga. Basarnas akan melakukan pencarian korban di beberapa titik prioritas untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir maupun tertimbun material longsor.

“Sudah disebar di beberapa titik. Upaya pencarian tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi keselamatan petugas,” ujar Kepala Kantor SAR Nias Putu Arga Sudjarwadi, dikutip Antaranews, Rabu malam (26/11).

Bencana tanah longsor di Kota Sibolga diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan akses di Jalan II Nomensen Kecamatan Sibolga Timur tertutup.

Selain itu, akses jalan penghubung Kota Sibolga-Kota Padangsidimpuan juga terputus akibat longsor. Dalam hal ini, gabungan tim SAR akan berfokus pada pembukaan akses jalan yang terputus agar kendaraan dapat melintas.

Kemudian melakukan evakuasi warga, pendataan kerusakan, serta memastikan bantuan dapat menjangkau lokasi yang masih terisolasi. Selain itu, banjir Sibolga juga menyebabkan padamnya jaringan listrik dan gangguan jaringan telekomunikasi.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo