Menuju konten utama

Tim SAR Terus Cari Warga Tapanuli Terdampak Banjir dan Longsor

Upaya pencarian terkendala listrik padam, jaringan komunikasi putus, hingga akses jalan terputus.

Tim SAR Terus Cari Warga Tapanuli Terdampak Banjir dan Longsor
Banjir bandang dan tanah longsor di berbagai lokasi Tapanuli Tengah. FOTO/Tangkapan layar instagram @masinton
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Sibolga serta Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara.

Kepala Kantor SAR Nias, Putu Arga Sudjarwadi, mengatakan bahwa banjir melanda sejumlah wilayah di Tapteng, seperti Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, dan Kolang. Sementara longsor terjadi di Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, dan Tapian Nauli.

Berdasarkan laporan sementara di Tapanuli Tengah, Putu menyebut banjir tersebut berdampak kepada 150 KK di Pandan, 338 KK di Sarudik, 65 KK di Barus, 1.261 KK di Kolang, 10 KK di Tukka, dan 78 KK di Lumut. Adapun korban meninggal akibat longsor adalah 4 orang.

“Meninggal dunia 4 orang - satu keluarga,” ujar Putu dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025).

Di Kota Sibolga, laporan kehilangan warga datang dari berbagai lokasi seperti Jl. Perjuangan, Jl. Beo, Jl. Murai, Jl. Kenanga, hingga kawasan Lapo Uci. Secara total, tim SAR mencatat sekitar 21 orang dilaporkan hilang dan 8 orang meninggal atau tertimbun.

Kemudian, di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), enam warga dilaporkan meninggal akibat banjir bandang, sementara tujuh orang terdampak longsor. Proses evakuasi difokuskan di RS Bhayangkara Batang Toru serta sejumlah titik pengungsian desa.

Putu mengatakan evakuasi dan pencarian korban dilakukan oleh tim gabungan dari Pos SAR Sibolga, ABK KN SAR Nakula, TNI/Polri, BPBD, Polairud, serta berbagai unsur lainnya.

Akan tetapi, upaya ini terhambat oleh sejumlah faktor seperti listrik padam, jaringan komunikasi putus, cuaca ekstrem, hingga akses jalan yang rusak atau terputus.

Tim SAR dalam operasi itu menggunakan berbagai peralatan, termasuk rescue car, sekoci KN SAR Nakula, perahu karet, peralatan mountaineering, perlengkapan medis, hingga drone untuk memetakan area terdampak.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto