Menuju konten utama

BP Taskin: Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat & Terkoordinasi

Budiman bilang, Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, TNI, dan Polri bergerak cepat dan serentak menangani dampak gempa NTT. 

BP Taskin: Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat & Terkoordinasi
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko. (FOTO/Dok. BP Taskin)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyatakan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) dini hari.

Gempa yang terjadi pukul 04.58 WIB itu berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Hingga pukul 15.00 WIB, data sementara dari lapangan mencatat 38 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, dan 11 orang luka ringan. Ratusan rumah warga, fasilitas umum, puskesmas, dan rumah sakit di Mbay dan Maumere mengalami kerusakan. Sekitar 2.000 warga juga terpaksa mengungsi secara mandiri.

“Atas nama pemerintah dan seluruh jajaran yang saya koordinasikan, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban,” kata Budiman.

Menurut Budiman, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak menangani bencana tersebut.

“Pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, TNI, dan Polri untuk bergerak cepat dan serentak,” ujarnya.

Penanganan di lapangan saat ini melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas 281 personel dari TNI, Polri, BPBD, PMI, dan potensi SAR lainnya. Tim tersebut telah mengevakuasi 79 orang terdampak dan masih melakukan pencarian terhadap satu orang yang dilaporkan tertimbun.

Kementerian Sosial juga telah memobilisasi bantuan logistik senilai sekitar Rp4,5 miliar, yang mencakup makanan siap saji, tenda, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, dan peralatan dapur umum.

Selain itu, Presiden Prabowo menginstruksikan pengiriman 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak. Posko darurat telah didirikan di Kantor BPBD NTT untuk memusatkan koordinasi penanganan, sementara titik pengungsian sementara disiapkan di Lapangan Umum Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.

Budiman mengatakan penanganan pemerintah tidak berhenti pada fase tanggap darurat.

“Rasa duka dan kehadiran negara adalah satu hal. Tetapi tugas kami adalah memastikan bahwa saudara-saudara kita di NTT tidak menderita berkepanjangan,” katanya.

BP Taskin bersama Kementerian Sosial, BNPB, dan pemerintah daerah juga melakukan asesmen cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak masyarakat terdampak, termasuk makanan, air bersih, tenda, layanan kesehatan, dan tempat yang aman bagi para pengungsi.

“Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga masih terus berlangsung di semua wilayah terdampak, dan kami akan menyesuaikan bantuan dengan perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Budiman.

Budiman juga meminta masyarakat NTT tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. BMKG mengingatkan aktivitas gempa susulan masih mungkin berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti arahan resmi dari BMKG dan petugas di lapangan,” katanya.

Budiman memastikan pemerintah akan terus mengawal proses penanganan bencana hingga kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.

“Negara hadir. Pemerintah bergerak. Kami tidak akan membiarkan saudara-saudara kami di NTT sendirian. Kami akan memastikan penanganan darurat, evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi,” tegas Budiman.

Penulis: Tim Media Servis