tirto.id - ParagonCorp menggelar Inspiring Educators 2026 bertajuk “Menjaga Masa Depan, untuk Pertiwi” di Jakarta Concert Hall, Jakarta, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum perayaan sekaligus apresiasi terhadap perjalanan para guru-dosen peserta Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan Inspiring Lecturer Program (ILP).
Inspiring Educators 2026 diikuti oleh 1.000 peserta yang terdiri atas guru, dosen, dan komunitas. Kegiatan ini mempertemukan para pendidik dalam satu ruang untuk saling mengapresiasi dedikasi, membangun koneksi, serta mendorong mereka terus belajar dan menginspirasi generasi mendatang.
Komisaris ParagonCorp, Salman Subakat, mengatakan para pendidik memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan proses belajar anak hingga mahasiswa. Menurutnya, energi para pendidik dibutuhkan agar proses pendidikan tetap berjalan di tengah berbagai kondisi.
"Terima kasih bapak ibu pendidik karena terus memilih untuk tidak menyerah, kami yakin energi ini yang dibutuhkan oleh Indonesia sekarang agar anak-anak tetap belajar. Mahasiswa pun tetap perlu dibimbing, masa depan tetap perlu disiapkan," kata Salman.
Salman juga menegaskan, profesi pendidik memiliki peran yang terus melekat meski seseorang mengalami perubahan jabatan maupun ruang kerja.
"Selamat telah memilih prosesi pendidik. Kayaknya ini profesi yang gak bisa pensiun, seorang pendidik bisa berganti jabatan bisa berganti ruang dan posisi, tetapi jiwa pendidiknya tidak akan pernah pensiun walaupun zaman terus berganti," ujarnya.
Menurutnya, sejak ParagonCorp menyelenggarakan Wardah Inspiring Teacher pada tahun 2017, program ini terus berkembang. Pada 2017, hanya ada 30 pendidik yang mengikuti program ini, rerata karena didorong oleh rasa penasaran. Meskipun begitu, para peserta mampu memberikan inspirasi kepada pendidik yang lain.
"Makanya Wardah Inspiring Teacher itu dari awal partisipasinya rekomendasi, dan sekarang sebagian besar masih dipertahankan, nah sekarang sudah menjadi 36 ribu [pesertanya]," kata Salman.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan seseorang dapat memiliki latar belakang yang berbeda sebelum menjadi guru. Akan tetapi, setelah memilih profesi sebagai guru, seseorang perlu menempatkan dirinya sebagai pendidik.
"Tapi begitu sekarang Anda sudah menjadi guru, maka Anda harus menempatkan diri sebagai guru. Kalau tidak, Anda tidak akan benar-benar menjadi seorang guru," ujarnya.
Mu'ti menambahkan, para guru perlu memiliki kecintaan pada murid dan ilmu dalam menjalankan profesinya. Selain itu, dia mengingatkan, proses pendidikan juga berkaitan dengan kemampuan guru untuk memberikan inspirasi kepada peserta didik.
"Mendidik itu adalah menginspirasi. Menginspirasi itu tidak harus menggurui. Mengajar itu menginspirasi," jalasnya.
Selain dihadiri oleh Abdul Mu’ti dan Salman Subakat sebagai pembicara utama, Inspiring Educators 2026 juga menghadirkan eks Menteri Perdagangan RI 2011-2014 Gita Wirjawan dalam sesi provoking and interactive session.
Acara itu turut menghadirkan guru peserta Wardah Inspiring Teacher asal Mentawai, Dika Riyanti, beserta salah satu dosen yang mengikuti Inspiring Lecturer Program, Imam Santoso, dalam sesi monolog. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan opening act, penandatanganan nota kesepahaman, theatrical and monologue, debrief, chain of gratitude, serta penampilan pelajar.
Editor: Addi M Idhom
Masuk tirto.id





































