tirto.id - Siklon Tropis Senyar melanda wilayah Sumatra pada 2-3 hari ke depan atau hingga 29 November 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau Siklon Tropis Senyar mulai terbentuk sejak 26 November 2025 pukul 07.00 WIB.
Siklon ini bergerak ke arah barat menuju wilayah daratan Aceh dengan kecepatan sekitar 10 km/jam dan dapat berdampak signifikan terhadap potensi terjadinya hujan sangat lebat hingga ekstrem yang dapat disertai angin kencang di wilayah sekitarnya.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan kondisi ini meningkatkan suplai air di perairan hangat Selat Malaka yang memicu pertumbuhan awan konvektif di bagian utara Sumatra.
Cuaca ekstrem tetap berpotensi terjadi sebagai dampak lanjutan, sehingga potensi dampak bencana hidrometeorologi masih harus diwaspadai terjadi pada 2-3 hari ke depan.
Badai Tropis Senyar Terjadi di Mana?
BMKG memprediksi Badai Tropis Senyar melewati wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), Kepulauan Riau, Riau, Sumatra Barat (Sumbar), dan sekitarnya.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, Siklon Tropis Senyar memberikan dampak berupa hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di wilayah Aceh dan Sumut, hujan sedang-lebat di sebagian wilayah Sumbar dan Riau.
Gelombang atmosfer juga terpantau masih aktif di wilayah Sumatera Utara, sehingga turut berpotensi menambah asupan uap air di Sumatera Utara.
Adapun wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat antara lain di:
- Kabupaten Langkat
- Medan
- Binjai
- Deli Serdang
- Karo
- Dairi
- Pakpak Bharat
- Tapanuli Tengah
- Kota Sibolga
- Tapanuli Selatan
- Kota Padang Sidempuan
- Tapanuli Utara
- Mandailing Natal
- Padang Lawas
- Padang Lawas Utara
- Simalungun
- Samosir
- Serdang Bedagai
- Kota Tebing Tinggi
- Humbang Hasundutan
- Nias
- Nias Selatan
- Nias Utara
- Nias Barat
- Kota Gunungsitoli
- Toba
"Mengingat cuaca bersifat dinamis, masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG. Para kepala daerah juga diimbau untuk dapat berkoordinasi dengan BPBD, TNI, POLRI setempat untuk terus mengikuti informasi yang disampaikan oleh BMKG," kata Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Hendro Nugroho, dikutip Antaranews.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id


































