Menuju konten utama

Apa Itu Siklon Tropis Senyar di Sumatera & Peringatan BMKG

Apa itu Siklon Tropis Senyar menurut BMKG yang terpantau di Selat Malaka, bagian timur Aceh, Sumatra? Ketahui kapan siklon ini berakhir dan dampaknya.

Apa Itu Siklon Tropis Senyar di Sumatera & Peringatan BMKG
Peta Sumatera. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Siklon Tropis Senyar terpantau terjadi kawasan Selat Malaka, bagian timur Aceh, Pulau Sumatera. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), badai tersebut terjadi per Rabu (26/11/2025). Namun, apa itu Siklon Tropis Senyar?

Terpantaunya Siklon Tropis Senyar di Sumatera sempat membuat BMKG mengimbau seluruh stakeholders, baik pemerintah daerah maupun wilayah terdampak untuk bersiaga. Hal ini dikarenakan, Siklon Tropis Senyar punya potensi menimbulkan dampak lanjutan, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Setelah kemunculan Siklon Tropis Senyar pada Rabu tersebut, wilayah sekitar Kota Medan dilaporkan mengalami banjir dan cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi. Lantas, apa yang dimaksud Siklon Tropis Senyar yang terjadi di Sumatera tersebut?

Penjelasan BMKG soal Siklon Tropis Senyar & Peringatan Cuaca Ekstrem

Siklon tropis merupakan bencana badai berkecepatan tinggi yang dimulai dari permukaan laut tropis. Sementara itu, Senyar merupakan siklon yang dapat terjadi di Semenanjung Malaysia, Thailand Selatan, dan Sumatera, Indonesia.

Siklon Tropis Senyar tercipta akibat tekanan atmosfer rendah di Samudera Hindia. Kondisi itu kemudian berkembang menjadi Depresi Tropis untuk kemudian berkembang menjadi Siklon Tropis Senyar.

Menukil laman resmi BMKG, Siklon Tropis Senyar yang terjadi di dekat Sumatera pada Rabu lalu tersebut berasal dari Bibit Siklon 95B yang kemudian menjadi Siklon Tropis Senyar.

Pantauan BMKG mencatat siklon ini muncul di kawasan Selat Malaka dan bergerak cepat ke arah barat dengan kecepatan sekitar 10 km/jam pada Rabu, 26 November 2025 pukul 07.00 WIB.

BMKG juga memantau bahwa siklon ini memiliki tekanan udara minimum di area pusat mencapai 998 hPa dan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 43 knot (80 km/jam), ketika awal terbentuk.

Menurut keterangan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, pihaknya memprakirakan siklon ini akan berlangsung selama 48 jam, sebelum intensitasnya menurun menjadi Depresi Tropis.

"Dalam 48 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar diperkirakan akan menurun intensitasnya menjadi Depresi Tropis," katanya dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu.

Meskipun hanya berlangsung selama 48 jam, siklon ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, dan sekitarnya.

Selain itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyatakan bahwa dampak paling nyata yang akan dirasakan masyarakat di wilayah terdampak adalah peningkatan intensitas hujan hingga level sedang, lebat, atau bahkan ekstrem.

Hujan berintensitas tinggi itu juga akan diikuti dengan angin kencang yang juga berpotensi terjadi pada wilayah terdampak di Sumatera. Kondisi perairan di lautan juga berpotensi mengalami gelombang sedang hingga tinggi.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyatakan bahwa terciptanya Siklon Tropis Senyar di dekat wilayah Indonesia merupakan fenomena yang tidak umum terjadi.

“Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum di wilayah perairan Selat Malaka, apalagi jika sampai melintasi daratan," tutur Andri.

Menurutnya, secara teori, kecil kemungkinan Siklon Tropis Senyar melintasi Indonesia karena letak Indonesia di dekat garis ekuator.

Sementara itu, menurut layanan tracking badai milik Zoom Earth, Siklon Tropis Senyar memang sempat melintasi daratan Indonesia, tepatnya wilayah Medan pada 26 November.

Namun, siklon ini kemudian bergerak ke arah timur menuju daratan Malaysia pada hari ini, Kamis (27/11). Per Kamis, intensitas Siklon Tropis Senyar juga telah berkurang dan kini mencapai sebelah utara Kuala Lumpur sebagai Depresi Tropis.

Meskipun hanya sehari melintasi wilayah Sumatera sebelum bergerak ke daratan Malaysia, Siklon Tropis Senyar telah membuat sejumlah wilayah mengalami banjir, termasuk wilayah di Medan dan sekitarnya.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, menyatakan bahwa banjir di sekitar wilayah Kota Medan itu terjadi usai hujan deras terus mengguyur sejak Rabu hingga Kamis pagi.

"Sejak tadi malam sampai pagi ini kami terus berkeliling. Banyak wilayah Kota Medan yang terendam banjir," tutur Yunita Sari pada Kamis, dikutip dari Antara.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan