Menuju konten utama

Penyebab Banjir Sumut, Korban, & Kondisi Jalan Lintas Sumatera

47 orang dilaporkan meninggal dalam bencana banjir dan longsor Sumut, Kamis (27/11). Simak penyebab banjir, korban, dan kondisi jalan lintas Sumatera.

Penyebab Banjir Sumut, Korban, & Kondisi Jalan Lintas Sumatera
Foto udara pengendara melintasi jalan nasional Medan-Banda Aceh yang terendam banjir di Desa Peuribu, Arongan Lambalek, Aceh Barat, Aceh, Kamis (27/11/2025). Bencana banjir yang melanda 16 kabupaten/kota di Aceh selain berdampak pada ratusan ribu warga juga merusak sejumlah badan jalan dan jembatan sehingga memutuskan akses transpotasi darat. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.

tirto.id - Penyebab banjir Sumatera Utara, jumlah korban, hingga kondisi terkini Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) masih menjadi perhatian masyarakat. Hingga kini, sejumlah wilayah di Sumut masih terendam banjir.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Sumut per Kamis (27/11), 13 kabupaten/kota di Sumatera Utara telah dilanda bencana hidrometeorologi. Daftar kabupaten/kota mencakup Langkat, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Mandailing Natal.

Kemudian, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Padangsidempuan, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Humbang Hasundutan, Binjai, Medan, dan Deli Serdang. 47 orang dilaporkan meninggal dalam bencana banjir Sumut dan longsor dalam beberapa hari terakhir.

Penyebab Banjir Sumut

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis penyebab banjir Sumut beberapa hari terkahir. Melansir unggahan resmi @infobmkg, banjir di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat salah satunya disebabkan cuaca ekstrem yang dipicu oleh Siklon Tropis Senyar.

Bibit Siklon 95B yang semula teramati di kawasan Selat Malaka bagian timur Aceh, berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar per 26 November 2025 pukul 07.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan suplai air di perairan Selat Malaka menjadi hangat dan memicu pertumbuhan awan konvektif di utara Sumatera.

Pada Rabu (26/11) Siklon Tropis Senyar berpusat di sekitar 5.0° LU dan 98.0° BT dengan tekanan udara minimum di area pusat mencapai 998 hPa. Kemudian, kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 43 knot (80 km/jam), ketika awal terbentuk.

Berdasarkan pengamatan BMKG, dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat hingga barat daya dan masih di daratan Aceh dengan kecepatan pergerakan 4 knot (7 km/jam). Sedangkan dalam 48 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar diperkirakan akan menurun intensitasnya menjadi Depresi Tropis.

BMKG juga mengamati bahwa Siklon Tropis Senyar diperkirakan berada di daratan Malaysia dalam beberapa hari ke depan. Sistem ini bergerak ke arah tenggara hingga timur, dengan intensitas yang diprakirakan melemah dalam 48 jam ke depan.

Kendati begitu, dalam 24 jam ke depan, sistem tersebut masih tetap memberikan dampak langsung berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem serta angin kencang di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau.

Siklon Tropis Senyar juga menyebabkan gelombang kategori tinggi (2.5 – 4.0 m) berpotensi terjadi di wilayah Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Nias.

Jumlah Korban Banjir Sumut

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut mengumumkan data sementara korban bencana hidrometeorologi Sumut. Per Kamis malam (27/11), 47 orang meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi melanda 13 daerah tingkat kabupaten/kota di Sumut.

"Hingga hari ini total ditemukan ada 123 korban, di antaranya 47 korban meninggal dunia," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut Tuahta Ramajaya Saragih, dikutip dari Antaranews, Kamis (27/11).

Kemudian, 9 korban masih dinyatakan hilang, dan 67 korban lagi mengalami luka ringan hingga luka berat. Keseluruhan jumlah korban tersebut tersebar di tujuh kabupaten/kota. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi juga mencapai rubuan KK.

"Adapun jumlah pengungsi dilaporkan di empat kabupaten, yakni 776 KK (kepala keluarga) di Mandailing Natal, 3.000 jiwa di Tapanuli Selatan, 240 KK di Padangsidimpuan, 19 KK di Tapanuli Utara," lanjut Tuahta Ramajaya Saragih.

Berikut rincian korban meninggal, luka-luka, hingga masih dalam pencarian bencana banjir dan longsor di Sumut:

Tapanuli Selatan

  • Korban meninggal: 15 orang
  • Korban luka-luka: 58 orang
Humbang Hasundutan

  • Korban meninggal: 5 orang
  • Korban hilang: 4 orang
  • Korban luka-luka: 9 orang
Sibolga

  • Korban meninggal: 17 orang
Tapanuli Utara

  • Korban meninggal: 3 orang
  • Korban hilang: 5 orang
Tapanuli Tengah

  • Korban meninggal: 4 orang
Pakpak Bharat

  • Korban meninggal: 2 orang
Padangsidempuan

  • Korban meninggal: 1 orang

Kondisi Jalan Lintas Sumatera Jalinsum

Akses Jalan Lintas Nasional Sumatera menuju Riau dan Sumatera Utara dilaporkan masih lumpuh total akibat banjir pada Kamis (27/11). Banjir yang berasal dari luapan aliran Sungai Batang Anai itu dipicu hujan dengan intensitas lebat yang kembali melanda Sumatera Barat (Sumbar) sejak Rabu (26/11) malam.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Aceh Kabupaten Pidie Jaya juga lumpuh total akibat terendam banjir.

Kemudian, meluapnya Sungai Krueng Meureudu juga menyebabkan jembatan terbelah, dan pengaman tebing ikut hancur terseret arus, menyebabkan gangguan total pada akses nasional tersebut.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah melakukan penanganan darutat untuk memulihkan sejumlah infrastruktur jalan nasional di Sumut.

Beberapa ruas jalan yang masih tertutup material banjir dan longsor di antaranya Ruas Kota Sidikalang – Batas Provinsi Aceh. Longsor menutup badan jalan di STA 09+200, Kabupaten PakPak Bharat.

Kemudian, Ruas Batas Kabupaten Tapanuli Utara - Sipirok, tiga titik longsor di STA 08+200, 08+500, dan 15+800 menutup badan jalan.

Banjir setinggi 1 meter sepanjang 500 meter menutup Ruas Barus – Batas Kota Sibolga akibat hujan intensitas tinggi. Lalu lintas di Desa Aek Libung, Kecamatan Sayur Matinggi juga turut lumpuh.

Baca juga artikel terkait INFO BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Sarah Rahma Agustin

tirto.id - Edusains
Kontributor: Sarah Rahma Agustin
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo