Menuju konten utama

Kronologi Turbulensi Hebat di Air India hingga 17 Orang Cedera

Pesawat Air India rute Phuket-New Delhi mengalami turbulensi hebat hingga turun 300 kaki. Sebanyak 17 orang cedera, penyebab insiden masih diselidiki.

Kronologi Turbulensi Hebat di Air India hingga 17 Orang Cedera
layanan Air India. Reuters/Bachchan Kumar/Hindustan Times/Sipa USA
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sedikitnya 17 orang terluka setelah pesawat Air India penerbangan AI2379 rute Phuket, Thailand, menuju New Delhi, India, mengalami turbulensi hebat pada Selasa (4/8/2026).

Korban terdiri atas 13 penumpang dan empat awak kabin yang mengalami cedera akibat guncangan keras yang menyebabkan pesawat kehilangan ketinggian secara mendadak.

Insiden terjadi ketika Airbus A320neo yang mengangkut 137 penumpang, termasuk tiga bayi, serta delapan awak kabin itu melintasi wilayah udara dekat Odisha, India.

Menurut keterangan Air India, pesawat sempat mengalami perubahan ketinggian sesaat akibat turbulensi sebelum akhirnya berhasil distabilkan oleh pilot dan melanjutkan penerbangan hingga mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, pada pukul 11.07 waktu setempat.

Maskapai memastikan seluruh penumpang dan awak berhasil dievakuasi dengan selamat dan penyebab insiden masih diselidiki oleh otoritas penerbangan India.

K⁠ronologi Air India Turbulensi Hebat

Pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI2379 yang melayani rute Phuket, Thailand, menuju New Delhi, India, mengalami insiden turbulensi hebat saat berada dalam fase jelajah pada Senin (4/8/2026).

Pesawat jenis Airbus A320neo registrasi VT-EXO tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Phuket sekitar pukul 08.27 waktu setempat dengan mengangkut 137 penumpang, termasuk tiga bayi, serta delapan awak kabin.

Ketika pesawat melintasi wilayah udara dekat Odisha, India, pesawat tiba-tiba mengalami turbulensi parah yang menyebabkan kehilangan ketinggian (loss of altitude) secara mendadak sekitar 300 kaki.

Guncangan keras itu terjadi hanya dalam waktu singkat, namun cukup kuat untuk melempar sejumlah penumpang dan awak kabin dari tempat duduk mereka.

Beberapa penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman terbentur kompartemen bagasi di atas kepala maupun bagian interior kabin, sedangkan awak kabin dilaporkan terjatuh akibat tidak mampu mempertahankan keseimbangan.

Pilot kemudian berhasil menstabilkan pesawat dan keluar dari area turbulensi sehingga penerbangan dapat dilanjutkan menuju tujuan.

Meski mengalami kerusakan ringan akibat insiden tersebut, pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, pada pukul 11.07 waktu India.

Setelah mendarat, tim Air India bersama tenaga medis langsung menyambut seluruh penumpang dan awak pesawat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Sebanyak 13 penumpang dan empat awak kabin mengalami cedera sehingga harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit, antara lain Medanta, India Spinal Injury Centre, serta Fortis Hospital di Vasant Kunj, untuk menjalani evaluasi dan perawatan medis lebih lanjut.

Hingga pembaruan yang disampaikan Air India pada pukul 18.50 waktu India, lima penumpang telah diizinkan pulang, sedangkan korban lainnya masih menjalani perawatan dan observasi di rumah sakit.

Air India menyatakan timnya tetap berada di rumah sakit untuk memberikan bantuan kepada korban dan keluarganya serta memastikan seluruh kebutuhan mereka terpenuhi.

Sejumlah penumpang menceritakan detik-detik mencekam saat turbulensi terjadi. Seorang penumpang asal Italia bernama Viviana mengaku sempat mengira pesawat akan jatuh.

"Kami pikir kami akan mati. Saya gemetar dan menangis. Itu mengerikan. Pendengaran saya sekarang kurang baik. Saya melihat saudara perempuan saya terlempar ke udara dari tempat duduknya. Ibu saya terbentur kepalanya. Ponsel saya jatuh. Orang-orang yang duduk di belakang saya juga mengalami cedera. Seorang penumpang pria berdarah di wajahnya." cerita Viviana kepada Times of India, Rabu (5/8/2026).

Maskapai memastikan telah melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas penerbangan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku, bekerja sama penuh dengan penyelidikan yang dilakukan Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA), serta telah memberi tahu produsen pesawat Airbus.

“Sesuai dengan prosedur keselamatan dan peraturan yang ditetapkan, otoritas pengatur terkait telah diberitahu. Air India sepenuhnya bekerja sama dalam penyelidikan ini, dan produsen pesawat juga telah diberitahu,” tulis Air India di akun X @AirIndia_News.

“Prioritas utama Air India tetaplah keselamatan dan kesejahteraan penumpang dan awaknya. Kami akan terus mendukung mereka yang terkena dampak dan keluarga mereka dan akan bekerja sama dengan pihak berwenang terkait selama penyelidikan,” tambah mereka.

Pemerintah India menyatakan pesawat telah dipindahkan ke hanggar untuk menjalani pemeriksaan teknis. Flight data recorder (FDR) dan cockpit voice recorder (CVR) telah diamankan guna dianalisis sebagai bagian dari investigasi.

Baca juga artikel terkait PESAWAT atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra