Menuju konten utama

Info Banjir di Sumbar 28 November, Penanganan, & Update Korban

Pantau rangkuman laporan banjir di Sumbar pada Jumat (28/11/2025) hari ini. Jumlah korban jiwa mencapai 22 orang dan puluhan lain masih dalam pencarian.

Info Banjir di Sumbar 28 November, Penanganan, & Update Korban
Foto udara sejumlah rumah diterjang banjir bandang di kawasan Gunung Nago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). Banjir bandang terjadi pada Jumat (28/11/2025) dini hari dan semakin meluas akibat jebolnya bendungan Gunung Nago di Pauh, sehingga mengakibatkan jembatan putus, sejumlah rumah rusak dan warga mengungsi. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Penanganan dampak bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat masih terus dilakukan hingga Jumat (28/11/2025) hari ini. Polda Sumatera Barat pada Jumat melaporkan, bencana ini telah menelan 22 korban jiwa. Namun korban jiwa ini berpotensi masih bertambah seiring evakuasi dan pencarian pada hari ini.

Banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, yang salah satunya imbas dari cuaca ekstrem, terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) setempat menyebutkan, hingga Kamis sebanyak 13 kabupaten/kota di provinsi tersebut terdampak bencana hidrometeorologi.

Beberapa daerah yang terdampak di antaranya Kota Padang, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, Bukittinggi, Solo, serta sejumlah wilayah lain. Pemprov Sumatera Barat juga telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 25 November hingga 8 Desember 2025. Simak kabar terbaru banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat hari ini.

Info Terbaru Banjir Sumatera Barat 28 November, Evakuasi, & Jumlah Korban

Berdasarkan data terakhir pada Jumat (28/11/2025) pagi oleh Polda Sumatera Barat, banjir dan tanah longsor di provinsi ini telah menimbulkan 22 korban jiwa.

Namun data ini masih bersifat sementara. Total korban jiwa berpotensi bertambah, lantaran 10 orang masih dinyatakan hilang. Selain itu, setelah data tersebut dihimpun, korban jiwa lain masih ditemukan Jumat hari ini.

Evakuasi tersebut salah satunya dilakukan di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, terhadap 9 orang hilang pada Jumat. Ke-9 korban tersebut dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.

"Hingga pukul 10.00 WIB ada delapan korban meninggal dunia yang sudah dievakuasi dan pada pukul 11.00 WIB tim gabungan kembali mengevakuasi satu korban meninggal dunia," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga (Kasi Ops) Kantor SAR Kelas A Padang, Jumat, dilansir dari ANTARA Sumbar.

Pencarian korban hari ini juga dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat terhadap 7 orang warga yang tertimbun longsor. Bencana longsor ini terjadi di Batang Tinggam Nagari (Desa) Sinuruik Kecamatan Talamau.

"Longsor itu terjadi pada Jumat (28/11) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Satu orang selamat dan enam orang masih tertimbun material longsor," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat Afrizal, Jumat, dikutip dari ANTARA Sumbar.

Berdasarkan data terakhir dari Humas Pemprov Sumbar pada Kamis (27/11/2025), bencana banjir dan tanah longsor terjadi di 13 kabupaten/kota provinsi setempat dan telah menimbulkan kerugian sementara senilai Rp6,53 miliar.

Salah satu dampak terparah dialami Kabupaten Padang Pariaman dengan total kerugian mencapai Rp4,89 miliar. Pada Kamis, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menyebut, banjir mencakup 11 dari 17 kecamatan daerah itu, serta berdampak ke 10.575 warga dari 3.450 rumah.

"Satu orang dinyatakan hilang hanyut terbawa banjir saat jembatan [Koto Buruak] di Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung ambruk [Kamis pagi]," tulis pernyataan yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Padang Pariaman, Zahirman, dikutip dari ANTARA Sumbar, Kamis malam.

Total kerugian juga diperkirakan bertambah seiring masuknya data terbaru. Di Pesisir Selatan misalnya, kerugian ditaksir mencapai Rp147,6 miliar. Bencana alam di Pesisir Selatan setidaknya berdampak ke 4.256 unit rumah serta 21.280 jiwa.

Penanganan terhadap dampak bencana terus dilakukan di Sumatera Barat. Hingga Jumat, pemerintah pusat dilaporkan telah mengirimkan bantuan dengan Hercules A-1339 TNI AU. Bantuan ini berisi antara lain tenda, alat penunjang peralatan komunikasi, genset, perahu karet, serta paket makanan cepat saji. Seluruh logistik tersebut diturunkan dan langsung dipindahkan menuju jalur distribusi kabupaten/kota.

“Fokus kita adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan. Pemerintah tidak boleh kehilangan momentum, koordinasi pusat dan daerah serta seluruh unsur forkopimda harus lancar dan berjalan tanpa hambatan,” tegas Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, setelah menerima bantuan dari pemerintah pusat, dikutip dari ANTARA Sumbar.

Namun pendistribusian bantuan –baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun unsur lainnya– masih terkendala imbas rusaknya akses jalan darat. Salah satu kendala ini terjadi di Agam, yang dilaporkan mengalami putus akses dari segala sisi ke lokasi bencana.

Oleh karenanya, Tim SAR gabungan berharap adanya pengiriman bantuan logistik ke Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) via udara. Pun pengiriman ini, diharapkan dapat segera dilakukan.

"Insya Allah, kita sudah berkomunikasi dengan pusat dan mudah-mudahan ada droping logistik buat para pengungsi dengan menggunakan helikopter," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga (Kasi Ops) Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, Jumat dikutip dari ANTARA Sumbar.

Bantuan medis dan obat-obatan menjadi prioritas bagi pengungsi bencana di Agam. Terlebih, apabila obat-obatan dan petugas medis tak kunjung dikirimkan, maka bisa memperburuk keadaan terutama kelompok rentan seperti lanjut usia, ibu hamil, dan menyusui serta anak-anak.

"Karena korban yang dievakuasi dan yang diungsikan itu banyak yang luka-luka. Kita mengkhawatirkan terjadinya infeksi pada korban yang telah diselamatkan," ucap Hendri.

"Masyarakat pengungsian sudah banyak yang sakit dan kami kekurangan tim medis," sambung Koordinator Tim dari PMI Kabupaten Agam untuk pos banjir bandang Malalak, Sardan, Jumat.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Dicky Setyawan

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Dicky Setyawan
Editor: Yantina Debora