tirto.id - Banyak orang percaya bahwa radiasi microwave bisa merusak makanan, bahkan menimbulkan penyakit. Hal ini membuat mereka memilih untuk menghindari microwave dan memasak dengan cara biasa. Namun, apa benar microwave mengeluarkan radiasi berbahaya?
Microwave termasuk salah satu peralatan elektronik yang umum digunakan di dapur. Alat ini digunakan untuk memanaskan makanan dengan cepat sehingga lebih praktis dibanding memasak dengan cara biasa.
Secara sederhana, microwave bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik. Sebuah alat bernama magnetron di dalamnya menghasilkan gelombang mikro (microwave).
Gelombang mikro ini memantul dari bagian dalam perangkat yang terbuat dari logam dan menyebabkan molekul air dalam makanan bergetar. Getaran ini akhirnya menyebabkan gesekan antar molekul, lalu menghasilkan panas yang memasak makanan dari dalam.
Meski praktis dan efisien, cara memasak microwave ini justru memunculkan mitos negatif. Tak sedikit yang meyakini bahwa radiasi microwave menimbulkan dampak negatif pada kesehatan. Bahkan, radiasi microwave kerap dikaitkan dengan risiko penyakit kanker. Lalu, bagaimana faktanya?
Apakah Radiasi Microwave Berbahaya?

Radiasi sebenarnya merupakan energi yang dilepaskan oleh berbagai sumber di sekitar kita dan hadir dalam kehidupan sehari-hari. Kita terpapar radiasi dari banyak hal, mulai dari sinar matahari, perangkat elektronik seperti ponsel, hingga prosedur medis seperti sinar-X.
Artinya, radiasi ada di mana-mana dengan tingkat yang berbeda-beda, dan keberadaannya tidak selalu berarti berbahaya, melainkan perlu dipahami jenis dan tingkat paparannya. Lalu, bagaimana dengan radiasi microwave?
Mengenal Radiasi Non-Ionisasi pada Microwave
Dikutip dari situs The Health Science of Academy, terdapat dua jenis radiasi yang perlu kita ketahui, yaitu radiasi ionisasi dan non-ionisasi. Radiasi ionisasi adalah jenis radiasi yang memiliki energi cukup untuk melepaskan elektron dari atom sehingga membuatnya bermuatan.Dalam jumlah sangat kecil, risikonya relatif rendah, contohnya pada penggunaan sinar-X. Namun, jika paparan terjadi dalam kadar tinggi, radiasi ini dapat menimbulkan dampak serius seperti luka bakar hingga kerusakan pada DNA.
Sebaliknya, radiasi ionisasi merupakan jenis radiasi yang memiliki energi cukup untuk menggerakkan atom-atom di dalam suatu molekul, tapi tidak cukup kuat untuk melepaskan elektron dari atom tersebut.
Microwave sendiri memang memancarkan radiasi, tapi radiasi yang dipancarkan adalah jenis radiasi non-ionisasi. Artinya, energi yang dipancarkan hanya mampu membuat molekul dalam makanan bergerak, tanpa mengubah struktur kimianya.
Dengan kata lain, radiasi ini tidak merusak komponen makanan. Saat digunakan, gelombang mikro akan diserap oleh molekul air di dalam makanan, lalu memicu getaran yang menghasilkan panas melalui gesekan alami. Proses inilah yang membuat makanan menjadi panas dan matang.

Mitos Microwave Penyebab Kanker
Salah satu mitos radiasi microwave adalah hubungannya dengan risiko kanker. Sekali lagi, microwave memancarkan radiasi non-ionisasi yang tidak menimbulkan kerusakan, berbeda dengan radiasi ionisasi yang berpotensi menyebabkan kerusakan DNA.Sejumlah studi juga sudah membantah mitos ini. Salah satunya artikel ilmiah bertajuk Microwave Usage and Cancer: Do Microwaves Cause Cancer?
Tinjauan literatur ini menyimpulkan bahwa tidak ada bukti kuat microwave menyebabkan kanker, karena radiasi yang dihasilkan termasuk non-ionisasi sehingga tidak memiliki energi cukup untuk merusak DNA.
Meskipun beberapa penelitian pernah menyebutkan adanya potensi risiko kanker, hasilnya tidak konsisten dan umumnya berasal dari kondisi yang tidak mencerminkan penggunaan normal.
Studi lain berjudul Effects of Low Level Microwave Radiation on Carcinogenesis in Swiss Albino Mice juga menunjukkan hal serupa. Studi ini menguji efek paparan radiasi microwave tingkat rendah terhadap perkembangan kanker pada tikus.
Penelitian pun menyimpulkan bahwa paparan radiasi microwave tidak menyebabkan munculnya tumor baru, tidak mempercepat pertumbuhan tumor, serta tidak memberikan perbedaan signifikan pada jumlah sel kanker.
Jadi, radiasi microwave aman atau tidak? Dapat disimpulkan bahwa radiasi microwave aman dan tidak terbukti membahayakan kesehatan seperti mitos-mitos yang beredar.
Apakah Microwave Dapat Merusak Kandungan Gizi dalam Makanan?

Radiasi microwave memang tidak berbahaya, tapi alat ini bisa saja sedikit mengubah atau mengurangi kandungan gizi dalam makanan. Hal ini dibuktikan dalam jurnal bertajuk Effects of Microwave Cooking Conditions on Bioactive Compounds Present in Broccoli Inflorescences.
Studi ini menunjukkan bahwa memasak brokoli dengan microwave dapat menurunkan kadar berbagai senyawa bioaktif penting, salah satunya vitamin C. Sementara itu, kandungan mineral diketahui cenderung tetap stabil.
Meski demikian, hal ini bukan alasan untuk menghindari microwave karena vitamin C memang dikenal mudah rusak oleh panas, termasuk jika dimasak dengan metode konvensional.
Fakta menariknya adalah microwave justru terbukti mampu mempertahankan antioksidan dengan baik. Fakta ini terungkap lewat jurnal Influence of Cooking Methods on Antioxidant Activity of Vegetables.
Menurut penelitian ini, metode memasak sangat memengaruhi kandungan antioksidan pada makanan. Metode griddling, microwave, dan baking menyebabkan kehilangan antioksidan paling kecil.
Sementara itu, metode merebus dan pressure-cooking (menggunakan panci presto) menyebabkan kehilangan antioksidan terbesar, dan metode menggoreng berada di tengahnya.
Jadi, memasak dengan metode apa pun dipastikan akan mengubah kandungan gizi dalam makanan karena melibatkan panas. Namun, perubahan tersebut tidak selalu berarti makanan menjadi tidak sehat.
Tips Aman Menggunakan Microwave

Microwave merupakan alat yang praktis untuk memanaskan dan memasak makanan dengan cepat. Namun, agar penggunaannya tetap aman, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, berikut di antaranya:
1. Gunakan Wadah yang Aman
Pastikan hanya menggunakan wadah yang memang dirancang untuk microwave, misalnya kaca tahan panas. Hindari wadah logam karena dapat memantulkan gelombang mikro dan berpotensi menimbulkan percikan api.2. Hindari Menutup Makanan Terlalu Rapat
Saat memanaskan makanan, sebaiknya jangan menutup wadah terlalu rapat agar uap panas dapat keluar dengan aman. Jika ditutup rapat, tekanan uap yang terperangkap dapat menyebabkan makanan meledak atau tumpah di dalam microwave.3. Perhatikan Waktu Pemanasan
Mengatur waktu pemanasan dengan tepat juga sangat penting untuk menghindari makanan menjadi terlalu panas atau kering. Jika ragu, gunakan waktu bertahap dan cek kondisi makanan secara berkala. Cara ini juga membantu menjaga tekstur, rasa, dan kandungan gizi makanan tetap baik.4. Rutin Membersihkan Microwave
Sisa makanan yang menempel di dalam microwave dapat menyebabkan bau tidak sedap dan mengganggu kinerja alat. Membersihkan bagian dalam secara rutin juga membantu menjaga kebersihan serta mengurangi risiko kontaminasi pada makanan yang dipanaskan berikutnya.5. Pastikan Microwave Selalu Dalam Keadaan Baik
Periksa secara rutin kondisi microwave, terutama bagian pintu dan karet seal di sekelilingnya. Pintu yang tidak menutup rapat atau adanya kerusakan pada bagian tertentu dapat mengurangi keamanan penggunaan. Jika terdapat tanda-tanda kerusakan atau aus, sebaiknya segera lakukan perbaikan atau penggantian.6. Ikuti Petunjuk Penggunaan dari Produsen
Setiap microwave memiliki fitur dan spesifikasi yang berbeda. Jadi, penting untuk selalu membaca dan mengikuti panduan penggunaan dari produsen. Instruksi tersebut biasanya mencakup pengaturan waktu, jenis makanan yang aman dipanaskan, hingga rekomendasi wadah yang sesuai.7. Jangan Menyalakan Microwave Saat Kosong
Mengoperasikan microwave tanpa isi dapat merusak komponen di dalamnya dan bisa menyebabkan panas berlebih yang berdampak pada kerusakan alat. Oleh karena itu, selalu pastikan ada makanan atau cairan di dalam microwave saat digunakan.Demikian penjelasan terkait radiasi microwave yang diharapkan dapat membantu meluruskan berbagai anggapan yang salah. Dengan pemahaman ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyikapi informasi seputar radiasi, tidak khawatir berlebihan, dan tidak mudah terpengaruh oleh mitos yang belum terbukti secara ilmiah.
Butuh rekomendasi produk atau informasi menarik lain seputar peralatan elektronik? Cek melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id
































