tirto.id - OpenAI secara resmi memperkenalkan ChatGPT Work, agen AI baru dalam ChatGPT yang dirancang untuk membantu penggunanya dalam menyelesaikan tugas yang lebih panjang dan kompleks. Jika semula ChatGPT hanya mampu menjawab pertanyaan cepat (mode chat), ChatGPT Work mampu mendukung merampungkan kerja lintas aplikasi, file, web, mobile, hingga desktop.
ChatGPT Work didukung oleh lini model GPT-5.6 yang juga diluncurkan secara bersamaan. Lini model tersebut dibedakan jadi tiga tingkatan kapabilitas, yaitu Luna, Terra, dan Sol. Dalam event "The Next Chapter of ChatGPT" yang berlangsung Senin (13/7/2026), Gabriel Chua dari tim Developer Experience OpenAI, memamerkan ketangguhan varian tertinggi lini model GPT-5.6, Sol.
Dalam demonstrasi tersebut, Sol yang bekerja di dalam ekosistem ChatGPT Work mampu mengeksekusi berbagai tugas kantor yang kompleks dan multi-tahap secara mandiri. Sol juga mampu menghasilkan output berdasarkan template dan materi referensi yang disediakan pengguna.
Apa Itu ChatGPT Work & Bagaimana GPT 5.6 Sol Bekerja?
ChatGPT Work adalah ruang kerja sekaligus agen AI baru di dalam ChatGPT yang dirancang untuk menangani pekerjaan yang terdiri dari banyak tahapan. Fungsi dan kemampuan ChatGPT Work melampaui penggunaan ChatGPT biasa untuk permintaan sederhana. Fitur ini bertindak sebagai wadah atau "mobil" operasional baru. Ia mampu mengumpulkan konteks informasi dari berbagai aplikasi serta file pilihan pengguna, lalu memecah proyek besar dengan durasi panjang (berjam-jam) menjadi langkah-langkah kecil untuk diselesaikan secara mandiri.
Di sisi lain, GPT-5.6 Sol adalah "mesin" atau varian model tertinggi dan tercerdas dalam keluarga model GPT-5.6. Di samping Sol, terdapat 2 varian lain yaitu Terra dan Luna. Ketika fitur ChatGPT Work dijalankan oleh pengguna paket yang memiliki akses ke model Sol, model inilah yang bertindak sebagai otak utama di balik layar.
Sol punya keunggulan untuk membagi tugas ke beberapa asisten AI lainnya secara bersamaan. Model ini juga lebih pintar dalam menyelesaikan pekerjaan yang butuh banyak tahapan. Ia jauh lebih gesit saat harus mengoperasikan aplikasi atau sistem komputer secara otomatis.
Dalam demonstrasi langsung yang dipaparkan oleh Gabriel Chua, kolaborasi antara ChatGPT Work dan model GPT-5.6 Sol terbukti mampu mengeksekusi tiga skenario kerja profesional.
Integrasi Alur Kerja Lintas Platform Terpadu (Daily Action Brief)
ChatGPT Work dapat mengumpulkan informasi lintas platform hanya melalui satu instruksi sederhana, "Hey Chat, can you scan through my Gmail, my Slack, and Google Calendar and tell me what do I need to do?".Merespons perintah tersebut, Sol mampu melakukan pemindaian kotak masuk surel, menyaring pesan spam, memindai notifikasi penting, dan menarik agenda rapat. Outputnya adalah ringkasan agenda lengkap yang bisa diatur untuk muncul pada jam tertentu sesuai permintaan pengguna. Skenario ini membuktikan bahwa ChatGPT Work dapat menyinkronkan aktivitas harian dari berbagai platform tanpa perlu membukanya satu per satu.
Manajemen Informasi Terpadu dan Analisis Lintas Aplikasi
Di samping itu, ChatGPT Work yang menggunakan Sol sebagai mesinnya juga dapat bekerja secara berdampingan di web (side-by-side). Melalui fitur Plugins, pengguna cukup mengetik simbol “@” diikuti nama aplikasi untuk mengarahkan ChatGPT Work ke berbagai sumber informasi kerja eksternal maupun sistem internal yang sudah terhubung. Misalnya, seperti Slack, Microsoft Teams, Google Drive, SharePoint, email, kalender, CRM, hingga project tracker. Langkah ini memudahkan AI untuk langsung mengolah alur kerja tersebut menjadi dokumen, spreadsheet, hingga slide presentasi yang siap digunakan.Otomatisasi Tugas Berulang (Scheduled Task) dan Pembuatan Konten
ChatGPT Work juga punya keunggulan fitur Scheduled Task (Tugas Terjadwal) untuk menangani tugas administratif yang berulang. Melalui fitur ini, pengguna dapat meminta ChatGPT melakukan tindakan otomatis. Model Sol sebagai mesin utama ChatGPT Work dapat diperintahkan untuk menyusun sebuah meetup carousel dengan mengorganisasi 200 foto sekaligus dalam satu siklus perintah di web. Sol menggunakan Notes control skill untuk menyaring narasi, lalu memakai Sites skill untuk menyatukan seluruh foto ke dalam sebuah halaman rangkuman.
Selain pembuatan konten, dalam rilis resmi OpenAI yang diterima Tirto.id, Scheduled Task dapat didelegasikan untuk skenario operasional kantor lainnya. Misalnya, meninjau pembaruan di Slack setiap minggu untuk memperbarui agenda rapat rutin, memeriksa dashboard setiap pagi untuk merangkum perubahan data, memantau tren umpan balik pelanggan, hingga memperbarui file presentasi secara otomatis begitu ada masukan baru melalui email.
Dalam menjalankan rangkaian proses tersebut, pengguna tetap memiliki kontrol penuh dalam menentukan informasi apa saja yang dapat diakses ChatGPT. Pengguna juga punya kendali terkait kapan pembaruan diterapkan dan kapan persetujuan diperlukan sebelum AI menjalankan suatu tindakan.
ChatGPT Work Bisa Dipakai Lintas Perangkat Mobile & Desktop
ChatGPT Work dirancang agar pengguna dapat bekerja secara fleksibel dengan konsep lintas perangkat. Pengguna bisa memulai suatu tugas dari perangkat seluler (mobile) saat bepergian untuk meninjau draf. Ia juga dapat mengecek progres pekerjaan jangka panjang, lalu melanjutkannya secara lebih maksimal di komputer desktop.
Dalam versi desktop, ChatGPT Work mampu memanfaatkan file serta aplikasi lokal pilihan pengguna, sekaligus melakukan pencarian informasi secara daring melalui browser bawaan untuk menambahkan konteks data paling mutakhir.
Bersamaan dengan itu, OpenAI juga memperkenalkan fitur Sites di ChatGPT dalam versi beta. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengubah ide atau hasil kerjanya jadi situs interaktif atau aplikasi web. Hasil kerja tersebut nantinya dapat langsung dibagikan baik kepada tim maupun publik secara luas, cukup dengan sebuah tautan URL.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































