Menuju konten utama

Benarkah Kulkas Lebih Boros Listrik dari AC karena Nyala 24 Jam?

Apakah kulkas yang menyala 24 jam lebih boros daripada AC? Yuk, ketahui seberapa besar konsumsi listrik AC dan kulkas, perkiraan biaya, dan tips agar hemat.

Benarkah Kulkas Lebih Boros Listrik dari AC karena Nyala 24 Jam?
Ilustrasi kulkas. FOTO/freepik.com

tirto.id - Konsumsi listrik AC dan kulkas perlu diketahui agar penggunaan kedua perangkat ini bisa lebih terkontrol dan tidak membuat tagihan listrik membengkak. Namun, jika dibandingkan, apakah kulkas yang menyala 24 jam lebih boros listrik dibandingkan AC?

Listrik telah menjadi kebutuhan dasar karena ada banyak perangkat yang hanya bisa bekerja dengan energi listrik, mulai dari lampu, televisi, kulkas, hingga AC. Setiap perangkat pun memiliki kebutuhan daya yang berbeda-beda dan semuanya berpengaruh pada tagihan listrik setiap bulannya.

Tagihan listrik rumah tangga di Indonesia juga sangat bervariasi, tergantung jenis perangkat yang dipakai, pola dan durasi penggunaan, hingga pilihan daya yang dipakai di rumah.

Untuk rumah dengan daya kecil (450 VA/subsidi), tagihan listrik yang dibayarkan umumnya berkisar antara Rp40.000 - Rp100.000. Semakin tinggi daya, tentunya semakin tinggi tarif listrik dan biaya bulanan yang harus dibayar, apalagi jika menggunakan peralatan elektronik seperti kulkas dan AC.

Kulkas dan AC termasuk perangkat yang umum digunakan oleh masyarakat Indonesia. Namun, AC membutuhkan daya listrik yang jauh lebih besar, bahkan bisa membuat tagihan listrik membengkak walau digunakan beberapa jam saja setiap harinya.

Akan tetapi, muncul anggapan lain bahwa kulkas bisa jadi lebih boros listrik dibandingkan AC karena kulkas bekerja tanpa henti. Meski membutuhkan daya lebih kecil, kulkas diketahui selalu terhubung ke listrik dan bekerja 24 jam non-stop, nyaris tak pernah mati kecuali terjadi pemadaman listrik.

Dengan persepsi bahwa durasi penggunaan yang panjang identik dengan konsumsi listrik lebih tinggi, kulkas pun dituding lebih boros listrik ketimbang AC yang hanya digunakan beberapa jam saja. Namun, apakah anggapan ini benar?

Perbandingan Konsumsi Listrik: Kulkas vs AC

Untuk mengetahui perangkat mana yang lebih boros, kita perlu mengetahui seberapa besar konsumsi listrik AC dan kulkas dalam penggunaan rumah tangga sehari-hari. Di bawah ini adalah perbandingan konsumsi listrik kulkas vs AC beserta estimasi biaya yang diperlukan setiap bulannya.

Konsumsi Listrik Kulkas

Ilustrasi penyebab kulkas tidak dingin
Ilustrasi Kulkas. FOTO/freepik.com

Kulkas memang menyala selama 24 jam non-stop sehingga wajar kalau banyak orang khawatir tentang konsumsi listriknya. Namun, bukan berarti kulkas menyedot listrik sebesar daya yang tercantum pada label kulkas (watt) secara terus-menerus sepanjang hari.

Kompresor kulkas bekerja secara otomatis, menyala dan mati mengikuti kebutuhan pendinginan untuk menjaga suhu di dalamnya tetap stabil, sehingga konsumsi listrik sebenarnya lebih rendah dari angka watt maksimal yang tertera.

Daya listrik kulkas bisa sangat bervariasi, tergantung pada jenis, ukuran, atau kapasitasnya. Secara umum, kulkas 1 pintu biasanya memiliki daya listrik di kisaran 45-130 watt, sedangkan daya listrik kulkas 2 pintu bisa mencapai 100-250 watt.

Konsumsi listrik kulkas pun bisa dipengaruhi berbagai faktor. Selain jenis kulkas, frekuensi membuka-tutup kulkas dan lingkungan sekitar (suhu ruangan) juga bisa berpengaruh karena berdampak pada kerja kompresor.

Lalu, berapa konsumsi listrik kulkas? Sebagai gambaran, berikut contoh perhitungan tagihan listrik secara sederhana untuk kulkas 70 watt (0,07 kW) yang menyala 24 jam dengan tarif listrik Rp1.444 per kWh (daya 1.300 VA).

Konsumsi listrik per hari: 0,07 kW × 24 jam = 1,68 kWh per hari

Konsumsi listrik per bulan: 1,68 kWh × 30 hari = 50,4 kWh per bulan

Biaya tagihan listrik: 50,4 kWh × Rp1.444 = Rp72.777,6

Jadi, estimasi biaya listrik kulkas 1 pintu 70 watt yang menyala 24 jam non-stop adalah sekitar Rp72.000 - Rp73.000 per bulan.

Konsumsi Listrik AC

Mode dry pada AC
Ilustrasi AC. foto/istockphoto

Sedikit berbeda dengan kulkas, AC rumah tangga biasanya hanya dinyalakan di jam-jam tertentu (tidak 24 jam non-stop). AC juga memiliki daya listrik yang beragam tergantung besaran PK-nya.

Sebagai contoh, AC ½ PK umumnya memiliki daya sekitar 350-500 watt, sedangkan AC 1 PK memiliki daya sekitar 700-1.000 watt. Semakin besar kapasitas (PK), maka semakin besar pula daya listriknya.

Meski demikian, perlu dipahami pula bahwa konsumsi listrik AC dapat berbeda-beda, bukan hanya karena besaran PK, tapi juga tergantung pada jenis AC (inverter atau non-inverter), pengaturan suhu, kondisi ruangan, serta pola penggunaan sehari-hari.

Sebagai gambaran, berikut contoh perhitungan konsumsi listrik AC ½ PK 350 watt (0,35 kW) yang digunakan 10 jam dengan tarif listrik Rp1.444 per kWh (daya 1.300 VA).

Konsumsi listrik per hari: 0,35 kW × 10 jam = 3,5 kWh per hari

Konsumsi listrik per bulan: 3,5 kWh × 30 hari = 105 kWh per bulan

Biaya tagihan listrik: 105 kWh × Rp1.444 = Rp151.620

Jadi, estimasi biaya listrik untuk AC ½ PK yang menyala 10 jam setiap hari adalah sekitar Rp150.000 - Rp152.000 per bulan. Namun, sekali lagi, angka ini hanya sebatas perkiraan karena biaya listrik bisa dipengaruhi jenis AC, durasi penggunaan, hingga kondisi ruangan.

Mana yang Lebih Boros?

Jika dibandingkan, AC cenderung lebih boros listrik dibandingkan kulkas. Hal ini disebabkan oleh daya yang digunakan AC jauh lebih besar untuk mendinginkan ruangan secara aktif.

Walaupun tidak selalu bekerja di daya maksimum (untuk AC inverter), konsumsi listrik AC tetap besar hingga ratusan watt. Apalagi jika digunakan dalam waktu lama setiap hari, AC bisa membuat tagihan listrik semakin membengkak.

Sebaliknya, kulkas memang menyala selama 24 jam, tapi kompresor kulkas tidak bekerja terus-menerus, melainkan hanya aktif ketika suhu di dalamnya perlu dijaga.

Artinya, meskipun menyala sepanjang hari, konsumsi listrik kulkas masih lebih kecil karena daya yang dibutuhkan juga lebih rendah. Jadi, terkait perbandingan AC dengan kulkas dalam hal biaya listrik, AC masih relatif lebih boros ketimbang kulkas.

Tips Hemat Listrik untuk Kulkas dan AC

Ilustrasi Air conditioner

Ilustrasi Air conditioner. foto/istockphoto

Menggunakan kulkas dan AC secara bijak adalah kunci untuk menjaga tagihan listrik tetap terkendali. Meskipun kedua perangkat ini penting dalam kehidupan sehari-hari, ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar konsumsi listriknya lebih efisien.

1. Atur Suhu secara Bijak

Gunakan suhu yang tidak terlalu ekstrem. Untuk AC, idealnya berada di kisaran 24-26°C. Sementara pada kulkas, cukup gunakan pengaturan standar, idealnya 3 °C hingga 5 °C untuk rak/ruang pendingin dan -18 °C untuk freezer.

2. Batasi Durasi Penggunaan AC

Gunakan AC sesuai kebutuhan, misalnya hanya saat tidur atau saat ruangan digunakan. Manfaatkan pula fitur timer atau mode sleep agar AC tidak menyala semalaman tanpa kontrol.

Jika udara di luar rumah sedang dingin (misalnya saat hujan), AC bisa dimatikan, lalu buka jendela atau pintu rumah agar ruangan tetap terasa segar meski tanpa AC.

3. Hindari Terlalu Sering Membuka Pintu Kulkas

Terlalu sering membuka pintu kulkas atau membiarkan pintunya terbuka lama akan membuat suhu di dalam lemari es menjadi naik. Hal ini bisa membuat kompresor harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan kembali yang pada akhirnya bisa meningkatkan konsumsi listrik.

4. Perhatikan Penempatan Perangkat

Pastikan kulkas tidak terlalu dekat dengan dinding atau sumber panas seperti kompor. Beri jarak sekitar 10 cm antara bagian belakang kulkas dengan dinding agar sirkulasi panas dari kondensor berjalan lancar. Jika terlalu rapat, panas akan terperangkap dan membebani mesin.

Begitu juga dengan AC, pastikan AC diletakkan di ruangan yang sesuai dengan kapasitasnya. Ruangan pun harus selalu tertutup saat AC dinyalakan. Jika perlu, gunakan tirai untuk menutup jendela dan menghalangi sinar matahari demi mencegah kenaikan suhu di dalam ruangan.

5. Rutin Merawat dan Membersihkan

Baik kulkas maupun AC, keduanya harus rutin dibersihkan secara berkala. AC yang kotor, terutama pada bagian filter, akan bekerja lebih berat dan membuatnya boros listrik.

Begitu pula dengan kulkas, bagian kondensornya perlu dibersihkan secara berkala agar performanya tetap optimal dan tidak membebani kompresor. Jangan lupa juga untuk selalu memeriksa karet pintu kulkas atau gasket untuk mencegah kebocoran.

6. Gunakan Perangkat Hemat Energi

Pilih AC dengan teknologi inverter atau label hemat energi. Meskipun harganya lebih tinggi, konsumsi listriknya biasanya lebih efisien. Untuk kulkas, pilih yang konsumsi daya listriknya relatif rendah (misalnya memilih kulkas 1 pintu) untuk menghemat biaya bulanan.

Demikian penjelasan terkait konsumsi listrik AC dan kulkas, serta mana yang lebih boros. Dari sini dapat diketahui bahwa penggunaan perangkat yang lebih lama tidak selalu berarti lebih boros. Konsumsi dan biaya listrik bulanan lebih ditentukan oleh daya listrik setiap perangkat, teknologi yang digunakan, serta pola penggunaan sehari-hari.

Butuh rekomendasi produk atau informasi menarik lain seputar peralatan elektronik? Cek melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Elektronik

Baca juga artikel terkait KULKAS atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani